Tampilkan postingan dengan label Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2013

Dahlan Sebut Ada 2 BUMN Bakal Jadi Juara di ASEAN

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan ada dua perusahaan BUMN siap menjadi juara di Asia Tenggara atau ASEAN. Pertama adalah PT Semen Indonesia Tbk dan PT Garuda Indonesia Tbk.

"Semen Indonesia sudah menjadi No 1 di Asia Tenggara. Sudah menjadi yang terbesar," ungkap Dahlan dalam acara konferensi pemberdayaan UMKM Nasional di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Sementara itu, untuk Garuda sudah berada di posisi dua untuk ASEAN. Ia mengatakan peringkat Garuda hanya kalah dari Singapore Airlines.

"Garuda sudah mengalahkan yang lain kecuali Singapore Airlines. Itu memang belum. Tapi kita bisa. Kita boleh kalah, tapi kalahnya jangan 5-0. Kalahnya itu 5-1 atau 5-2," jelasnya.

Ia meminta Garuda untuk mempersiapkan rute Jakarta-Singapura dengan pesawat yang paling bagus, berikut dengan fasilitasnya.

"Untuk economy class kita sudah jauh lebih baik. Nah sekarang saya sudah minta Garuda kalau khusus untuk Jakarta-Singapura pelayanannya itu harus melebihi Singapore Airlines. Kasih yang terbaik," sebut Dahlan.

Jumat, 23 Maret 2012

Dahlan Iskan Jadi Petugas Dadakan Pintu Jalan Tol Semanggi Menuju Slipi

Menteri BUMN Dahlan Iskan mendadak menjadi petugas pintu tol lantaran gusar melihat antrean panjang di gerbang Tol Semanggi menuju Slipi, Selasa (20/3/2012) pukul 06.10. Mantan Dirut PLN ini melihat antrean mobil yang sangat panjang di depan pintu tol tersebut. Tak kurang ada sekitar 30 mobil yang antre di depan gerbang tol tersebut

"Padahal saya sudah menginstruksikan berpuluh-puluh kali bahwa antrean paling panjang 5 mobil," kata Dahlan ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (20/3/2012) pagi.

Dahlan pun langsung turun dari mobilnya. Dia lantas memeriksa dua loket tol yang kosong. Saat itu, hanya satu loket manual dan satu loket otomatis yang buka. Dua loket lainnya tutup. Mantan bos Jawa Pos ini pun langsung masuk ke loket itu dan membuang kursi yang ada di situ. "Tidak ada gunanya kursi ini," katanya.

Menurut penuturan Kepala Humas Kementerian BUMN Rusdi, Dahlan kemudian memutuskan membuka pintu penghalang. Mobil yang antre saat itu pun akhirnya diminta segera masuk dan gratis agar antrean berkurang. Sekitar 100 mobil masuk tol secara gratis.

Salah satu pengendara yang masuk gratis adalah Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Sattar. "Ada apa, Pak, kok ngatur lalu lintas?" sapa Emir kepada Dahlan sebagaimana dituturkan Rusdi. "Ini gratis ya, Pak?" celetuk Emir lagi.

Dahlan mengatakan, dirinya bertanggung jawab atas kelancaran di gerbang tol. "Kalau Jasa Marga merasa dirugikan, suruh tagih ke saya. Saya bayar," kata Dahlan.

Tak lama berselang, pintu tol lancar, kemudian Dahlan langsung meninggalkan lokasi tol menuju kantor Garuda untuk menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN yang rutin dilakukan setiap Selasa.



Rabu, 28 Desember 2011

Ulah 'Koboi' Dahlan Iskan, Sang Menteri BUMN

"Mobil mana, mobil mana?" seorang pria berkacamata celingukan di depan Stasiun Bogor, Jalan Nyai Raja Permas Kecamatan Bogor Tengah, Jum'at (23/12). Dahlan Iskan si pria tersebut. Menteri BUMN ini tampak panik lantaran gagal menemukan mobil pribadinya saat akan menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor. Padahal, rapat kabinet akan segera dimulai dalam hitungan menit. Beruntung di sekitar Stasiun Bogor banyak tukang ojek.

Dahlan 'nekad' naik Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi AC Commuter Line jurusan Jakarta - Bogor dari Stasiun Manggarai sekitar pukul 07.00 WIB. Sesampainya di Stasiun Bogor, sekitar pukul 07.40 WIB Dahlan langsung menuju salah satu warung soto yang terdapat di dalam area Stasiun Bogor.

Di warung soto, Dahlan menikmati dua mangkok Soto Campur yang dia buat sendiri. Saking asiknya, Dahlan sampai tidak menyadari bila jarum jam hampir menunjukan pukul 09.00 WIB tanda rapat kabinet di Istana Bogor akan dimulai.

Agak tergesa, Dahlan meninggalkan warung Soto. Kepada para wartawan yang sedang menikmati soto Dahlan berpesan singkat "Makan yang benar, makan yang benar.. Saya sudah terlambat nih," kata Dahlan sambil menepuk-nepuk pundak wartawan.

Beberapa wartawan yang tahu Dahlan akan meninggalkan warung ikut-ikutan bergegas menghabiskan sotonya. Di luar Stasiun Bogor Dahlan yang tak ingin terlambat rapat bertanya kepada ajudannya. "Mobil mana-mobil mana?" tanya Dahlan.

Mendapat pertanyaan sang menteri, si ajudan ikut-ikutan panik. Dia tampak hanya bisa celingukan ke kiri kanan mencari mobil sang majikan.

Tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, Dahlan langsung berkata: " Ya sudah ojek saja-ojek saja," kata Dahlan. Jadilah Menteri BUMN ini pergi menuju Istana Bogor menggunakan ojek.

Tapi 'drama' Dahlan belum selesai. Sesampainya di depan pintu gerbang Istana Bogor, sejumlah petugas Pasukan Pengaman Presiden menahan keinginan Dahlan untuk masuk.

Paspampres mungkin menduga kalau penumpang ojek itu adalah masyarakat biasa. Maklum penampilan Dahlan, seperti biasanya, memang terlihat 'koboi' hanya mengenakan kemeja putih tak dimasukan, celana bahan hitam, dan sepatu skets. "Bapak mau kemana?" Kata seorang petugas Paspampres kepada Dahlan.

"Saya mau mengikuti rapat kabinet bersama teman-teman di dalam Istana," jawab Dahlan dengan nada santai.

"Oh..tidak bisa pak... ini rapat khusus menteri..." belum selesai Paspamres itu berkata, seorang warga berteriak dari kejauhan. "Woii dia itu menteri.."

Mendengar teriakan itu barulah sang Paspampres sadar bila si penumpang ojek itu adalah salah satu peserta rapat kabinet. Dia pun mempersilakan sang menteri masuk. Dari depan gerbang Istana Dahlan akhirnya berjalan kaki menuju Istana. Sang tukang ojek dia persilakan kembali ke stasiun dengan sebelumnya membayar ongkos Rp 100 ribu.

Sabtu, 17 Desember 2011

Ekonomi: Untuk Pertama Kali Indonesia Mengalahkan Belanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan rasa bangganya bahwa untuk pertama kali Indonesia mengalahkan Belanda dalam hal skala ekonomi.

"Belanda yang menjajah Indonesia dan membuat kita miskin selama 350 tahun, tetapi tahun ini pertama kalinya ekonomi Belanda kita kalahkan," ujar Dahlan dalam The Markplus Conference 2012 di Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Lebih detail, ia menyebutkan, skala ekonomi (pertumbuhan PDB) Belanda mencapai 700 miliar dollar AS, sedangkan Indonesia bisa mencapai 800 miliar dollar AS.

Selain mengalahkan Belanda, Dahlan pun mengatakan, Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dalam hal kapitalisasi pasar modal per penutupan pasar Rabu (14/12/2011) sore. "Closing marketkemarin sore Indonesia 359 miliar dollar AS (dan) Singapura 337 miliar dollar AS," ujarnya.

Prospek ekonomi Indonesia pun diperkirakan kian bagus. Sesuai dengan ramalan para ekonom, Dahlan mengatakan, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam investment grade. Terhadap kemungkinan ini, ia berpesan agar siapa pun tidak boleh terlambat untuk bergerak dan memanfaatkannya. "Inilah bukti masyarakat ekonomi kita yang tidak peduli politik ternyata jauh mencatat pencapaian lebih dari masyarakat politik," kata Dahlan.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat ekonomi Indonesia untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.



Rabu, 09 November 2011

"Nantinya, lingkungan pabrik Leces jadi hidup, ada pabrik kertas, pembangkit listrik, pabrik gula, dan pabrik alkohol," ujar Dahlan Iskan (Menteri BUMN)

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor produksi kertas, PT Kertas Leces terus mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kerugian perseroan pada 2010 lalu mencapai Rp78 miliar.

Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan telah mengunjungi langsung pabrik kertas Leces untuk mengetahui masalah yang dialami pabrik kertas tertua kedua ini pada Idul Adha lalu. Ia langsung mengadakan rapat dengan direksi Leces.

"Saya sudah tegaskan, Leces harus cari jalan sendiri dengan kemampuan sendiri," kata Dahlan Iskan di Jakarta, Rabu.

Dahlan menceritakan, dalam kunjungannya ia melihat aset Leces yang mempunyai boiler steam berkapasitas 240 ton. Direksi Leces mengatakan bahwa boiler steam tersebut rencananya digunakan semua untuk memproduksi berbagai variasi kertas.

"Saya bilang tidak boleh begitu, saya minta Leces hanya produksi tisu MD yang diekspor ke Amerika dan kertas security. Sebab, hanya dua produk tersebut yang mampu bersaing di pasar, sehingga saya minta Leces fokus di dua produk itu," ujarnya.

Untuk memproduksi dua produk kertas tersebut, Dahlan mengaku hanya membutuhkan boiler steam berkapasitas 10 ton. Sisa kapasitas boiler steam 230 ton digunakan untuk menggerakkan pembangkit listrik turbin dan bisa memproduksi listrik sebesar 60 megawatt.

Sedangkan untuk menggerakkan boiler steam sendiri akan mengonsumsi listrik sebesar 10 megawatt. Untuk itu, dia mengatakan bahwa sisanya bisa dijual ke PLN.
Dahlan juga mengusulkan, bahan baku berupa ampas tebu yang didapat dari pabrik gula Jatiroto bisa dijual. Sebab, bahan baku itu laku dijual ke pasaran.

"Nantinya Leces akan mendapatkan pendapatan dari listrik sebesar Rp100 miliar per tahun, penjualan bahan baku Rp100 miliar, jual kertas tisu Rp100 miliar, dan jual kertas security Rp50-60 miliar. Jadi, Leces tidak perlu bantuan dari PPA (Perusahaan Pengelola Aset) lagi," tutur mantan dirut PLN ini.

Sementara itu, lokasi pabrik kertas Leces di Probolinggo yang masih luas, Dahlan meminta agar sisanya yang tidak digunakan untuk dibangun pabrik gula oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan ditargetkan jadi pada 2014. Nantinya, pabrik kertas Leces akan menerima bahan baku berupa ampas tebu dan bisa juga didirikan pabrik alkohol.

"Nantinya, lingkungan pabrik Leces jadi hidup, ada pabrik kertas, pembangkit listrik, pabrik gula, dan pabrik alkohol," ujarnya. (Adi-VIVAnews)

Selasa, 01 November 2011

Dahlan: Pengurangan Birokrasi Administrasi Tersebut Terutama pada Hal-hal yang Berbelit dan Inefisiensi

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Erik Satrya Wardhana menyambut positif kebijakan Menteri BUMN Dahlan Iskan melimpahkan 18 kewenangannya kepada komisaris dan direksi BUMN demi efisiensi dan penyederhanaan birokrasi.

"Kebijakan tersebut bisa mendorong BUMN menjadi lebih leluasa melakukan aksi-aksi korporasi dan juga lebih lincah bermanuver untuk memenangkan persaingan bisnis," ujar Erik di Jakarta, Senin (31/10/2011).

Karena itu, ujar politisi Partai Hanura itu, pihaknya menyambut baik pelimpahan 18 wewenang Kementerian BUMN kepada komisaris dan direksi BUMN sehingga birokrasi BUMN bisa menjadi lebih sederhana dan makin mendekatkan level of playing field antara BUMN dengan swasta.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa dirinya mendukung sepenuhnya pengurangan birokrasi administrasi di Kementerian BUMN dan mengalihkannya kepada BUMN yang bersangkutan demi mempermudah pengambilan keputusan korporasi.

Menurut Dahlan, pengurangan birokrasi administrasi tersebut terutama pada hal-hal yang berbelit dan inefisiensi.

Selain itu, Dahlan juga menyatakan bahwa intervensi Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan BUMN harus dikurangi. Intervensi itu termasuk intervensi politik dan non politik.

Erik Satrya Wardhana mengatakan bahwa pelimpahan sejumlah kewenang Kementerian BUMN ini menuntut perbaikan kinerja komisaris dan direksi BUMN.  "Komisaris BUMN harus menguasai bisnis BUMN tersebut sehingga mereka bisa mewakili kepentingan negara dalam mengawasi kinerja direksi," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Erik juga menyarankan agar menteri BUMN segera melakukan evaluasi terhadap profil dan kinerja komisaris-komisaris BUMN, termasuk pula jajaran direksinya. "Tidak boleh lagi ada komisaris titipan yang diangkat jadi komisaris semata-mata karena kedekatan dengan menteri atau pejabat lainnya," ujarnya.

Demikian pula dengan para direksi BUMN, menurut Erik, mereka harus dievaluasi kinerjanya, dilakukan upgrade atas kecakapannya atau bahkan diganti saja jika memang kemampuannya ternyata di bawah standar.

Kompas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...