Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

Skandal Aceng Fikri Bikin Garut Mendunia

Garut sudah terkenal dengan dodol dan domba. Tapi kali ini Garut menjadi lebih terkenal dengan kasus skandal pernikahan siri Bupati Garut Aceng Fikri dengan Fany Octora (18). Pernikahan yang bertahan 4 hari, dan memancing unjuk rasa warga menuntut mundurnya Aceng juga menjadi pemberitaan media internasional.

Berdasarkan penelusuran detikcom, Rabu (5/12/2012) dua kantor berita asing Associated Press (AP) dan Agence France de Press (AFP) pun menyorot kasus Aceng Fikri. 2 Kantor berita itu banyak dikutip media internasional lainnya.

Nah, selain dua kantor berita itu, media asing lainnya, The Guardian, media asal Inggris, menulis judul 'Indonesians protest over Garut chief's text-message divorce'. Dalam pemberitaannya media ternama di Inggris ini mengulas pernikahan dan perceraian Aceng dan maraknya unjuk rasa.

Media AS Huffingtonpost juga menulis kisah skandal Aceng dengan judul 'Aceng Fikri, Indonesia Official, Divorces Via Text Message To Teen Wife After 4 Days, Protests Follow'. Media asal Inggris, BBC, juga mengupas soal skandal Aceng dengan judul 'Outrage after Indonesian official divorces teenage bride'.

Aceng kini menjadi sorotan di dalam negeri. Mulai dari Presiden SBY yang menilai perilaku Aceng tak pantas sampai siswa SD di Garut ikut unjuk rasa menuntut Aceng mundur.

Aceng juga sudah muncul beberapa kali. Terakhir pada Selasa (4/12) malam, dia kembali meminta maaf kepada warga Garut dan masyarakat indonesia. Aceng juga mengancam melaporkan mantan istrinya Fany atas pencemaran nama baik.

Rabu, 28 Maret 2012

Sambutan Hangat Kritikus Dunia Terhadap Film 'The Raid

Film 'The Raid: Redemption' mendapat sambutan hangat dari para kritikus dunia. Film karya anak bangsa ini diulas di sejumlah media asing seperti Los Angeles Times,Hollywood.com, dan New York Post.

Lewat ulasannya berjudul 'Armed for the ‘Redemption’' di New York Post, kritikus film Lou Lumenick menyebut, adegan aksi di film "The Raid' brutal dan memacu adrenalin. Ia juga mengatakan, film 'The Raid' tidak ditujukan bagi penonton yang memiliki jantung lemah ataupun masalah dengan perut.

"'The Raid: Redemption' memiliki beberapa plot twist yang rapih dan sedikit banyak karakterisasi dari yang Anda harapkan dari jenis film semacam ini. Namun kebanyakan hal tersebut merupakan impian dari para pecinta laga," ujar Lumenick.

Kritikus Gary Goldstein tak ketinggalan mengulas film garapan sutradara Gareth Evans tersebut dengan tajuk 'The Raid: Redemption' is an action bonanza' di Los Angeles Times. Goldstein menilai, film 'The Raid' kaya akan adegan laga yang mengejutkan. Ia juga tak segan memuji kemampuan Evans dalam menyajikan visualiasi menakjubkan yang bisa membuat mata penonton tak teralihkan.

"Ini melelahkan, menggembirakan, hal-hal memukau yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar film yang dibuat dengan penuh enerjik," ujar Goldstein.

Pujian terhadap film yang dibintangi Iko Uwais ini juga datang dari kritikus film Matt Patches. Lewat ulasannya di Holywood.com, Patches mengatakan bahwa definisi film laga modern bisa diperdebatkan setelah menyaksikan film 'The Raid'.

"Tentu saja mereka memiliki adegan laga- tapi tak ada yang setara dengan apa yang telah dilakukan sutradara Gareth Evans lewat seni bela diri yang hebat sekali, koreografi dengan presisi yang tak terbayangkan," ujar Patches.

Selain tayang di Indonesia, film 'The Raid' juga diputar di 14 bioskop di Amerika Serikat. Film tersebut didistribusikan di luar negeri oleh Sony Pictures Classic. Semenjak diputar di Negeri Paman Sam, 'The Raid' sukses mengantongi pendapatan sekitar Rp2 miliar.

'The Raid' menceritakan perjalanan 20 anggota pasukan khusus dalam menjalankan misi menangkap satu gembong narkotika kejam di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh aparat. Misi penuh bahaya ini juga dibintangi oleh Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Yayan Ruhiyan, Joe Taslim dan Pierre Gruno.

VIVAnews

Jumat, 17 Februari 2012

Angie Harus Menyadari Kalau Berbohong Ancaman Hukumannya Berat Sekali

Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Martin Hutabarat mengaku tak percaya dengan kesaksian Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, kemarin. Bagi Martin, sulit sekali mempercayai kesaksian Angie yang membantah semua tuduhan Nazaruddin.

"Saya sangat meragukan kesaksian Angie. Saya kira banyak orang yang ragu dengan kesaksian Angie, apalagi yang mengaku baru punya Blackberry tahun 2010. Sebaiknya KPK berinisiatif untuk menanyakan orang-orang yang tahu persis soal itu," kata Martin kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).

Menurut Martin, jelas sekali yang dipegang Angie dalam foto yang beredar di media adalah Blackberry. Padahal foto-foto tersebut diambil tahun 2009 lalu saat Angie masih mengandung lima bulan.

"Angie harusnya menyadari bahwa kalau dia berbohong itu ancaman hukumannya berat sekali," ingat Martin.

Martin juga merasa ada kejanggalan dibalik ketenangan Angie. Ia menduga ada sesuatu yang membuat Angie tenang dan paham sekali masalah hukum.

"Penyidik KPK yang memeriksa Angie harus diperiksa. Karena BAP di persidangan aneh dan menunjukkan penyidik tidak profesional. Ini mencurigakan, kita juga tahu bagaimana Angie punya pacar penyidik KPK. Ke depan KPK perlu memiliki penyidik independen dan Komisi III mendukung itu," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam sidang yang digelar kemarin, Nazaruddin mengajukan banyak pertanyaan kepada Angelina. Angelina berkali-kali tidak mengaku memiliki BB pada 2009. Lalu pengacara Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea, menyorongkan telepon seluler kepada Nazaruddin berisi pemberitaan soal BB Angie.

Nazaruddin menunjukkan bukti dari berita detikcom yang berjudul 'Dipotret 2009, Angie Sudah Bawa BlackBerry' kepada majelis hakim. Dalam file detikcom itu, terpapar foto Angie pada 2009 dengan dua buah telepon seluler, dan salah satunya diduga BlackBerry.

"Itu benar foto saya, tapi saya nggak punya BB," aku Angie di persidangan.

Detik (van/fiq)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...