Tampilkan postingan dengan label meninggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meninggal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Korban Meninggal, Kasus Ari Wibowo Makin Berat

Makin berat saja masalah yang dihadapi Ari Wibowo, pasalnya setelah resmi dijadikan tersangka dan diancam hukuman lima tahun penjara, Charmadi, korban yang ditabraknya meninggal dunia pada Rabu malam pukul 23.23.

"Ancaman kan kalau terbukti ada kesalahan fatal, itu memang ada, tetapi harus dibuktikan dulu," ujar Ari di Rumah Sakit Pusat pertamina, Kamis (13/6) dini hari.

Untuk kelanjutan kasusnya di Polres Metro Jakarta Selatan, adik Ira Wibowo itu mengatakan akan mengikuti apapun proses yang harus dijalaninya. "Memang pasal itu ada, dikenakan pada saya. Saya serahkan ke kepolisian," katanya.

Meski demikian, bantuan yang diberikan pada keluarga almarhum, dikatakan Ari tak akan ada pengaruhnya dengan proses hukum di kepolisian. "Proses hukum tetap. Di sini saya hanya membantu, tak ada hubungan dengan hukuman, itu tulus dari hati saya," tandasAri.

Kamis, 19 April 2012

Sinta Tewas Saat Tatonya Dihapus, Pelaku: Baru Kali Ini Fatal

Purwokerto - Eko Restianto (49), tersangka tewasnya Sinta Dewi (28) saat menghapus tato, mengaku sudah beroperasi sejak 10 tahun lalu. Baru kali hasilnya fatal, kliennya meninggal.

Eko belajar dan membuka praktek hapus tato sejak 10 tahun yang lalu. Awalnya, dia menggunakan cara manual, lalu di tahun 2009 ia mulai memakai laser.

"Dari ratusan pasien, baru kali ini fatal hingga meninggal," kata Eko kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/4/2012).

Eko menjelaskan, Sinta datang ke tempat prakteknya ditemani oleh tiga orang, yakni Supriyanto (51), warga Banyumas, Samyono (36), warga Gombong, dan Mujiati (42), warga Purbalingga. Ia sempat ragu saat menghapus tato tapi akhirnya terpaksa melakukannya.

Sinta memiliki tiga tato, jelas Eko, sehingga dibutuhkan banyak obat bius. "Saya pakai jenis Lepokin agar proses hapus tidak terasa sakit," ungkapnya.

Eko tidak tahu penyebab kematian Sinta. Dosis suntikan obat bius didapat dari dokter. "Katanya, nggak apa-apa, asal dosisnya nggak terlalu banyak. Tapi kalau pasien bilang pusing, berarti harus stop," lanjutnya.

Sinta tewas setelah kejang-kejang di tempat praktik Eko. Diduga, gejala itu dialami akibat suntikan obat bius. Polisi masih menyelidiki kasus ini.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...