Tampilkan postingan dengan label maaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maaf. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

Kasus Plagiat, Anggito Serahkan Bukti ke Komite Etik UGM

"Jadi tidak betul tuduhan bahwa
saya menjiplak tulisan orang lain,"
Anggito Abimanyu mengaku punya cara sendiri untuk membuktikan dirinya bukan plagiator. Hari ini, Senin, 17 Februari 2014, dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini akan menyerahkan sejumlah bukti yang membuktikan dirinya tak menjiplak tulisan orang lain.

“Saya akan serahkan fail-fail itu ke Komite Etik UGM,” kata Anggito kepada Tempo, Ahad, 16 Februari 2014.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementarian Agama itu mengaku memasrahkan semuanya kepada penelusuran Komite Etik UGM. Anggito berjanji akan menjelaskan lebih lenjut kepada media terkait tulisannya di harian nasional yang dianggap plagiat. (baca:Anggito Akan Buktikan Tulisannya Bukan Plagiat)

Kamis, 08 Desember 2011

Pemerintah Belanda Akhirnya Meminta Maaf Atas Kejadian Berdarah 9 Desember 1947

Besok, pada Jumat 9 Desember 2011, penantian panjang korban pembantaian Rawagede akan berakhir. Setelah 64 tahun ingkar, Pemerintah Belanda akhirnya meminta maaf atas kejadian berdarah 9 Desember 1947 itu.

Kata "maaf" ini tak didapat dengan gratis, tapi dengan perjuangan hukum yang panjang, hingga ke negeri Belanda. Dua dari sembilan penggugat bahkan telah meninggal dunia, sebelum sempat menikmati kemenangan itu. Salah satunya, Saih bin Sakam, korban langsung dari tragedi tersebut.

Jeffrey Pondaag, Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang pantang menyerah memperjuangkan kasus Rawagede menceritakan, asal mula keterlibat dalam kasus itu. "Bagi orang Indonesia yang tinggal di Belanda sejak tahun 1969, saya terkejut membaca dan melihat bagaimana Belanda menjelekan perjuangan kita," kata dia Kantor Komhas HAM, Jakarta, Kamis 8 Desember 2011.

Belanda bahkan punya sebutan kasar bagi para pejuang kemerdekaan, termasuk pada Soekarno. "Dikatakan sebagai perampok, ekstrimis dan teroris," kata dia.

Jeffrey merasa terpanggil untuk meluruskan sejarah. Pada tahun 2006 ia mengirim surat protes ke pemerintah Belanda, tanpa hasil. "Lalu ada satu komite dan pada 2006, mencari jalan untuk membuka ini (Rawagede) secara hukum," kata dia, yang lalu menghubungi seorang dosen untuk menyelidiki kasus ini.

Awalnya, menulis surat ke pemerintah Belanda untuk menyelesaikan kasus tersebut secara silaturahmi. Namun ditolak. Jalur hukum pun ditempuh.

Jeffrey menambahkan, tanpa dukungan dari masyarakat Belanda dan sejumlah orang di Indonesia, kasus ini tak akan jalan. "Donasi yang didapat dari Belanda langsung saya serahkan ke para janda di Rawagede. Banyak orang mengira saya mendapat income dari masalah ini, kami tetap bekerja secara sukarela," kata dia. "Jangan dikira kami mendapat keuntungan, ini bukan masalah pribadi tapi kebangsaan."

Di Belanda, Jeffrey menambahkan, Indonesia dianggap sebagai negara yang tak setara dengan negeri yang pernah menjajahnya. "Indonesia harus ambil sikap."

Sementara, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, yang saat ini penting dilakukan adalah bagaimana para keluarga korban bisa menikmati hak mereka. "Bagaimana caranya mereka benar-benar memegang dana yang mereka berhak itu."

Dia menambahkan, permintaan maaf dan ganti rugi adalah hal yang bisa diberikan pemerintah Belanda. Sebuah kemenangan bagi semua pihak yang memperjuangkannya. "Kita sendiri, bukan pemerintah kita."• 



Kamis, 01 Desember 2011

Beckham Merasa Bersalah, Tidak Enak Hati kepada Andik

Sejumlah pemain Indonesia Selection sempat mengajak David Beckham bertukar kaus, tapi ditolak oleh Beckham. Beckham justru berinisiatif untuk melakukannya dengan Andik Vermansyah. Apa alasannya?

Beckham jadi pusat perhatian sepanjang 90 menit pertandingan antara Indonesia Selection dan Los Angeles Galaxy di Gelora Bung Karno, Rabu (30/11/2011) malam WIB. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu tak bermain penuh, dia ditarik keluar di tengah babak kedua.

Bermain sebagai gelandang tengah, Beckham mempertontonkan permainan yang cukup menawan. Umpan-umpan yang dilepaskannya masih sangat akurat dan mampu membius puluhan ribu penonton yang memadati tribun GBK.

Dalam sebuah momen, Beckham melakukan sliding tackle terhadap Andik yang sedang menggiring bola di sayap kanan. Andik terkapar akibat tekel Beckham tersebut dan wasit meniup peluit tanda terjadi pelanggaran.

Tekel tersebut ternyata membuat Beckham merasa bersalah. Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu tidak enak hati kepada Andik.

Seusai pertandingan, Beckham menolak ajakan beberapa pemain Indonesia yang ingin bertukar kaus. Rupanya, dia sudah punya rencana sendiri.

Sesaat sebelum diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi, Beckham secara mengejutkan memanggil Andik. Dia mengajak Andik bertukar kaus sebagai bentuk permohonan maaf atas tekelnya.

"Saya merasa tidak enak atas pelanggaran yang cukup kasar tadi. Dia adalah pemain yang berbakat. Saya yang menginginkan kausnya," jelas Beckham dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...