Tampilkan postingan dengan label biaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Jokowi Kucurkan Bantuan untuk Perbaiki Jembatan di Srengseng Sawah

Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengunjungi lokasi jembatan mengenaskan di Srengseng Sawah, Jaksel. Jokowi pun sempat uji nyali berjalan di jembatan itu. Nah, selepas mencoba jembatan, dia pun meminta agar biaya untuk perbaikan jembatan dihitung.

"Tolong dihitung anggarannya berapa," kata Jokowi kepada Ketua RT di Srengseng Sawah, Sabtu (8/12/2012).

Kemudian, Jokowi pun meminta agar ajudannya mencatat biaya untuk perbaikan itu. Kemudian dia kembali berpesan kepada warga agar tidak ada anak-anak yang menyeberang lagi.

"Ini saya ngeri, harus rampung cepat ya," jelas Jokowi.

Jokowi juga sempat memberikan bantuan dana kepada warga untuk melakukan perbaikan sementara. Jembatan itu sudah 30 tahun dan sudah 2 kali direnovasi.

Kamis, 22 Maret 2012

AHOK, Calon Wagub DKI Pendamping Jokowi, Siapa Dia?

Inilah Alasan Mengapa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Dipilih Mendampingi Jokowi Sebagai Calon Wakil Gubernur Jakarta

Dalam euforia atas terpilihnya Joko Widodo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal saya. Mengapa ada nama Ahok disana? Siapakah Basuki Tjahaja Purnama ini, orang yang dipilih melewati Dedi Mizwar seorang artis ternama atau Boy Sadikin anak dari Mantan Gubernur Ali Sadikin yang paling di hormati?

Siapa Sebenarnya Ahok? Basuki alias Ahok, dikenal warga Belitung sebagai sosok pejabat yang ramah. Ahok selalu membuka lebar kaca jendela mobil dinas Nisan Teranonya dan menyapa semua orang yang ditemui selama di perjalanan. Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur pada periode 2005-2010. Ahok kala itu maju diusung dua partai gurem, yakni Partai Indonesia Baru dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Isu utama yang dia usung adalah pendidikan dan kesehatan.

Di awal pemerintahannya, pemerintah Belitung Timur membebaskan biaya pendidikan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas negeri. Belasan siswa berprestasi dikirim melanjutkan belajar gratis ke Universitas Trisakti, Jakarta, dan Universitas Bangka-Belitung. Setiap siswa itu disubsidi Rp 1 juta per bulan untuk yang di Jakarta, dan separuhnya untuk Bangka.

Untuk menggarap dua program itu, Ahok menggunakan taktik dagang. Ia rela tawar-menawar premi asuransi kesehatan dengan PT Askes. Hasilnya, pemerintah cukup membayar separuh dari harga normal untuk menopang biaya kesehatan 50 ribu warganya. Adapun komisi dari perusahaan itu ia pakai untuk tambahan dana puskesmas dan tunjangan dokter.

Ahok memotong biaya perjalanan dinasnya, dari Rp 1 miliar per tahun menjadi seperlimanya. Pos yang sama untuk kepala dinas dikorting. Untuk perjalanan ke Jakarta, hanya dapat uang tiket kapal, bukan pesawat.*

Selain menganggarkan porsi 40 persen untuk kesehatan dan pendidikan, pemilik nama asli Zhong Wan Xie juga menyediakan dana untuk warga yang meninggal. Dengan syarat membuat akta kematian, keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan Rp 500 ribu. Subsidi pembangunan rumah pun disediakan untuk keluarga tak mampu.

Dalam memimpin Belitung Timur, Ahok dikenal tegas. Menurut para pegawai di wilayah itu, apabila mereka ketahuan kongkow pada jam kerja langsung mendapat sanksi, ditahan kenaikan pangkatnya. Di sisi lain, Bupati memberi honor untuk para ketua RT Rp 300 ribu, Ketua Dusun Rp 640 ribu, dan Kepala Desa Rp 2 juta per bulan.

Baru satu setengah tahun Ahok menjabat bupati, Tiga Pilar Kemitraan, sebuah kelompok yang dibentuk oleh Masyarakat Transparansi Indonesia, Kadin, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, mendaulatnya sebagai satu di antara dua Tokoh Antikorupsi 2006.
Selain itu majalah Tempo "mengganjarnya" sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah Indonesia.

Jelas bagi saya mengapa Ahok yang dipilih, Jokowi dan Ahok memiliki mind set yang sama dalam memimpin suatu wilayah; Anti korupsi, penataan birokrasi pelayanan publik, memanusiakan manusia dan mengangkat derajat hidup masyarakat. Mereka serius ingin untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta, bukan untuk menang Pilkada semata. Karena jika hanya ingin mendulang suara Dedi Mizwar tentu lebih ok bukan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...