Jakarta - Keputusan resmi PDI Perjuangan mencalonkan Joko Widodo sebagai presiden membawa sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks di Bursa Efek Indonesia hingga pukul 15.30 WIB sore ini naik tinggi hingga menembus kisaran level 4.800. Padahal sedari pagi indeks bergerak melemah di kisaran 4.680-4.720 seiring dengan koreksi tajam yang melanda bursa Asia.
Analis dari PT Mega Capital Indonesia, Helen Vincentia, mengatakan Jokowi effect sedang melanda bursa saham. "Pasar langsung berbalik arah ketika Jokowi akhirnya secara resmi dicalonkan oleh PDI Perjuangan siang tadi," ujarnya, Jumat, 14 Maret 2014.
Munculnya Jokowi memang sudah ditunggu sejak lama oleh pelaku pasar. Sebelumnya, pasar telah menunggu kepastian jadi-tidaknya Jokowi maju sebagai capres dan cenderung bersikap wait and see.
Menurut Helen, kenaikan tajam IHSG menunjukkan bahwa ekspektasi pasar cukup besar terhadap Jokowi. "Dari sekian figur capres yang muncul, tidak ada yang menimbulkan euforia begitu besar seperti Jokowi."
Meski demikian, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan tidak terlarut dalam euforia yang berlebihan. Sentimen yang disebabkan oleh faktor politik dalam negeri biasanya hanya bersifat sesaat. Indeks bakal kembali mengikuti sentimen regional dan rilis data-data ekonomi. Sumber *
Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Maret 2014
Jokowi Capres, IHSG Terbang Tinggi
Label:
4800,
Capres,
ekspektasi pasar,
euforia,
Helen Vincentia,
IHSG,
Joko Widodo,
Jokowi,
Mega Capital Indonesia,
PDI-P,
sentimen positip,
terbang,
Tinggi,
waspada
Rabu, 12 Februari 2014
Meneteskan Air Mata, Ada Apa dengan Risma?
Siapa tak kenal Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Perempuan 52 tahun ini sudah menjadi salah satu kepala daerah terpopuler di Indonesia bersama Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Namun di Mata Najwa Metro TV malam ini, Risma meneteskan air mata. Ada apa gerangan?
“Mata Najwa kali ini menghadirkan sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang blak-blakan membahas sejumlah masalah yang tengah dihadapinya, termasuk kegundahannya memimpin Kota Pahlawan,” ucap sebuah kalimat sinopsis di Matanajwa.com yang dipublikasikan Rabu (12/2/2014) pagi.
“Mata Najwa kali ini menghadirkan sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang blak-blakan membahas sejumlah masalah yang tengah dihadapinya, termasuk kegundahannya memimpin Kota Pahlawan,” ucap sebuah kalimat sinopsis di Matanajwa.com yang dipublikasikan Rabu (12/2/2014) pagi.
Label:
Air Mata,
berani,
blak-blakan,
blusukan,
Dolly,
Jokowi,
KBS,
kepala daerah,
Mata Najwa,
Meneteskan,
mengundurkan diri,
pendamping Jokowi,
Ridwan Kamil,
spontan,
Surabaya,
terpopuler,
Tri Rismaharani,
wakil wali kota
Wali Kota Ridwan Kamil Nge-fans Jokowi
| Meski program kerjanya dinilai kreatif, Ridwan pun sering menyontek gerakan yang dilakukan Jokowi dan Tri. |
Alasan menggemari Jokowi, kata Ridwan, karena merupakan pemimpin yang berani turun ke lapangan. Dia pun menganggap bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin masa depan yang tidak kehabisan akal dalam menghadapi sebuah masalah. Selain itu, dirinya menilai Jokowi merupakan gubernur yang memiliki hati dan pikiran yang sinergis.
Label:
amfiibi,
ancaman,
hati,
hijau,
Jokowi,
keindahan kota,
menyontek,
Nge-fans,
pembunuhan,
pemimpin masa depan,
pikiran,
PolcoMM,
Ridwan Kamil,
sinergis,
Tri Rismaharini,
Wali Kota
Minggu, 09 Februari 2014
Demi Jokowi, Terry Foxconn Rela Tak Libur
| "Dia (Jokowi) punya kemampuan eksekusi yang berbeda," |
Menurutnya, Indonesia adalah negara yang prospektif untuk investasi. "Saya punya daftar negara-negara besar untuk investasi termasuk Rusia, Cina, Amerika Serikat, Mexico, Brazil, India. Tapi menurut saya masa depan dimulai di Indonesia." (Baca: Temui Jokowi, Foxconn Janji Investasi Rp 12 T).
Bursa Capres PPP: Jokowi Bertahan, Samad Dicoret
Jakarta-Partai Persatuan Pembangunan akhirnya menyepakati tujuh tokoh yang bakal dijadikan kandidat calon presiden dalam Pemilu 2014. Tiga nama lain yang diusul sebelumnya yakni Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan salah satu putri Gusdur Yenni Wahid dicoret dalam bursa calon presiden itu. (baca: Jokowi Masuk Bursa Capres PPP, Bagaimana Petanya?)
Akhirnya, kata Yani, kandidat calon presidien yang diputuskan partainya adalah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddique, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Asosiasi Pemerintahan Seluruh Indonesia (APKASI), Isran Noor.(Baca: Survei PPP: Jokowi-Mahfud Populer di Pesantren) Sumber *
Akhirnya, kata Yani, kandidat calon presidien yang diputuskan partainya adalah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddique, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Asosiasi Pemerintahan Seluruh Indonesia (APKASI), Isran Noor.(Baca: Survei PPP: Jokowi-Mahfud Populer di Pesantren) Sumber *
Label:
Abraham Samad,
bertahan,
Bursa,
Capres,
Dicoret,
Din Syamsuddin,
Isran Noor,
Jimly Asshiddique,
Jokowi,
Khofifah Indar Parawansa,
Moeldoko,
PPP,
Suryadharma Ali,
Yenni Wahid
Sabtu, 08 Februari 2014
Ternyata Pendukung Jokowi Pemilih Cerdas dan Galau
Elektabilitas Gubernur DKI Jokowi masih menduduki posisi tertinggi di survei Alvara Research Center. Bahkan elektabilitas Jokowi melonjak dari 22,1% pada pertengahan 2013 menjadi 42,5% di awal 2014. Ternyata Jokowi mendapat dukungan signifikan dari kelas menengah.
"Elektabilitas Joko Widodo paling tinggi di semua tipe pemilih kelas menengah Indonesia terutama di tipe pemilih cerdas dan pemilih galau," kata pendiri Alvara, Hasanuddin Ali, menyampaikan kesimpulan surveinya dalam siaran pers, Sabtu (8/2/2014).
Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada 1.500 responden berusia 17–55 tahun dengan margin error 2,5% yang dilaksanakan pada 16–30 Januari 2014 di 12 kota sebagai berikut: Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, Makassar, Manado, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin dan Balikpapan.
Swing voters atau pemilih galau mendominasi (27,1%) responden survei ini. Pemilih ini merupakan pemilih yang mengikuti kemana arah suara kebanyakan mengalir, mereka juga cenderung tidak loyal terhadap partai/kandidat tertentu.
Label:
Aburizal Barkrie,
Alvara,
Capres,
Cerdas,
Galau,
Hasanuddin Ali,
Joko Widodo,
Jokowi,
kelas menengah,
melonjak,
Pemilih,
Pendukung,
pers,
Prabowo Subianto,
signifikan,
swing voters,
Ternyata,
Top Of Mind
Rabu, 29 Januari 2014
Jokowi Menjadi Fenomenal di Media Asing
Sejumlah media asing kerap mengikuti kegiatan Jokowi sehari-hari. Bahkan tak sedikit yang membuat ulasan khusus tentang sang politikus PDIP tersebut. Mulai dari TV5 asal Prancis hingga media-media cetak luar negeri.
Media kenamaan Amerika Serikat New York Times pada Rabu (25/9) menyoroti kegiatan blusukan Jokowi. Bahkan mereka menyebutnya 'A Governor at Home on the Streets'.
New York Times juga menggambarkan bagaimana Jokowi merupakan sebuah harapan di mana dia tidak menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri. Jokowi dipuji sebagai politisi yang bersih. Jokowi juga dinilai sukses membereskan Tanah Abang dan Waduk Pluit.
Label:
aneh,
Der Spiegel,
Fenomenal,
Harun al-Rashid,
Jokowi,
keemasan Islam,
Man of The People,
Media Asing,
Mick Jagger,
Nelson Mandela,
New York Times,
PDIP,
Prancis,
SBY,
Tanah Abang,
TV5,
Waduk Pluit
Sabtu, 08 Desember 2012
Jokowi Kucurkan Bantuan untuk Perbaiki Jembatan di Srengseng Sawah
Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengunjungi lokasi jembatan mengenaskan di Srengseng Sawah, Jaksel. Jokowi pun sempat uji nyali berjalan di jembatan itu. Nah, selepas mencoba jembatan, dia pun meminta agar biaya untuk perbaikan jembatan dihitung.
"Tolong dihitung anggarannya berapa," kata Jokowi kepada Ketua RT di Srengseng Sawah, Sabtu (8/12/2012).
Kemudian, Jokowi pun meminta agar ajudannya mencatat biaya untuk perbaikan itu. Kemudian dia kembali berpesan kepada warga agar tidak ada anak-anak yang menyeberang lagi.
"Ini saya ngeri, harus rampung cepat ya," jelas Jokowi.
Jokowi juga sempat memberikan bantuan dana kepada warga untuk melakukan perbaikan sementara. Jembatan itu sudah 30 tahun dan sudah 2 kali direnovasi.
"Tolong dihitung anggarannya berapa," kata Jokowi kepada Ketua RT di Srengseng Sawah, Sabtu (8/12/2012).
Kemudian, Jokowi pun meminta agar ajudannya mencatat biaya untuk perbaikan itu. Kemudian dia kembali berpesan kepada warga agar tidak ada anak-anak yang menyeberang lagi.
"Ini saya ngeri, harus rampung cepat ya," jelas Jokowi.
Jokowi juga sempat memberikan bantuan dana kepada warga untuk melakukan perbaikan sementara. Jembatan itu sudah 30 tahun dan sudah 2 kali direnovasi.
Kamis, 22 Maret 2012
AHOK, Calon Wagub DKI Pendamping Jokowi, Siapa Dia?
Inilah Alasan Mengapa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Dipilih Mendampingi Jokowi Sebagai Calon Wakil Gubernur Jakarta
Dalam euforia atas terpilihnya Joko Widodo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal saya. Mengapa ada nama Ahok disana? Siapakah Basuki Tjahaja Purnama ini, orang yang dipilih melewati Dedi Mizwar seorang artis ternama atau Boy Sadikin anak dari Mantan Gubernur Ali Sadikin yang paling di hormati?
Siapa Sebenarnya Ahok? Basuki alias Ahok, dikenal warga Belitung sebagai sosok pejabat yang ramah. Ahok selalu membuka lebar kaca jendela mobil dinas Nisan Teranonya dan menyapa semua orang yang ditemui selama di perjalanan. Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur pada periode 2005-2010. Ahok kala itu maju diusung dua partai gurem, yakni Partai Indonesia Baru dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Isu utama yang dia usung adalah pendidikan dan kesehatan.
Di awal pemerintahannya, pemerintah Belitung Timur membebaskan biaya pendidikan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas negeri. Belasan siswa berprestasi dikirim melanjutkan belajar gratis ke Universitas Trisakti, Jakarta, dan Universitas Bangka-Belitung. Setiap siswa itu disubsidi Rp 1 juta per bulan untuk yang di Jakarta, dan separuhnya untuk Bangka.
Untuk menggarap dua program itu, Ahok menggunakan taktik dagang. Ia rela tawar-menawar premi asuransi kesehatan dengan PT Askes. Hasilnya, pemerintah cukup membayar separuh dari harga normal untuk menopang biaya kesehatan 50 ribu warganya. Adapun komisi dari perusahaan itu ia pakai untuk tambahan dana puskesmas dan tunjangan dokter.
Ahok memotong biaya perjalanan dinasnya, dari Rp 1 miliar per tahun menjadi seperlimanya. Pos yang sama untuk kepala dinas dikorting. Untuk perjalanan ke Jakarta, hanya dapat uang tiket kapal, bukan pesawat.*
Selain menganggarkan porsi 40 persen untuk kesehatan dan pendidikan, pemilik nama asli Zhong Wan Xie juga menyediakan dana untuk warga yang meninggal. Dengan syarat membuat akta kematian, keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan Rp 500 ribu. Subsidi pembangunan rumah pun disediakan untuk keluarga tak mampu.
Dalam memimpin Belitung Timur, Ahok dikenal tegas. Menurut para pegawai di wilayah itu, apabila mereka ketahuan kongkow pada jam kerja langsung mendapat sanksi, ditahan kenaikan pangkatnya. Di sisi lain, Bupati memberi honor untuk para ketua RT Rp 300 ribu, Ketua Dusun Rp 640 ribu, dan Kepala Desa Rp 2 juta per bulan.
Baru satu setengah tahun Ahok menjabat bupati, Tiga Pilar Kemitraan, sebuah kelompok yang dibentuk oleh Masyarakat Transparansi Indonesia, Kadin, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, mendaulatnya sebagai satu di antara dua Tokoh Antikorupsi 2006.
Selain itu majalah Tempo "mengganjarnya" sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah Indonesia.
Jelas bagi saya mengapa Ahok yang dipilih, Jokowi dan Ahok memiliki mind set yang sama dalam memimpin suatu wilayah; Anti korupsi, penataan birokrasi pelayanan publik, memanusiakan manusia dan mengangkat derajat hidup masyarakat. Mereka serius ingin untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta, bukan untuk menang Pilkada semata. Karena jika hanya ingin mendulang suara Dedi Mizwar tentu lebih ok bukan.
Dalam euforia atas terpilihnya Joko Widodo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal saya. Mengapa ada nama Ahok disana? Siapakah Basuki Tjahaja Purnama ini, orang yang dipilih melewati Dedi Mizwar seorang artis ternama atau Boy Sadikin anak dari Mantan Gubernur Ali Sadikin yang paling di hormati?
Siapa Sebenarnya Ahok? Basuki alias Ahok, dikenal warga Belitung sebagai sosok pejabat yang ramah. Ahok selalu membuka lebar kaca jendela mobil dinas Nisan Teranonya dan menyapa semua orang yang ditemui selama di perjalanan. Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur pada periode 2005-2010. Ahok kala itu maju diusung dua partai gurem, yakni Partai Indonesia Baru dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Isu utama yang dia usung adalah pendidikan dan kesehatan.
Di awal pemerintahannya, pemerintah Belitung Timur membebaskan biaya pendidikan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas negeri. Belasan siswa berprestasi dikirim melanjutkan belajar gratis ke Universitas Trisakti, Jakarta, dan Universitas Bangka-Belitung. Setiap siswa itu disubsidi Rp 1 juta per bulan untuk yang di Jakarta, dan separuhnya untuk Bangka.
Untuk menggarap dua program itu, Ahok menggunakan taktik dagang. Ia rela tawar-menawar premi asuransi kesehatan dengan PT Askes. Hasilnya, pemerintah cukup membayar separuh dari harga normal untuk menopang biaya kesehatan 50 ribu warganya. Adapun komisi dari perusahaan itu ia pakai untuk tambahan dana puskesmas dan tunjangan dokter.
Ahok memotong biaya perjalanan dinasnya, dari Rp 1 miliar per tahun menjadi seperlimanya. Pos yang sama untuk kepala dinas dikorting. Untuk perjalanan ke Jakarta, hanya dapat uang tiket kapal, bukan pesawat.*
Selain menganggarkan porsi 40 persen untuk kesehatan dan pendidikan, pemilik nama asli Zhong Wan Xie juga menyediakan dana untuk warga yang meninggal. Dengan syarat membuat akta kematian, keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan Rp 500 ribu. Subsidi pembangunan rumah pun disediakan untuk keluarga tak mampu.
Dalam memimpin Belitung Timur, Ahok dikenal tegas. Menurut para pegawai di wilayah itu, apabila mereka ketahuan kongkow pada jam kerja langsung mendapat sanksi, ditahan kenaikan pangkatnya. Di sisi lain, Bupati memberi honor untuk para ketua RT Rp 300 ribu, Ketua Dusun Rp 640 ribu, dan Kepala Desa Rp 2 juta per bulan.
Baru satu setengah tahun Ahok menjabat bupati, Tiga Pilar Kemitraan, sebuah kelompok yang dibentuk oleh Masyarakat Transparansi Indonesia, Kadin, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, mendaulatnya sebagai satu di antara dua Tokoh Antikorupsi 2006.
Selain itu majalah Tempo "mengganjarnya" sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah Indonesia.
Jelas bagi saya mengapa Ahok yang dipilih, Jokowi dan Ahok memiliki mind set yang sama dalam memimpin suatu wilayah; Anti korupsi, penataan birokrasi pelayanan publik, memanusiakan manusia dan mengangkat derajat hidup masyarakat. Mereka serius ingin untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta, bukan untuk menang Pilkada semata. Karena jika hanya ingin mendulang suara Dedi Mizwar tentu lebih ok bukan.
Label:
Aho,
Basuk Tjahay Purnama,
beasiswa,
bebas,
Belitung Timur,
biaya,
Boy Sadikin,
Dedi Mizwar,
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,
DKI,
Jokowi,
kesehatan,
partai gurem,
pendidikan,
ramah,
subsudi
Senin, 19 Maret 2012
Fauzi Bowo Versus Jokowi, Menuju DKI-1
![]() | Pendaftaran pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta berakhir hari ini, Senin, 19 Maret 2012. Sejumlah partai masih "menyembunyikan" jagoannya sampai detik terakhir pendaftaran pada pukul 24.00. | ![]() |
Fauzi Bowo disebut-sebut masih diunggulkan sebagai kandidat pemenang. Namun, popularitas Fauzi sempat "digoyang" Joko Widodo yang dianggap sukses menjadi Wali Kota Solo. Jokowi mengejutkan publik Jakarta ketika ada survei yang menyatakan dia paling unggul dari calon lain. Kalau Jokowi dicalonkan partainya PDIP, persaingan menuju DKI-1 semakin ketat. Inilah beragam senjata Foke versus Jokowi?
HASIL SURVEI
Sebagai calon incumbent, popularitas dan elektabilitas Foke unggul dibanding calon lainnya. Survei PDIP dari Indobarometer awal Februari 2012 popularitas Jokowi di urutan ketiga setelah Foke dan Tantowi Yahya.
Meskipun begitu, Jokowi tetap menjadi saningan terberat Foke. Surveicyrusnetwork pada Desember 2011 elektabilitas Joko hanya 6%, bahkan di bawah Faisal Basri. Sedangkan Foke bertengger di urutan pertama dengan 25,3%. Pada akhir awal Januari 2012 elektabilitas Jokowi menjadi 17,3 % persis di bawah Foke yang turun menjadi 24,0%. Surveicyrusnetwork pada akhir Januari 2012 mendudukan Jokowi sebagai saingan utama Foke. Sebanyak 38% memilih Joko sebagai cagub. Foke hanya dipilih 34,0%.
KEMACETAN JAKARTA
Jokowi merasa yakin mampu mengatasi kemacetan Jakarta. “Ini hanya masalah komitmen menyelesaikan masalah. Kalau masalahnya macet ya harus selesaikan dulu lewat alokasi anggaran,” kata Jokowi pada perbincangan di kantor Tempo. Detailnya, menurut Jokowi, kemacetan Jakarta bisa diatasi dengan membangun MRT, subway, dan monorail.
"Kalau saya sebagai manajer kota, saya panggil ahlinya, berapa duit yang dibutuhkan," ujar Wali Kota Solo Solo dua periode ini. Yang tidak kalah penting, menurut Jokowi, adalah pengawasan pembangunan. "Masalah utama, harus terjun sendiri. Jangan di belakang meja, itu tidak bisa,” kata Jokowi.
Pada Mei 2011, ketika menjadi pembicara sebuah seminar di Jakarta, Jokowi secara jelas menyindir Foke. Ketika itu Jokowi mengomentari APBN Jakarta. Diungkapkan Jokowi, bila APBD Solo sama seperti Jakarta Rp 35 triliun, maka proyek monorail bisa ia selesaikan dalam dua tahun.
MENGATASI BANJIR JAKARTA
Banjir menjadi masalah utama warga Jakarta yang belum terselesaikan. Jokowi merasa punya kiat khusus mengatasi banjir Jakarta. Menurut Jokowi, pendekatan yang dilakukan untuk menangani banjir di Solo bisa digunakan di Jakarta. "Pendekatannya saya kira sama,” kata Wali Kota Solo ini. Menurut dia, langkah yang dipakai di Solo cukup ampuh. “Dulu Solo ada delapan titik banjir, sekarang tinggal satu tempat yang banjir,” ujar Jokowi.
Begini antara lain kiat Jokowi, “Kalkulasi banjir butuh duit berapa, tinggal panggil pelaksananya. Kalau APBD tidak bisa menutupi, panggil investor,” kata Jokowi. Soal pelaksanaan proyek, menurut Jokowi, harus dicek setiap hari karena pasti ada masalah di lapangan dan itu harus ditangani sendiri. Jangan di belakang meja. Itu tidak bisa hanya
menyuruh-nyuruh kepala dinas,” katanya.
MOBIL ESEMKA
Gencarnya media memberitakan mobil Esemka sepertinya membuat Foke tidak tahan mengomentari. Pada pertemuan warga RW 12 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan Fauzi Bowo mengatakan SMK di Jakarta tidak hanya ahli membuat mobil, tetapi juga yang lain, seperti pesawat terbang dan laptop.
"Mungkin saya kurang bisa jualan di media seperti sebelah," kata Fauzi Bowo tanpa menyebutkan nama yang dimaksud. Fauzi Bowo mengatakan kurang tereksposenya hasil karya SMK di Jakarta karena jarang media yang mau memberitakan. "Medianya tidak tahu apa memang goblok," kata Foke.
Lain kesempatan, Fauzi Bowo kembali menyindir Jokowi. "Bukan di Solodoang murid SMK bisa bikin mobil. Di Jakarta juga," kata Foke ketika berdialog dengan warga Kelurahan Cipinang Cempedak. Namun Foke mengaku belum bisa menggunakan mobil produksi SMK, bahkan untuk belum mau mempromosikannya. Menurutnya mobil produksi SMK belum punya sertifikasi. "Saya tidak akan buru-buru promosikan produk yang belum diuji kelayakan", ujar Foke. (1 Februari 2012)
GUBERNUR PENDATANG
Foke ketika silahturahmi di pondok pesantren Al-Mahbubiyah, Jalan Jeruk, kembali menyindir calon gubernur Jakarta dari luar daerah. "Sayang kalau sampai orang (daerah) lain yang jadi (gubernur). Nanti kalau Jakarta acak-acakan dia bisa saja minta berhenti, pulang ke kampungnya," ujar Fauzi. (10 Maret 2012)
Tempo
Label:
ahli,
anggaran,
banjir,
Cyrus Network,
DKI,
Faizal Basri,
Fauzi Bowo,
incumbent,
Indobarometer,
jago,
Jokowi,
kemacetan,
komitmen,
popularitas,
saingan utama,
sukes,
survei,
Tantaowi Yahya,
Walikota
Sabtu, 11 Februari 2012
Pujian Abraham Samad Untuk Jokowi
Bukan hanya kalangan masyarakat luas yang memuji kepimpinan Joko Widodo alias Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pun mengungkapkan kekagumannya terhadap Jokowi.
Pak Jokowi sungguh luar biasa sebagai kepala daerah, wali kota yang bisa memberi inspirasi bagi seluruh kepala daerah.
Pujian Ketua KPK untuk Jokowi sebagai sosok pemimpin yang memberi inspirasi pun dilontarkannya saat menghadiri acara diskusi yang digelar PDIP "Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang. Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat" di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).
"Diantara kader-kader PDIP yang hadir di sini, ada birokrasi, ada yang gubernur, dan satu lagi apakah ada Pak Jokowi," tanya Abraham pada kader PDIP yang hadir saat itu.
"Pak Jokowi sungguh luar biasa sebagai kepala daerah, wali kota yang bisa memberi inspirasi bagi seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia," sambungnya, setelah tahu Jokowi ada diantara orang-orang tersebut.
Abraham berharap Jokowi dapat menjadi teladan bagi kepala daerah di Indonesia yang anti korupsi dan membela rakyat kecil. Memperhatikan nasib rakyatnya. "Semoga semua pemimpin bisa meneladeni Pak Jokowi. Kalau semangat antikorupsi dan semangat pak Jokowi ditularkan ke seluruh Tanah Air, saya pikir perlahan-lahan negara ini menjadi baik, korupsi dapat dicegah," kata Abraham.
Seperti yang diketahui, di bawah kepemimpinan Jokowi, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Jokowi mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka.
Selain itu, Jokowi juga memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik. Ia juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Tak hanya itu, pria yang meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985 ini juga turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka.
Pak Jokowi sungguh luar biasa sebagai kepala daerah, wali kota yang bisa memberi inspirasi bagi seluruh kepala daerah.
Pujian Ketua KPK untuk Jokowi sebagai sosok pemimpin yang memberi inspirasi pun dilontarkannya saat menghadiri acara diskusi yang digelar PDIP "Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang. Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat" di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).
"Diantara kader-kader PDIP yang hadir di sini, ada birokrasi, ada yang gubernur, dan satu lagi apakah ada Pak Jokowi," tanya Abraham pada kader PDIP yang hadir saat itu.
"Pak Jokowi sungguh luar biasa sebagai kepala daerah, wali kota yang bisa memberi inspirasi bagi seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia," sambungnya, setelah tahu Jokowi ada diantara orang-orang tersebut.
Abraham berharap Jokowi dapat menjadi teladan bagi kepala daerah di Indonesia yang anti korupsi dan membela rakyat kecil. Memperhatikan nasib rakyatnya. "Semoga semua pemimpin bisa meneladeni Pak Jokowi. Kalau semangat antikorupsi dan semangat pak Jokowi ditularkan ke seluruh Tanah Air, saya pikir perlahan-lahan negara ini menjadi baik, korupsi dapat dicegah," kata Abraham.
Seperti yang diketahui, di bawah kepemimpinan Jokowi, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Jokowi mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka.
Selain itu, Jokowi juga memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik. Ia juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Tak hanya itu, pria yang meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985 ini juga turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka.
Rabu, 11 Januari 2012
Uji Emisi Kiat Esemka Pekan Ini?
Dukungan Walikota Solo Joko Widodo untuk mobil Esemka, semakin total. Paling lambat akhir pekan ini, Jokowi akan membawa sendiri Esemka yang menjadi mobil dinasnya untuk diuji emisi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.
Jokowi optimis, mobil itu akan lolos uji emisi. Sebab, kondisi mobil itu saat ini sudah memenuhi standar Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia. ”Sebenarnya gak usah pakai uji emisi sudah jelas lolos, sudah nanti kita bawa ke Jakarta. Kalau perlu saya sopiri sendiri sama Pak Wawali,” katanya kepada wartawan di Balaikota Selasa (10/1).
Jokowi juga mengatakan, banyak investor tertarik berinventasi pada Esemka. Sudah ada beberapa pengusaha yang mengajukan diri, baik dari lokal Solo maupun dari luar Solo. Tetapi yang jelas investor itu adalah investor lokal. Diyakini, investor yang tertarik akan bertambah jika nanti Esemka sudah benar-benar lolos laik jalan. ”Tinggal menjalani satu uji, yakni uji emisi,” paparnya.
Dipastikan investasi yang dibutuhkan akan mencapai triliunan rupiah. Tetapi, Jokowi memandang bukan hanya kekuatan modal saja yang dibutuhkan, pengalaman di bidang otomotif pun diperlukan. ”Yang pasti, saya yakin investor nanti tidak akan merugi. Karena produk ini bagus, mampu bersaing dan mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Dukungan itu, misalnya saat ini Pemkot Solo sudah menyiapkan lahan untuk perakitan Esemka. “Mungkin saja Solo Techno Park kurang luas, ndak masalah, masih ada lahan di Pedaringan yang bisa dipakai. Pokoknya kita dukung, termasuk lahan kita siapkan,” tandasnya.
Meniru China
Terpisah, Sukiyat, praktisi yang digandeng pemerintah untuk mewujudkan Esemka di Klaten mengakui, salah satu produk Esemka mengambil komponen dan meniru desain salah satu mobil produk China, Foday yang diproduksi di Guangdong.
“Ceritanya, waktu saya ke China saya membeli beberapa perangkat mobil dari sana untuk saya pakai. Itu bukan namanya plagiat, saya ke sana beli beberapa bagian. Lampu, dash board mobil serta bagian kap yang saya tiru,” ujarnya di kantornya di Klaten, Selasa (10/1).
Mengenai desain yang sangat mirip, dia berkilah ”Masak mau bikin mobil dengan desain mencong-mencong, paling tidak menyamai desain standar yang ada di pasaran,” ujarnya.
Alasan dirinya mengambil desain ini karena suka dengan bentuknya yang seperti walang. Moncong mobil tersebut menurutnya sekilas seperti binatang walang yang mempunyai kesan garang. Tetapi dirinya mengaku jika sudah diproduksi massal maka sudah sewajarnya dirinya akan mendesain ulang tampilan mobil untuk mendapat originalitas produk.
”Tapi kalau yang dipakai Jokowi itu, Kiat Esemka bukan desain yang saya tiru dari China, hanya mobil jenis Land Cruiser ini saja,” ujar Sukiyat.
Meniru desain, diakui memang dilakukan juga untuk proses mengajari pelajar SMK menciptakan mobil. ” Saya berprinsip 3N, nirokke, niteni, nambahi (menirukan, mengingat dan menambahi). Itu pula yang saya ajarkan pada anak-anak SMK yang belajar di sini,” ujarnya.
Sebelumnya di situs www.teknologi.kompasiana.com tanggal 9 Januari 2011 mobil Kiat Esemka disebut kloningan mobil Foday lansiran pabrik Guangdong. ”Dari statement yang diberikan oleh pihak-pihak yang berwenang, sekitar proyek mobil Esemka, bahwa kandungan lokal mobil itu telah mencapai 80 persen. Namun, dengan kenyataan yang baru saja kami temukan tersebut, apakah mungkin kandungan lokal masih di level 80 persen ?,” demikian sebagian isi berita tersebut.
Joglosemar
Jokowi optimis, mobil itu akan lolos uji emisi. Sebab, kondisi mobil itu saat ini sudah memenuhi standar Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia. ”Sebenarnya gak usah pakai uji emisi sudah jelas lolos, sudah nanti kita bawa ke Jakarta. Kalau perlu saya sopiri sendiri sama Pak Wawali,” katanya kepada wartawan di Balaikota Selasa (10/1).
Jokowi juga mengatakan, banyak investor tertarik berinventasi pada Esemka. Sudah ada beberapa pengusaha yang mengajukan diri, baik dari lokal Solo maupun dari luar Solo. Tetapi yang jelas investor itu adalah investor lokal. Diyakini, investor yang tertarik akan bertambah jika nanti Esemka sudah benar-benar lolos laik jalan. ”Tinggal menjalani satu uji, yakni uji emisi,” paparnya.
Dipastikan investasi yang dibutuhkan akan mencapai triliunan rupiah. Tetapi, Jokowi memandang bukan hanya kekuatan modal saja yang dibutuhkan, pengalaman di bidang otomotif pun diperlukan. ”Yang pasti, saya yakin investor nanti tidak akan merugi. Karena produk ini bagus, mampu bersaing dan mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Dukungan itu, misalnya saat ini Pemkot Solo sudah menyiapkan lahan untuk perakitan Esemka. “Mungkin saja Solo Techno Park kurang luas, ndak masalah, masih ada lahan di Pedaringan yang bisa dipakai. Pokoknya kita dukung, termasuk lahan kita siapkan,” tandasnya.
Meniru China
Terpisah, Sukiyat, praktisi yang digandeng pemerintah untuk mewujudkan Esemka di Klaten mengakui, salah satu produk Esemka mengambil komponen dan meniru desain salah satu mobil produk China, Foday yang diproduksi di Guangdong.
“Ceritanya, waktu saya ke China saya membeli beberapa perangkat mobil dari sana untuk saya pakai. Itu bukan namanya plagiat, saya ke sana beli beberapa bagian. Lampu, dash board mobil serta bagian kap yang saya tiru,” ujarnya di kantornya di Klaten, Selasa (10/1).
Mengenai desain yang sangat mirip, dia berkilah ”Masak mau bikin mobil dengan desain mencong-mencong, paling tidak menyamai desain standar yang ada di pasaran,” ujarnya.
Alasan dirinya mengambil desain ini karena suka dengan bentuknya yang seperti walang. Moncong mobil tersebut menurutnya sekilas seperti binatang walang yang mempunyai kesan garang. Tetapi dirinya mengaku jika sudah diproduksi massal maka sudah sewajarnya dirinya akan mendesain ulang tampilan mobil untuk mendapat originalitas produk.
”Tapi kalau yang dipakai Jokowi itu, Kiat Esemka bukan desain yang saya tiru dari China, hanya mobil jenis Land Cruiser ini saja,” ujar Sukiyat.
Meniru desain, diakui memang dilakukan juga untuk proses mengajari pelajar SMK menciptakan mobil. ” Saya berprinsip 3N, nirokke, niteni, nambahi (menirukan, mengingat dan menambahi). Itu pula yang saya ajarkan pada anak-anak SMK yang belajar di sini,” ujarnya.
Sebelumnya di situs www.teknologi.kompasiana.com tanggal 9 Januari 2011 mobil Kiat Esemka disebut kloningan mobil Foday lansiran pabrik Guangdong. ”Dari statement yang diberikan oleh pihak-pihak yang berwenang, sekitar proyek mobil Esemka, bahwa kandungan lokal mobil itu telah mencapai 80 persen. Namun, dengan kenyataan yang baru saja kami temukan tersebut, apakah mungkin kandungan lokal masih di level 80 persen ?,” demikian sebagian isi berita tersebut.
Joglosemar
Label:
China,
Euro 2,
Fodey,
Guangdong,
Joko Widodo,
Jokowi,
Kiat Esemka,
Land Cruiser,
plagiat,
SMK,
Solo,
Sukyat
Langganan:
Postingan (Atom)




