Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Flappy Bird Mau Dicabut dari Peredaran?

"Saya bisa menyebut Flappy Bird
sebagai salah satu kesuksesan saya.
Tetapi, ia juga merusak hidup saya
yang sederhana. Jadi sekarang
saya membencinya,
"

tulis Nguyen
.
Dong Nguyen, pembuat game "Flappy Bird" yang belum lama ini meraih popularitas tinggi, mengatakan akan mencabut game tersebut dari peredaran.

"Saya minta maaf, pengguna Flappy Bird, 22 jam dari sekarang, saya akan mencabut Flappy Bird. Saya sudah tidak tahan lagi." Demikian tweet yang dituliskan Nguyen lewat akun @dongatory yang dikutip TheVerge.

Melalui akun tersebut, Nguyen tidak memaparkan alasannya secara rinci. Hanya saja, ia menampik beberapa spekulasi bahwa pencabutan ini terkait alasan legal dan bisnis.

Pencabutan game itu, tulisnya, bukan karena masalah legal. "Ini tidak ada hubungannya dengan isu legal. Saya hanya sudah tak bisa tahan lagi," tulisnya.

Ia juga mengatakan, game itu tidak dijual. "Saya juga tidak menjual Flappy Bird, jadi jangan tanyakan (soal itu)," tukas Nguyen.

Game dengan gaya 8-bit itu meningkat popularitasnya secara dramatis pada awal Februari 2014. Meskipun game itu sebenarnya sudah ada sejak 2013.

Game itu terkenal sebagai game yang sulit untuk dimainkan, tetapi memiliki sistem kendali yang sangat-sangat sederhana. Pemain hanya perlu menyentuh layar berkali-kali untuk menjaga momentum terbang seekor burung agar bisa melewati rintangan pipa-pipa hijau. Sumber *

Senin, 10 Desember 2012

Harga Kawin Kontrak Perawan di Puncak Rp 50 juta

Seperti pernikahan umumnya ada juga mahar alias mas kawin bagi pelaku kawin kontrak. Makin cantik maharnya makin mahal. Apalagi jika si gadis masih perawan, harga yang dikeluarkan bisa puluhan juta.

Harga sebesar ini tak masalah bagi pria berkantong tebal. Demi menikah beberapa hari dengan perawan, tarif puluhan juta rupiah dinilai sepadan. Dari sini terlihat kawin kontrak tak ubahnya dengan prostitusi biasa.

"Pernikahan pertama kalau masih perawan harganya beda. Kalau masih perawan kita dijatah mahar besar. Misalnya Rp 80 juta ya berarti di ijabnya ada mahar Rp 80 juta," aku Sarah, seorang pelaku kawin kontrak, kepada merdeka.com pekan lalu di Puncak.

Sarah pun mengaku masih perawan saat pertama kali terjun ke bisnis ini. Dia menjual mahkotanya Rp 50 juta pada 'suami' pertamanya.

"Aku waktu itu 20 tahun. Kawin kontrak pertama aku pas masih perawan, aku dapat Rp 50 juta. Tapi bukan untuk aku sendiri. Untuk aku bagi juga dengan makelarnya. Aku dapat 50 persen," kata wanita yang menolak difoto wartawan ini.

Setelah itu Sarah mengaku tak menyesal atau takut. Gadis belia ini menikmati profesi barunya sebagai pelaku kawin kontrak. Sarah tergiur lembaran uang yang bisa didapatnya dengan mudah.

"Enggak. Cuma takutnya keluarga tahu aja," ucap Sarah pelan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...