Tampilkan postingan dengan label sementara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sementara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Jokowi Kucurkan Bantuan untuk Perbaiki Jembatan di Srengseng Sawah

Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengunjungi lokasi jembatan mengenaskan di Srengseng Sawah, Jaksel. Jokowi pun sempat uji nyali berjalan di jembatan itu. Nah, selepas mencoba jembatan, dia pun meminta agar biaya untuk perbaikan jembatan dihitung.

"Tolong dihitung anggarannya berapa," kata Jokowi kepada Ketua RT di Srengseng Sawah, Sabtu (8/12/2012).

Kemudian, Jokowi pun meminta agar ajudannya mencatat biaya untuk perbaikan itu. Kemudian dia kembali berpesan kepada warga agar tidak ada anak-anak yang menyeberang lagi.

"Ini saya ngeri, harus rampung cepat ya," jelas Jokowi.

Jokowi juga sempat memberikan bantuan dana kepada warga untuk melakukan perbaikan sementara. Jembatan itu sudah 30 tahun dan sudah 2 kali direnovasi.

Rabu, 28 Maret 2012

PDIP AS, Kirim Surat: Pemberhentian Sementara Ibu Sri Mulyani di World Bank

Jakarta - Seseorang yang mengaku dari PDI Perjuangan Amerika Serikat, Sonny Sofiandi mengirimkan surat resmi atas nama PDIP yang ditujukan kepada Bank Dunia. Surat tersebut berisi meminta pemberhentian sementara Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Bank Dunia terkait pemberantasan korupsi.

"Dengan Hormat, dengan ini kami dari PDI Perjuangan Amerika Melampirkan Surat yang ditujukan ke World Bank untuk pemberhentian sementara Ibu Sri Mulyani di World Bank sebagai perjuangan dalam pemberantasan Korupsi di indonesia selanjutnya kami harapkan agar KPK dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap yang bersangkutan juga pihak-pihak terkait seperti Boediono dan SBY," ungkap Sonny dalam suratnya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Surat yang ditujukan kepada Robert Zoellick selaku Presiden Bank Dunia ini berisi pemberitahuan Sri Mulyani merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sri Mulyani yang menggagas kebijakan tersebut dinilai salah karena tidak ijin kepada DPR dalam melakukan bailout.

"Ini pelanggaran kewenangan. SBY dan Boediono terkait dengan transaksi ini dan dana tersebut digunakan untuk kampanye Pemilu Presiden pada 2009 silam," tuturnya.

Sonny meminta Bank Dunia segera merespon surat tersebut, dan Sri Mulyani harus diberhentikan dari jabatan di Bank Dunia agar tidak memiliki alasan untuk tidak pulang ke Indonesia dan menghadapi pemeriksaan dari pihak berwenang.

Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Sonny dan Robbynson H Suy dengan cap PDIP Amerika Serikat dan kop surat serta lambang moncong putih.
(dru/dnl)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...