Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terpilih menjadi wali kota terbaik dunia untuk bulan Februari versi Citymayors.com. Risma dipilih karena dinilai berhasil membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan Kota Surabaya.
"Dia dengan penuh semangat mempromosikan kebijakan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan," tulis situs Citymayors, Jumat, 21 Februari 2014. (Baca juga: Mimpi Wali Kota Risma tentang Surabaya)
Menurut situs itu, sejak menjabat wali kota pada 2010 lalu, Risma terus memperjuangkan pengembangan pelabuhan di Jawa Timur yang sudah tersendat sejak 20 tahun lalu. Sejak Risma menjabat wali kota, pengembangan lalu lintas pelabuhan sudah meningkat hingga 200 persen.
Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
Senin, 26 Maret 2012
Kartu Kesehatan & Pendidikan Untuk DKI Ala Jokowi
Joko Widodo, cagub DKI dari PDIP menebar konsepnya di bidang pendidikan dan kesehatan bila terpilih menjadi DKI 1. Solusinya, seperti yang sudah dilakukannya di Solo, satu kartu untuk semua layanan kesehatan dan pendidikan. Seperti apa?
"Saya kira nanti kita akan buat semuanya sistem kartu, sebentar saya tunjukkan," kata Walikota Solo ini sambil menunjukkan kartu berwarna kuning seukuran KTP yang dilaminating. Dia mengeluarkan kartu itu dari dompetnya.
Hal itu disampaikan sarjana kehutanan UGM ini di Restoran Madam Ching, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2012).
Tampak dalam kartu itu, data umum identitas diri dan foto. Dia menambahkan, dengan kartu untuk kesehatan yang sudah diterapkannya selama 6 tahun di Solo ini, Jokowi ingin membangun sistem, bukan hanya menyiapkan anggarannya.
"Kalau anggarannya ada tapi sistemnya belum terbangun ya anggarannya akan lari ke mana-mana. Tapi kalau sistemnya sudah terbangun, baru tinggal dicari anggaran, masuk dan berjalan," imbuhnya.
Dengan manajemen kontrol yang baik, dirinya yakin sistem ini bisa berjalan di Jakarta. Kartu kesehatan dan pendidikan juga merupakan alat kontrol yang baik.
"Jadi kesehatan harus dengan sistem kartu seperti ini, ini manajemen kontrolnya mudah, dan harus komprehensif. Lihat dia, tidak mampu benar atau tidak? Dia miskin benar atau nggak? Kemudian di sini ada apa yang dilayani, apa yang tidak dilayani. Ada semuanya. Jadi tidak hanya menganggarkan kemudian bagi-bagi, siapa-siapa yang harus dapat dan tidak pakai SKTM (Surat Keteranga Tidak Mampu). Itu sudah sakit, harus datang ke RT/RW/Kelurahan, makin sakit itu," tuturnya.
Dengan kartu kesehatan ini, warga bisa berobat ke mana saja, rumah sakit pemerintah atau swasta, hingga poliklinik dan puskesmas. Pihak rumah sakitlah yang akan menagih ke Pemprov DKI.
"Dengan kartu kesehatan ini nanti bisa ke mana-mana, dengan ini saja. Sakit sekarang, datang ke rumah sakit swasta, datang ke rumah sakit negeri, datang ke puskesmas, datang poliklinik, bawa ini. Sudah nanti rumah sakit yang charge ke pemerintah DKI, itu saja. Ini sistem yang sudah kita jalani 6 tahun, yang pendidikan sudah berjalan 4 tahun," jelas Jokowi yang berkemeja kotak-kotak ini.
(nwk/nrl)
"Saya kira nanti kita akan buat semuanya sistem kartu, sebentar saya tunjukkan," kata Walikota Solo ini sambil menunjukkan kartu berwarna kuning seukuran KTP yang dilaminating. Dia mengeluarkan kartu itu dari dompetnya.
Hal itu disampaikan sarjana kehutanan UGM ini di Restoran Madam Ching, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2012).
Tampak dalam kartu itu, data umum identitas diri dan foto. Dia menambahkan, dengan kartu untuk kesehatan yang sudah diterapkannya selama 6 tahun di Solo ini, Jokowi ingin membangun sistem, bukan hanya menyiapkan anggarannya.
"Kalau anggarannya ada tapi sistemnya belum terbangun ya anggarannya akan lari ke mana-mana. Tapi kalau sistemnya sudah terbangun, baru tinggal dicari anggaran, masuk dan berjalan," imbuhnya.
Dengan manajemen kontrol yang baik, dirinya yakin sistem ini bisa berjalan di Jakarta. Kartu kesehatan dan pendidikan juga merupakan alat kontrol yang baik.
"Jadi kesehatan harus dengan sistem kartu seperti ini, ini manajemen kontrolnya mudah, dan harus komprehensif. Lihat dia, tidak mampu benar atau tidak? Dia miskin benar atau nggak? Kemudian di sini ada apa yang dilayani, apa yang tidak dilayani. Ada semuanya. Jadi tidak hanya menganggarkan kemudian bagi-bagi, siapa-siapa yang harus dapat dan tidak pakai SKTM (Surat Keteranga Tidak Mampu). Itu sudah sakit, harus datang ke RT/RW/Kelurahan, makin sakit itu," tuturnya.
Dengan kartu kesehatan ini, warga bisa berobat ke mana saja, rumah sakit pemerintah atau swasta, hingga poliklinik dan puskesmas. Pihak rumah sakitlah yang akan menagih ke Pemprov DKI.
"Dengan kartu kesehatan ini nanti bisa ke mana-mana, dengan ini saja. Sakit sekarang, datang ke rumah sakit swasta, datang ke rumah sakit negeri, datang ke puskesmas, datang poliklinik, bawa ini. Sudah nanti rumah sakit yang charge ke pemerintah DKI, itu saja. Ini sistem yang sudah kita jalani 6 tahun, yang pendidikan sudah berjalan 4 tahun," jelas Jokowi yang berkemeja kotak-kotak ini.
(nwk/nrl)
Sabtu, 24 Maret 2012
Pertarungan Sengit (Versi Yudi Latif): Jokowi-Ahok, Foke-Nara, dan Hidayat-Didik
Bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta kian ramai. Sebanyak enam pasangan resmi mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2012-2017, baik melalui sokongan partai politik maupaun jalur independen.
Mereka yang menggunakan kendaraan parpol adalah: Alex Noerdin-Nono Sampono (Golkar, PPP, dan PDS), Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (PDIP, Gerindra), Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Demokrat, PAN, PDS, Hanura, dan PKB), dan Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini (PKS).
Sedangkan dua pasangan yang melalui jalur independen adalah: Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria.
Melihat nama-nama itu, pengamat politik Yudi Latif sudah mencium sengitnya pertarungan. Ia bahkan memprediksi pemilihan akan berlangsung dua putaran.
Lalu, siapa yang menurutnya sanggup menembus putaran kedua? Yudi memprediksi tiga pasangan yang memiliki peluang kuat masuk putaran kedua, yakni Jokowi-Ahok, Foke-Nara, dan Hidayat-Didik.
"Pilihannya, Jokowi-Ahok Vs Hidayat-Didik, atau Jokowi-Ahok Vs Foke-Nara," kata Yudi, dalam acara bertajuk 'Kepemimpinan Berintegritas untuk Indonesia Berdaulat dan Bermartabat', di Jakarta, Jumat, 23 Maret 2012.
Yudi melihat peluang besar di pasangan Jokowi-Ahok. Selain memiliki dukungan partai politik yang kuat, sosok Jokowi memiliki track record sangat bagus ketika memimpin Kota Solo. Dukungan partai yang solid dan track record bagus juga dimiliki pasangan Hidayat-Didik.
Sementara pasangan Foke-Nara diuntungkan dengan status incumbent sehingga masih sanggup menguasai jaringan aparat pemerintahan yang dinilai signifkan mendongkrak suara. "Kalau calon independen nggak punya jaringan grass root," ujarnya.
VIVAnews
Mereka yang menggunakan kendaraan parpol adalah: Alex Noerdin-Nono Sampono (Golkar, PPP, dan PDS), Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (PDIP, Gerindra), Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Demokrat, PAN, PDS, Hanura, dan PKB), dan Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini (PKS).
Sedangkan dua pasangan yang melalui jalur independen adalah: Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria.
Melihat nama-nama itu, pengamat politik Yudi Latif sudah mencium sengitnya pertarungan. Ia bahkan memprediksi pemilihan akan berlangsung dua putaran.
Lalu, siapa yang menurutnya sanggup menembus putaran kedua? Yudi memprediksi tiga pasangan yang memiliki peluang kuat masuk putaran kedua, yakni Jokowi-Ahok, Foke-Nara, dan Hidayat-Didik.
"Pilihannya, Jokowi-Ahok Vs Hidayat-Didik, atau Jokowi-Ahok Vs Foke-Nara," kata Yudi, dalam acara bertajuk 'Kepemimpinan Berintegritas untuk Indonesia Berdaulat dan Bermartabat', di Jakarta, Jumat, 23 Maret 2012.
Yudi melihat peluang besar di pasangan Jokowi-Ahok. Selain memiliki dukungan partai politik yang kuat, sosok Jokowi memiliki track record sangat bagus ketika memimpin Kota Solo. Dukungan partai yang solid dan track record bagus juga dimiliki pasangan Hidayat-Didik.
Sementara pasangan Foke-Nara diuntungkan dengan status incumbent sehingga masih sanggup menguasai jaringan aparat pemerintahan yang dinilai signifkan mendongkrak suara. "Kalau calon independen nggak punya jaringan grass root," ujarnya.
VIVAnews
Jumat, 24 Februari 2012
PNS Kota Solo Wajib Mengenakan Pakaian Tradisional Setiap Kamis
Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, mulai hari ini mewajibkan pegawai negeri sipil mengenakan pakaian tradisional setiap Kamis. Kebijakan yang mengedepankan budaya diterapkan Wali Kota Joko Widodo dan Wakil Walikota, Hadi Rudyatmo untuk mewujudkan obsesi "Solo Masa Depan Adalah Solo Masa Lalu" mengandung arti budaya yang sempat terpendam kini dimunculkan kembali.
Rabu, 18 Januari 2012
Kiat Esemka: dari Solo ke Bengkulu, Solidaritas Antar Walikota
Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi akan melelang mobil dinas Toyota Fortuner yang digunakannya selama ini dan menggantinya dengan mobil rakitan produk anak negeri Kiat Esemka.
"Saya telah memesan satu unit mobil kiat esemka dan akan saya jadikan kendaraan dinas, sedangkan mobil dinas saya itu akan dilelang dan uangnya disumbangkan ke koperasi wanita di Kota Bengkulu," kata Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi, Senin.
Ia menjelaskan, telah mencoba langsung mobil Esemka milik Wali Kota Solo Djoko Widodo di halaman rumah dinasnya beberapa hari lalu ketika berkunjung ke sana.
Dirinya juga merasa bangga dengan karya pelajar SMK Solo yang mampu menghasilkan kreasi dan kreatifitas di bidang otomotif.
"Saya sangat penasaran dengan mobil ini sehingga langsung mencoba dengan datang ke Solo. Ini bukti keseriusan saya mendukung para pelajar kreatif Indonesia," katanya.
Kendaraan buatan anak bangsa itu nantinya dijadikan kendaraan dinas bahkan semua dinas instansi di lingkungan Pemkot Bengkulu dianjurkan untuk mengganti kendaraan dinas dengan mobil Esemka.
Mobil Kiat Esemka itu menjadi kendaraan dinas Wali Kota Bengkulu, rencanannya akan diluncurkan pada 17 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, sekaligus penggunaan perdana mobil Kiat Esemka serentak di seluruh Indonesia.
"Saya sedang berkoordinasi dengan seluruh kepala daerah, bahwa 17 Agustus 2012 sebagai bentuk kebangkitan produksi dalam negeri," tambahnya.
Humas Pemkot Bengkulu Suryawan Halusi mengatakan, pada saat kunjungan Wali Kota Bengkulu ke Solo beberapa hari lalu mendapat sambutan khusus dan ucapan terima kasih dari Wali Kota Solo Joko Widodo.
"Saya sangat senang atas adanya tanggapan positif Wali Kota Bengkulu terhadap mobil Esemka ini, apalagi beliau juga akan menggunakannya sebagai kendaraan dinas," kata Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi ketika bertemu Kanedi.
Sementara itu salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Bengkulu Firdaus menyambut baik, ide Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi mengganti mobil dinas dengan mobil buatan anak bangsa.
"Ini merupakan langkah baik dan harus diapresiasi pimpinan daerah di seluruh Indonesia agar kreatifitas dan kemampuan anak bangsa merasa dihargai, meski selama ini sudah banyak hasil karya anak bangsa yang bisa dibanggakan," jelasnya.
Berita Yahoo!
"Saya telah memesan satu unit mobil kiat esemka dan akan saya jadikan kendaraan dinas, sedangkan mobil dinas saya itu akan dilelang dan uangnya disumbangkan ke koperasi wanita di Kota Bengkulu," kata Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi, Senin.
Ia menjelaskan, telah mencoba langsung mobil Esemka milik Wali Kota Solo Djoko Widodo di halaman rumah dinasnya beberapa hari lalu ketika berkunjung ke sana.
Dirinya juga merasa bangga dengan karya pelajar SMK Solo yang mampu menghasilkan kreasi dan kreatifitas di bidang otomotif.
"Saya sangat penasaran dengan mobil ini sehingga langsung mencoba dengan datang ke Solo. Ini bukti keseriusan saya mendukung para pelajar kreatif Indonesia," katanya.
Kendaraan buatan anak bangsa itu nantinya dijadikan kendaraan dinas bahkan semua dinas instansi di lingkungan Pemkot Bengkulu dianjurkan untuk mengganti kendaraan dinas dengan mobil Esemka.
Mobil Kiat Esemka itu menjadi kendaraan dinas Wali Kota Bengkulu, rencanannya akan diluncurkan pada 17 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, sekaligus penggunaan perdana mobil Kiat Esemka serentak di seluruh Indonesia.
"Saya sedang berkoordinasi dengan seluruh kepala daerah, bahwa 17 Agustus 2012 sebagai bentuk kebangkitan produksi dalam negeri," tambahnya.
Humas Pemkot Bengkulu Suryawan Halusi mengatakan, pada saat kunjungan Wali Kota Bengkulu ke Solo beberapa hari lalu mendapat sambutan khusus dan ucapan terima kasih dari Wali Kota Solo Joko Widodo.
"Saya sangat senang atas adanya tanggapan positif Wali Kota Bengkulu terhadap mobil Esemka ini, apalagi beliau juga akan menggunakannya sebagai kendaraan dinas," kata Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi ketika bertemu Kanedi.
Sementara itu salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Bengkulu Firdaus menyambut baik, ide Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi mengganti mobil dinas dengan mobil buatan anak bangsa.
"Ini merupakan langkah baik dan harus diapresiasi pimpinan daerah di seluruh Indonesia agar kreatifitas dan kemampuan anak bangsa merasa dihargai, meski selama ini sudah banyak hasil karya anak bangsa yang bisa dibanggakan," jelasnya.
Berita Yahoo!
Rabu, 11 Januari 2012
Uji Emisi Kiat Esemka Pekan Ini?
Dukungan Walikota Solo Joko Widodo untuk mobil Esemka, semakin total. Paling lambat akhir pekan ini, Jokowi akan membawa sendiri Esemka yang menjadi mobil dinasnya untuk diuji emisi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.
Jokowi optimis, mobil itu akan lolos uji emisi. Sebab, kondisi mobil itu saat ini sudah memenuhi standar Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia. ”Sebenarnya gak usah pakai uji emisi sudah jelas lolos, sudah nanti kita bawa ke Jakarta. Kalau perlu saya sopiri sendiri sama Pak Wawali,” katanya kepada wartawan di Balaikota Selasa (10/1).
Jokowi juga mengatakan, banyak investor tertarik berinventasi pada Esemka. Sudah ada beberapa pengusaha yang mengajukan diri, baik dari lokal Solo maupun dari luar Solo. Tetapi yang jelas investor itu adalah investor lokal. Diyakini, investor yang tertarik akan bertambah jika nanti Esemka sudah benar-benar lolos laik jalan. ”Tinggal menjalani satu uji, yakni uji emisi,” paparnya.
Dipastikan investasi yang dibutuhkan akan mencapai triliunan rupiah. Tetapi, Jokowi memandang bukan hanya kekuatan modal saja yang dibutuhkan, pengalaman di bidang otomotif pun diperlukan. ”Yang pasti, saya yakin investor nanti tidak akan merugi. Karena produk ini bagus, mampu bersaing dan mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Dukungan itu, misalnya saat ini Pemkot Solo sudah menyiapkan lahan untuk perakitan Esemka. “Mungkin saja Solo Techno Park kurang luas, ndak masalah, masih ada lahan di Pedaringan yang bisa dipakai. Pokoknya kita dukung, termasuk lahan kita siapkan,” tandasnya.
Meniru China
Terpisah, Sukiyat, praktisi yang digandeng pemerintah untuk mewujudkan Esemka di Klaten mengakui, salah satu produk Esemka mengambil komponen dan meniru desain salah satu mobil produk China, Foday yang diproduksi di Guangdong.
“Ceritanya, waktu saya ke China saya membeli beberapa perangkat mobil dari sana untuk saya pakai. Itu bukan namanya plagiat, saya ke sana beli beberapa bagian. Lampu, dash board mobil serta bagian kap yang saya tiru,” ujarnya di kantornya di Klaten, Selasa (10/1).
Mengenai desain yang sangat mirip, dia berkilah ”Masak mau bikin mobil dengan desain mencong-mencong, paling tidak menyamai desain standar yang ada di pasaran,” ujarnya.
Alasan dirinya mengambil desain ini karena suka dengan bentuknya yang seperti walang. Moncong mobil tersebut menurutnya sekilas seperti binatang walang yang mempunyai kesan garang. Tetapi dirinya mengaku jika sudah diproduksi massal maka sudah sewajarnya dirinya akan mendesain ulang tampilan mobil untuk mendapat originalitas produk.
”Tapi kalau yang dipakai Jokowi itu, Kiat Esemka bukan desain yang saya tiru dari China, hanya mobil jenis Land Cruiser ini saja,” ujar Sukiyat.
Meniru desain, diakui memang dilakukan juga untuk proses mengajari pelajar SMK menciptakan mobil. ” Saya berprinsip 3N, nirokke, niteni, nambahi (menirukan, mengingat dan menambahi). Itu pula yang saya ajarkan pada anak-anak SMK yang belajar di sini,” ujarnya.
Sebelumnya di situs www.teknologi.kompasiana.com tanggal 9 Januari 2011 mobil Kiat Esemka disebut kloningan mobil Foday lansiran pabrik Guangdong. ”Dari statement yang diberikan oleh pihak-pihak yang berwenang, sekitar proyek mobil Esemka, bahwa kandungan lokal mobil itu telah mencapai 80 persen. Namun, dengan kenyataan yang baru saja kami temukan tersebut, apakah mungkin kandungan lokal masih di level 80 persen ?,” demikian sebagian isi berita tersebut.
Joglosemar
Jokowi optimis, mobil itu akan lolos uji emisi. Sebab, kondisi mobil itu saat ini sudah memenuhi standar Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia. ”Sebenarnya gak usah pakai uji emisi sudah jelas lolos, sudah nanti kita bawa ke Jakarta. Kalau perlu saya sopiri sendiri sama Pak Wawali,” katanya kepada wartawan di Balaikota Selasa (10/1).
Jokowi juga mengatakan, banyak investor tertarik berinventasi pada Esemka. Sudah ada beberapa pengusaha yang mengajukan diri, baik dari lokal Solo maupun dari luar Solo. Tetapi yang jelas investor itu adalah investor lokal. Diyakini, investor yang tertarik akan bertambah jika nanti Esemka sudah benar-benar lolos laik jalan. ”Tinggal menjalani satu uji, yakni uji emisi,” paparnya.
Dipastikan investasi yang dibutuhkan akan mencapai triliunan rupiah. Tetapi, Jokowi memandang bukan hanya kekuatan modal saja yang dibutuhkan, pengalaman di bidang otomotif pun diperlukan. ”Yang pasti, saya yakin investor nanti tidak akan merugi. Karena produk ini bagus, mampu bersaing dan mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Dukungan itu, misalnya saat ini Pemkot Solo sudah menyiapkan lahan untuk perakitan Esemka. “Mungkin saja Solo Techno Park kurang luas, ndak masalah, masih ada lahan di Pedaringan yang bisa dipakai. Pokoknya kita dukung, termasuk lahan kita siapkan,” tandasnya.
Meniru China
Terpisah, Sukiyat, praktisi yang digandeng pemerintah untuk mewujudkan Esemka di Klaten mengakui, salah satu produk Esemka mengambil komponen dan meniru desain salah satu mobil produk China, Foday yang diproduksi di Guangdong.
“Ceritanya, waktu saya ke China saya membeli beberapa perangkat mobil dari sana untuk saya pakai. Itu bukan namanya plagiat, saya ke sana beli beberapa bagian. Lampu, dash board mobil serta bagian kap yang saya tiru,” ujarnya di kantornya di Klaten, Selasa (10/1).
Mengenai desain yang sangat mirip, dia berkilah ”Masak mau bikin mobil dengan desain mencong-mencong, paling tidak menyamai desain standar yang ada di pasaran,” ujarnya.
Alasan dirinya mengambil desain ini karena suka dengan bentuknya yang seperti walang. Moncong mobil tersebut menurutnya sekilas seperti binatang walang yang mempunyai kesan garang. Tetapi dirinya mengaku jika sudah diproduksi massal maka sudah sewajarnya dirinya akan mendesain ulang tampilan mobil untuk mendapat originalitas produk.
”Tapi kalau yang dipakai Jokowi itu, Kiat Esemka bukan desain yang saya tiru dari China, hanya mobil jenis Land Cruiser ini saja,” ujar Sukiyat.
Meniru desain, diakui memang dilakukan juga untuk proses mengajari pelajar SMK menciptakan mobil. ” Saya berprinsip 3N, nirokke, niteni, nambahi (menirukan, mengingat dan menambahi). Itu pula yang saya ajarkan pada anak-anak SMK yang belajar di sini,” ujarnya.
Sebelumnya di situs www.teknologi.kompasiana.com tanggal 9 Januari 2011 mobil Kiat Esemka disebut kloningan mobil Foday lansiran pabrik Guangdong. ”Dari statement yang diberikan oleh pihak-pihak yang berwenang, sekitar proyek mobil Esemka, bahwa kandungan lokal mobil itu telah mencapai 80 persen. Namun, dengan kenyataan yang baru saja kami temukan tersebut, apakah mungkin kandungan lokal masih di level 80 persen ?,” demikian sebagian isi berita tersebut.
Joglosemar
Label:
China,
Euro 2,
Fodey,
Guangdong,
Joko Widodo,
Jokowi,
Kiat Esemka,
Land Cruiser,
plagiat,
SMK,
Solo,
Sukyat
Langganan:
Postingan (Atom)


