Kamis, 08 Maret 2012

Rekor 5 Gol Messi di Piala Champion

Torehan lima gol Lionel Messi ke gawang Bayer Leverkusen, Rabu 7 Maret 2012 atau Kamis dini hari WIB mencatatkan rekor tersendiri.

Pemain internasional Argentina ini tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak 5 gol dalam satu pertandingan Champions League.

Lima gol dari Lionel Messi ditambah 2 gol Cristian Tello membuat Barca menang telak 7-1 di Camp Nou. Alzugrana pun melenggang ke babak perempat final dengan agregat 10-2.

Sebelumnya Messi sempat mencetak 4 gol saat melawan Arsenal di Champions League 2009-10. Saat itu ia menyamai rekor Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas dan Marco van Basten yang mencetak 4 gol dalam satu pertandingan di Champions League.

Musim ini Messi telah mencetak 12 gol di kompetisi Eropa, menyamai rekor gol Ruud van Nistelrooy pada 2002-03 sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Champions League.

Lima gol bersejarah Messi saat melawan Leverkusen dicetak pada menit 25, 42, 49, 58, dan 84.


VIVAbola


Rabu, 07 Maret 2012

Jokowi Lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Gubernur DKI Jakarta dari PDIP

Wali Kota Surakarta Joko Widodo alias Jokowi lolos uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seleksi yang dihadiri seluruh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP itu menganggap Jokowi sebagai kader berprestasi. Popularitas, kapasitas, dan integritas Jokowi dianggap layak untuk bersaing memperebutkan kursi DKI-1.

Ketua Tim Seleksi Bakal Calon DKI-1 PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, meski sudah lolos seleksi, nama Jokowi belum bisa langsung diumumkan sebagai calon partai. "Kami masih terus memperhatikan perkembangan di masyarakat," kata Djarot Selasa 6 Maret 2012.

Saat ini PDIP masih menunggu hasil final survei internal dan survei lembaga survei Indobarometer serta Sirus Network. PDIP, kata Djarot, juga masih harus menjajaki respons partai lain yang akan diajak berkoalisi. Maklum, PDIP hanya memiliki 11 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, kurang empat suara lagi untuk memenuhi syarat minimal mengajukan pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum.

Djarot mengatakan partainya akan mengoptimalkan detik-detik terakhir pendaftaran calon. "Dari partai lain juga belum melemparkan nama," ujarnya. Pendaftaran ke KPU baru akan dibuka pada 13-19 Maret nanti.

Selain itu, menurut Djarot, PDIP menyiapkan Letnan Jenderal (Purnawirawan) Nono Sampono sebagai kandidat. Mereka berdua mengungguli tiga nama lain yang dielus partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Tiga nama itu adalah Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, dan anak Ali Sadikin, Boy Bernardi Sadikin, yang tak lolos seleksi di markas DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta. Prijanto dan Bambang D.H. mengundurkan diri dari seleksi, sedangkan Boy mengaku belum siap.

Nono Sampono menyatakan optimistis bisa maju sebagai calon Gubernur DKI. Ia mengklaim telah mendapat dukungan dari Partai Gerindra yang memiliki enam kursi di DPRD.

Jokowi juga menyatakan optimismenya. Dia mengajukan syarat hanya mau diusung sebagai gubernur. "Kalau cuma wakil gubernur, mending tetap di Solo," ujarnya. Meski berasal dari daerah, ia menegaskan, siap bertanding. Jokowi yakin mampu bersaing dengan calon lain, termasuk dengan calon incumbent Fauzi Bowo.

SYAILENDRA | AGUSSUP

Selasa, 06 Maret 2012

"Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat," Kata Jokowi

Surakarta - Kegagalan mobil Esemka dalam menjalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak membuat Wali Kota Surakarta Joko Widodo patah semangat.

Bahkan sosok yang sering dipanggil Jokowi ini justru semakin bersemangat ketika diremehkan dan dicibir. "Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat," katanya kepada wartawan, Minggu, 4 Maret 2012.

Dia menilai mereka yang berkomentar minor dan mencibir sebagai sebuah dagelan. Bukannya mendukung, justru meremehkan dan merendahkan karya anak bangsa. "Sebenarnya biasa kalau sebuah karya baru dicibir. Tapi kalau yang mencibir bangsa sendiri, itu dagelan namanya," ujarnya.

Disebut dagelan karena Esemka terus dibandingkan dengan industri otomotif yang sudah eksis selama puluhan tahun, sedangkan Esemka ibarat bayi yang baru lahir.

Kemudian ada cibiran soal komponen mobil yang disebut comot sana, comot sini, serta sebagian onderdil yang masih impor. Jokowi memberikan pandangan pada masa-masa awal Korea Selatan atau Cina membangun industri otomotifnya, juga melakukan hal serupa. "Bedanya, orang Korea diam semua dan mendukung," ucapnya.

Jokowi menyebut Esemka sebagai produk yang luar biasa. Sebab dalam waktu singkat berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli. "Bandingkan dengan mobil buatan Jepang, yang butuh 9 tahun untuk memasarkan produknya di Indonesia," katanya.

Dia mengaku tidak memedulikan ada atau tidaknya dukungan pemerintah terhadap kehadiran Esemka. Asalkan masyarakat tetap mendukung, program Esemka akan jalan terus.

"Ini tidak sekadar bikin mobil. Tapi membangun jati diri bangsa," dia menuturkan.

UKKY PRIMARTANTYO


Senin, 05 Maret 2012

Tagihan Dhana Widyatmika Per Bulan Bisa Mencapai Rp 60-70 juta

Dhana Widyatmika berulang kali berkelit saat diperiksa Kejaksaan Agung pekan lalu. Para penyidik tak menyerah. Mereka memang menemukan dugaan menarik: Dhana pernah bekerja sama dengan Gayus Halomoan Tambunan. Karena itu, mereka memeriksa bekas accounting representative Kantor Pelayanan Wajib Pajak Besar II, Gambir, Jakarta Pusat, itu selama tujuh jam. Stamina lelaki berusia 38 tahun itu langsung anjlok.

Penyidik punya amunisi ampuh untuk membongkar kedok Dhana. Mereka telah mengantongi catatan transaksi dari akun jumbo Dhana. Laporan utama majalah Tempo berjudul Orang Pajak Taat Palak menyebutkan, dari catatan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), antara lain diketahui dia memiliki beberapa kartu kredit dengan plafon Rp 100-500 juta. Tagihan Dhana per bulan bisa mencapai Rp 60-70 juta. Padahal, gajinya saja tak sampai Rp 20 juta per bulan. (Baca: Rekening Tambun Teman Sejawat Gayus)

Duit Dhana tak hanya ngendon di dalam negeri. Pada Januari 2012, ditemukan duitnya dari sebuah bank swasta mengalir ke luar negeri. Sebesar Rp 7 miliar diinvestasikan untuk membeli saham di Hong Kong dan US$ 50 ribu buat membeli saham di Amerika. Lalu ada juga dana masuk US$ 250 juta dari Singapura. "Duit ini masih kami telusuri," kata sumber Tempo di kejaksaan tersebut.

Sebelumnya, hasil penggeledahan di kantor istri Dhana, Dian Anggraeni, menjadi "harta karun" bagi penyidik buat mengembangkan kasus itu. Dari dokumen dan data elektronik yang disita, pola kejahatan yang dilakukan Dhana mulai terungkap.

Dalam temuan itu, seorang penyidik mengatakan, Dhana pernah berkongsi dengan Gayus Tambunan mengakali kasus pajak PT Surya Alam Tunggal, perusahaan perikanan di Sidoarjo, Jawa Timur, medio 2007. Dhana diduga berperan sebagai penghubung perusahaan ini ke Gayus yang saat itu penelaah keberatan dan banding. Dengan "sentuhan Gayus", perusahaan yang seharusnya membayar pajak Rp 571 juta justru mendapat pengembalian senilai pajak itu.


Ternyata Memang Dhana Widyatmika: "Sang Lelaki di Pintu Sorga"


Lima tahun lalu, Majalah Tarbawi menulis sosok pria yang begitu luar biasanya merawat ibunya yang sedang sakit ginjal. Pria muda itu bernama Dhana Widyatmika. Nama yang sama dengan tersangka kasus rekening gendut pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

Reporter Majalah Tarbawi, Widowati, yang lima tahun lalu mewawancarai pria itu membenarkan semua ciri dan data atau informasi pria yang diwawancarainya sama dengan ciri pria yang saat ini menjadi tersangka rekening gendut. Begitu juga dengan fotonya. Selengkapnya di sini.

Menurut Widowati, foto Dhana lima tahun lalu itu sama dengan tersangka kasus pajak. Kendati demikian, Widowati kepada VIVAnews berat memastikan bahwa itu adalah Dhana yang sama. Bagaimana dengan Dhana Widyatmika soal wawancaranya dengan Majalah Tarbawi lima tahun lalu?

Pengacara tersangka Dhana Widyatmika, Daniel Afredo membenarkan bahwa pria yang diwawancarai Majalah Tarbawi edisi khusus Ramadhan itu adalah kliennya yang saat ini menjadi tersangka. "Iya, itu Majalah Tarbawi benar tentang Dhana," kata Daniel dalam pesan tertulis kepada VIVAnews.

Daniel masih belum bisa bercerita banyak soal Dhana di Majalah Tarbawi, karena saat ini dirinya sedang ibadah pagi. Tulisan Majalah Tarbawi itu menceritakan perjuangan pria lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Universitas Indonesia itu yang merawat ibunya begitu gigih dan penuh pengorbanan.

Dalam satu tulisan, pegawai golongan IIIC yang menurut sumber VIVAnews rekeningnya mencapai lebih Rp30 miliar itu, sampai-sampai rela menadahkan tangannya untuk kotoran ibunya. "Memang begitulah pengabdian dia ke orangtuanya," kata Daniel.

Kejaksaan sejak Jumat malam 2 Maret 2012 ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Kejaksaan telah menyita sejumlah aset Dhana seperti 17 unit mobil truk darishowroom-nya, surat-surat berharga, logam mulia emas, satu unit mobil Daimler Chrysler, dan beberapa rekening.

Judul tulisan yang beredar di facebook dan twitter tertulis "Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga." Widowati membenarkan bahwa tulisan itu merupakan hasil wawancara dirinya tapi, judul tulisan yang beredar di dunia maya itu salah. Judul aslinya "Meski Dalam Kondisi Sakit, Berkah dari Ridho Ibu Tidak Berubah." (eh)

VIVAnews


Sabtu, 03 Maret 2012

Ulasan JAMU di Situs Time

Situs populer Time membuka ulasannya dengan kejadian tahun 1990, ketika wartawan Irlandia, Susan Jane-Beers, melihat sebuah klinik jamu di sudut Jakarta. Seorang "pasien" yang mengeluh nyeri lutut kronis karena usia, yang belum bisa disembuhkan oleh obat-obatan konvensional, pulih setelah beberapa kali minum jamu. Jane-Beers memutuskan untuk mencobanya.

Setelah tiga hari hanya mengonsumsi sepertiga dari dosis yang diresepkan, rasa sakit telah hilang. Ia terheran-heran dengan "kapsul ajaib" berisi ramuan herbal yang diberikan.

Setelah itu Jane-Beers menghabiskan sepuluh tahun meneliti asal-usul, mitos, dan resep dijaga ketat dan aplikasi komersial jamu di Jawa, di mana tanaman telah digunakan untuk tujuan pengobatan sejak zaman prasejarah. Hasilnya, tahun 2001 ia menerbitkan buku dalam bahasa Inggris, Jamu: The Ancient Art of Herbal Healing. Bukunya menjadi buku laris yang paling banyak dibaca di luar Indonesia sejak Herbarium Amboinense, katalog tanaman yang diselesaikan oleh ahli botani Jerman Georg Rumphius pada 1690, lebih dari tiga abad sebelumnya.

Jamu, tulis Time, menjadi sebuah terapi holistik berdasarkan pada pemikiran bahwa jika penyakit datang dari alam, biarkan alam pula yang menyembuhkan. Bahan-bahan alami secara definisi murah tersedia secara luas dan sederhana: pala untuk mengobati insomnia, jambu biji untuk diare, kapur untuk meningkatkan berat badan, dan kemangi untuk menghilangkan bau badan.

Jamu juga telah digunakan untuk mengobati kanker. Dalam bukunya, Jane-Beers menulis tentang dukun di Kota Yogjakarta yang berhasil menyembuhkan kasus kanker serviks terminal dengan teh yang terbuat dari sirih, ramuan tertentu, dan daun misterius bernama "benala". Dikombinasikan dengan diet kacang kedelai yang ketat, pasien dikatakan telah sembuh total dalam 18 bulan.

Terdengar masuk akal? Sebuah studi 2011 oleh Department of Food Science and Technology di Virginia Tech menemukan bukti yang menunjukkan ekstrak dari buah sirsak menghambat pertumbuhan kanker payudara. Sementara kunyit terbukti sebagai salah satu bagian pengobatan untuk Alzheimer.

"Kedokteran Barat mencoba menghancurkan kanker, tapi pada saat yang sama ia menghancurkan unsur-unsur tubuh lainnya. Jamu membantu tubuh memproduksi antibodi sendiri untuk melawan kanker dengan sendirinya," kata Bryan Hoare, manajer di MesaStila, retret kesehatan di Jawa Tengah. "Datang dari Bumi, jamu juga membuat Anda merasa baik dan mengalami perasaan positif."

Tapi jika jamu adalah peluru ajaib, mengapa tidak lebih dikenal di Barat, di mana obat-obatan Asia alam seperti sistem ayurveda India dan penyembuhan herbal Cina telah semakin populer selama bertahun-tahun?

Jawabannya dapat ditemukan di jalan-jalan Indonesia, di mana jamu dikonsumsi secara teratur oleh 49 persen dari populasi. Industri jamu Indonesia bernilai US$ 2,7 miliar, mulai dari pelangsing, kosmetik, hingga jamu untuk bayi dan ibu melahirkan.

"Indonesia mungkin telah geli ketika Viagra dirilis pada 1998," Jane-Beers berkomentar. Jauh sebelum Viagra, katanya, Indonesia sudah mengenal banyak varian obat kuat: pasak bumi, kuku bima, hingga minyak super ereksi. "Mereka memiliki solusi Sendiri selama bertahun-tahun."

Asal tahu saja, jamu kini mulai bertebaran di supermarket dan toko-toko di negara-negara seperti Inggris. Terobosan sudah dilakukan pengusaha spa di Melbourne, Australia, yang mengembangkan pijat asli Indonesia dengan dipadu ramuan yang mengandung kunyit, daun sirih, dan kulit telur. Ada juga ramuan lain yang membantu wanita mendapatkan kembali vitalitasnya dengan cepat, meningkatkan laktasi, dan menghilangkan angin, pusing, sakit, dan nyeri.

"Ini mengejutkan bahwa kini (jamu dan ramu-ramuan) telah tersebar di seluruh Australia," kata pasangan Jessica Koh. "Tapi mengherankan juga justru masih asing bagi sebagian besar penduduk setempat." DemikianTime menutup laporannya.

TRIP B


4 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Kawasan Asia (Majalah Forbes)

Majalah ekonomi terkemuka dunia,Forbes, merilis daftar 50 pebisnis wanita paling berpengaruh di kawasan Asia. Dari daftar tersebut, sebanyak empat orang wanita asal Indonesia masuk dalam jajaran itu.

Keempat Srikandi tersebut adalah Karen Agustiawan yang menjabat direktur utama PT Pertamina (Persero), Shinta Widjaja Kamdani (Managing Director Sintesa Group), Siti Hartati Murdaya (Presiden Direktur Central Cipta Murdaya), dan Wendy Yap (Presiden Direktur dan CEO PT Nippon Indosari Corpindo).

Seperti dikutip dalam laman Forbes, Kamis, 1 Maret 2012, para wanita tersebut dianggap berperan cukup signifikan dalam lingkungan bisnis yang dikelolanya. Beberapa di antara para pebisnis wanita ini merupakan pendiri dan telah memiliki peran penting dalam bisnis keluarga.

Selain itu, Forbes memasukkan para wanita yang berposisi sebagai eksekutif maupun manager profesional.

"Jika sebuah kesuksesan bisnis dilihat dari percampuran modal, ide, energi, dan kepemimpinan, para wanita ini merupakan kombinasi dari seluruh faktor itu," kata Forbesdalam laporannya.

Dalam daftar ini, Forbes membatasi para wanita yang memiliki peran besar dalam memupuk keuntungan perusahaan. Forbes sengaja tidak memasukkan para wanita yang memiliki peran besar dalam hal pengaruh di luar bisnis.

Perusahaan-perusahaan yang menjadi sumber penilaian Forbes kali ini mewakili korporasi yang memiliki pendapatan tahunan minimal US$100 juta per tahun.

Selain empat pebisnis wanita dari Indonesia, daftar Forbes kali ini didominasi oleh para wanita dari China yang memasukkan 21 warganya atau 42 persen. Disusul oleh Singapura sebanyak 4 orang (10 persen), Korea Selatan 4 orang (8 persen), Jepang 3 orang (6 persen), dan Australia dua orang (4 persen). (art)•



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...