Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

SBY Tunjuk Lutfi Sebagai Menteri Perdagangan Baru

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan baru di Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan Gita Wirjawan yang telah efektif mengundurkan diri per 1 Februari 2014.

"Saya memandang saudara Muhammad Lutfi cakap dan mampu menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2014.

Lutfi, yang masih menjabat Duta Besar Indonesia untuk Jepang itu, ikut hadir bersama Gita Wirjawan dalam jumpa pers di Istana. Hadir dalam jumpa pers itu antara lain Wapres Boediono.

Selasa, 06 Maret 2012

"Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat," Kata Jokowi

Surakarta - Kegagalan mobil Esemka dalam menjalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak membuat Wali Kota Surakarta Joko Widodo patah semangat.

Bahkan sosok yang sering dipanggil Jokowi ini justru semakin bersemangat ketika diremehkan dan dicibir. "Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat," katanya kepada wartawan, Minggu, 4 Maret 2012.

Dia menilai mereka yang berkomentar minor dan mencibir sebagai sebuah dagelan. Bukannya mendukung, justru meremehkan dan merendahkan karya anak bangsa. "Sebenarnya biasa kalau sebuah karya baru dicibir. Tapi kalau yang mencibir bangsa sendiri, itu dagelan namanya," ujarnya.

Disebut dagelan karena Esemka terus dibandingkan dengan industri otomotif yang sudah eksis selama puluhan tahun, sedangkan Esemka ibarat bayi yang baru lahir.

Kemudian ada cibiran soal komponen mobil yang disebut comot sana, comot sini, serta sebagian onderdil yang masih impor. Jokowi memberikan pandangan pada masa-masa awal Korea Selatan atau Cina membangun industri otomotifnya, juga melakukan hal serupa. "Bedanya, orang Korea diam semua dan mendukung," ucapnya.

Jokowi menyebut Esemka sebagai produk yang luar biasa. Sebab dalam waktu singkat berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli. "Bandingkan dengan mobil buatan Jepang, yang butuh 9 tahun untuk memasarkan produknya di Indonesia," katanya.

Dia mengaku tidak memedulikan ada atau tidaknya dukungan pemerintah terhadap kehadiran Esemka. Asalkan masyarakat tetap mendukung, program Esemka akan jalan terus.

"Ini tidak sekadar bikin mobil. Tapi membangun jati diri bangsa," dia menuturkan.

UKKY PRIMARTANTYO


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...