Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan baru di Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan Gita Wirjawan yang telah efektif mengundurkan diri per 1 Februari 2014.
"Saya memandang saudara Muhammad Lutfi cakap dan mampu menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2014.
Lutfi, yang masih menjabat Duta Besar Indonesia untuk Jepang itu, ikut hadir bersama Gita Wirjawan dalam jumpa pers di Istana. Hadir dalam jumpa pers itu antara lain Wapres Boediono.
Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Tampilkan postingan dengan label Boediono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boediono. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Februari 2014
Jumat, 31 Januari 2014
SBY Barter Jabatan Dengan Boediono?
Presiden SBY membantah dan menjelaskan kabar terkait barter jabatan untuk Wakil Presiden Boediono.
Di halaman 133 buku terbarunya, 'Selalu Ada Pilihan', Presiden SBY menilai fitnah tersebut tak kalah seru dengan fitnah lainnya bahkan cenderung kreatif.
"Pada saat Pak Boediono, Gubernur BI waktu itu, memutuskan untuk melakukan penyelamatan Bank Century di akhir November 2008, dikatakan seseorang bahwa sayalah yang memintanya. Dengan imbalan Pak Boediono akan saya jadikan wakil presiden pada pemilihan presiden tahun 2009, atau tahun depannya. Lebih lanjut sang juru fitnah itu mengatakan bahwa tindakan itu termasuk gratifikasi. Coba, kreatif kan?" tulisnya di buku setebal 824 halaman itu.
Di halaman 133 buku terbarunya, 'Selalu Ada Pilihan', Presiden SBY menilai fitnah tersebut tak kalah seru dengan fitnah lainnya bahkan cenderung kreatif.
"Pada saat Pak Boediono, Gubernur BI waktu itu, memutuskan untuk melakukan penyelamatan Bank Century di akhir November 2008, dikatakan seseorang bahwa sayalah yang memintanya. Dengan imbalan Pak Boediono akan saya jadikan wakil presiden pada pemilihan presiden tahun 2009, atau tahun depannya. Lebih lanjut sang juru fitnah itu mengatakan bahwa tindakan itu termasuk gratifikasi. Coba, kreatif kan?" tulisnya di buku setebal 824 halaman itu.
Label:
Bank Century,
barter jabatan,
Boediono,
fitnah,
gratifikasi,
keluarga,
kreatif,
opinion leaders,
Partai Demokrat,
Saiful Mudjani,
SBY,
Selalu Ada Pilihan,
survei,
wakil presiden
Rabu, 28 Maret 2012
PDIP AS, Kirim Surat: Pemberhentian Sementara Ibu Sri Mulyani di World Bank
Jakarta - Seseorang yang mengaku dari PDI Perjuangan Amerika Serikat, Sonny Sofiandi mengirimkan surat resmi atas nama PDIP yang ditujukan kepada Bank Dunia. Surat tersebut berisi meminta pemberhentian sementara Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Bank Dunia terkait pemberantasan korupsi.
"Dengan Hormat, dengan ini kami dari PDI Perjuangan Amerika Melampirkan Surat yang ditujukan ke World Bank untuk pemberhentian sementara Ibu Sri Mulyani di World Bank sebagai perjuangan dalam pemberantasan Korupsi di indonesia selanjutnya kami harapkan agar KPK dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap yang bersangkutan juga pihak-pihak terkait seperti Boediono dan SBY," ungkap Sonny dalam suratnya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (28/3/2012).
Surat yang ditujukan kepada Robert Zoellick selaku Presiden Bank Dunia ini berisi pemberitahuan Sri Mulyani merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sri Mulyani yang menggagas kebijakan tersebut dinilai salah karena tidak ijin kepada DPR dalam melakukan bailout.
"Ini pelanggaran kewenangan. SBY dan Boediono terkait dengan transaksi ini dan dana tersebut digunakan untuk kampanye Pemilu Presiden pada 2009 silam," tuturnya.
Sonny meminta Bank Dunia segera merespon surat tersebut, dan Sri Mulyani harus diberhentikan dari jabatan di Bank Dunia agar tidak memiliki alasan untuk tidak pulang ke Indonesia dan menghadapi pemeriksaan dari pihak berwenang.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Sonny dan Robbynson H Suy dengan cap PDIP Amerika Serikat dan kop surat serta lambang moncong putih.
(dru/dnl)
"Dengan Hormat, dengan ini kami dari PDI Perjuangan Amerika Melampirkan Surat yang ditujukan ke World Bank untuk pemberhentian sementara Ibu Sri Mulyani di World Bank sebagai perjuangan dalam pemberantasan Korupsi di indonesia selanjutnya kami harapkan agar KPK dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap yang bersangkutan juga pihak-pihak terkait seperti Boediono dan SBY," ungkap Sonny dalam suratnya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (28/3/2012).
Surat yang ditujukan kepada Robert Zoellick selaku Presiden Bank Dunia ini berisi pemberitahuan Sri Mulyani merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sri Mulyani yang menggagas kebijakan tersebut dinilai salah karena tidak ijin kepada DPR dalam melakukan bailout.
"Ini pelanggaran kewenangan. SBY dan Boediono terkait dengan transaksi ini dan dana tersebut digunakan untuk kampanye Pemilu Presiden pada 2009 silam," tuturnya.
Sonny meminta Bank Dunia segera merespon surat tersebut, dan Sri Mulyani harus diberhentikan dari jabatan di Bank Dunia agar tidak memiliki alasan untuk tidak pulang ke Indonesia dan menghadapi pemeriksaan dari pihak berwenang.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Sonny dan Robbynson H Suy dengan cap PDIP Amerika Serikat dan kop surat serta lambang moncong putih.
(dru/dnl)
Label:
AS,
bailout,
Bank Century,
Bank Dunia,
Boediono,
Jakarta,
korupsi,
KPK,
PDIP,
pemberhentian,
resmi,
Robert Zoellick,
SBY,
sementara,
Sonny Sofiandi,
Sri Mulyani Indrawati,
surat
Lokasi:
Jakarta, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
