Tampilkan postingan dengan label 800 miliar dollar AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 800 miliar dollar AS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Peningkatan PDB Indonesia, 6,5% Tahun Lalu Bukan Penentu Peningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 6,5 persen tahun lalu bukanlah penentu kesuksesan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Peningkatan PDB di Indonesia malah justru membuat negara ini semakin miskin sumber daya.

Hal ini disampaikan oleh pakar ekonomi dan politik Amerika Serikat Lex Rieffel, Senin 30 Januari 2012. Dalam perbincangannya dengan VIVAnews, Rieffel mengatakan Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mengalamiresource curse, atau keterpurukan di tengah sumber daya yang melimpah.

"Indonesia tidak menangani sumber daya alamnya dengan efektif. Pemerintah justru menghancurkan sumber alam dengan terlalu berlebihan dalam mengekploitasi, dan tidak mengalokasikannya untuk kepentingan rakyat secara keseluruhan," kata Rieffel, yang ahli soal sistem finansial global di Brookings Institution, lembaga riset kebijakan berbasis di Washington DC.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia terlalu terfokus pada upaya meningkatkan PDB, tapi mengorbankan sumber daya alam. Statistik PDB yang diperbarui tiap kuartal, ujarnya, juga menyesatkan.

Dia mencontohkan penjualan gas alam hingga miliaran dari Indonesia ke luar negeri. Memang Indonesia untung banyak, sekaligus meningkatkan PDB, tapi kenyataannya gas yang merupakan kekayaan Indonesia akan hilang selamanya. Peningkatan PDB ini malah justru membuat negara semakin miskin.

"Hal ini membuktikan PDB tidak bisa meningkatkan kualitas hidup rakyat. Ada banyak bukti empiris dan studi yang menunjukkan kualitas hidup dan kebahagiaan rakyat tidak ada hubungannya dengan PDB dan kekayaan negara," kata Rieffel.

Hal yang perlu dilakukan Indonesia saat ini adalah melindungi sumber daya alam. Ketimbang menghamburkan uang membeli perangkat perang yang tidak ada gunanya, kata Rieffel, lebih baik menggunakannya untuk perlindungan sumber alam Indonesia yang telah banyak dirusak.

"Sumber hutan dan perikanan Indonesia telah rusak. Hutan digunduli untuk penanaman kelapa sawit. Ini bukan hanya tragedi bagi Indonesia, tapi tragedi bagi kemanusiaan," kata Rieffel.

Selain peningkatan PDB Indonesia, berbagai lembaga pemberi peringkat seperti S&P, Moody's dan Fitch Rating juga berlomba-lomba meningkatkan surat utang Indonesia ke tingkat investment grade pada awal tahun ini. Rieffel memandang miring pemeringkatan tersebut.

"Kamu percaya hal S&P, setelah kesalahan yang mereka lakukan terhadap Eropa? Tidak, badan pemberi rating adalah bagian dari sebuah sistem besar," kata Rieffel.(np)



Jumat, 03 Februari 2012

Angelina Sondakh, anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Demokrat resmi dinyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus suap Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang

Selain itu, Angie, begitu dia biasa disapa, juga sudah tidak menjadi manusia bebas lagi karena Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM telah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap dirinya.

Setelah penetapan sebagai tersangka,VIVAnews.com mencoba meminta keterangan langsung dari Angie, baik melalui telepon ataupun mendatangi rumah yang bersangkutan. Namun sayang, sampai saat ini, istri almarhum Adjie Massaid itu tak memberikan balasan.

Bahkan kediaman Angie yang terletak di Perumahan Taman Cilandak, Jakarta Selatan, terlihat sepi dan tertutup. Meskipun dua mobil milik Angie, Kijang Inova hitam berlogo DPR RI dengan nomer polisi B 189 YC, dan Alpard putih B 999 NGI terparkir di halaman rumahnya.

Beberapa waktu setelah awak media menunggu di depan rumah mewah berlantai dua milik mantan puteri Indonesia itu, mobil Alphard putih tiba-tiba keluar. Segera para wartawan mengejar dan mencoba bertanya seolah Angie berada di dalamnya.

"Mbak Angie, apa kabar?", "Mau ke mana ini mbak", "Tanggapan soal pencekalan dan penetapan tersangka bagaimana?" tanya para wartawan.

Tidak menghiraukan, sopir secara perlahan terus memacu gas meninggalkan 'hadangan' sejumlah wartawan. Sang penjaga rumah Angie pun hanya tersenyum ketika ditanyakan apakah Angie ada di dalam mobil tersebut.

Sampai saat ini, suasana rumah perempuan yang juga sempat menjalin hubungan spesial dengan salah satu penyidik KPK asal kepolisian itu terkunci rapat. Pagar besi warna hitam khas rumah mewah itu pun segera ditutup rapat begitu Alpard putih keluar.

Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan politisi Demokrat yang juga anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh, menjadi tersangka dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Yang sudah menjadi terdakwa kasus ini adalah mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin.

"Berdasarkan dua alat bukti, KPK menetapkan tersangka baru yang sebelumnya menjadi saksi, yakni berinisial AS, seorang perempuan," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam keterangan pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat 3 Februari 2012.

Menurut Abraham, penetapan tersangka baru dalam kasus ini berdasarkan temuan baru dari hasil pengembangan penyidikan KPK. Abraham mengakui bahwa kasus ini menjadi perhatian publik, itu sebabnya transparansi kepada publik sangat diperlukan.

Dia menegaskan, "Kami menemukan fakta-fakta hukum yang baru, dua alat bukti berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Sehingga kami simpulkan bahwa dalam kasus ada tersangka baru," katanya.

Abraham Samad menegaskan bahwa AS yang menjadi tersangka baru itu sudah dicegah keluar negeri bersama seorang berinisial WK. Dalam penjelasan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Deny Indrayana hari ini, AS dan WK yang dicekal itu adalah Angelina Sondakh dan I Wayan Koster.

Politisi Partai Demokrat ini dijerat pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 atau pasal 12 huruf a UU Tipikor.

Angelina Sondakh sudah membantah keras terlibat dalam kasus ini. "Membicarakan itu saja tidak pernah, membicarakan dengan Nazar apalagi Mbak Rosa, urusannya nyalon saja lalu ke butik, Pak Nazar juga tak pernah, tiba-tiba saya dibilang terima," ujar Angie kepada wartawan, Senin 16 Januari 2012.

Angelina juga mengaku sungguh heran kenapa dirinya bisa disebut meminta uang untuk meloloskan anggaran proyek yang dituduhkan itu. "Aku nggak pernah ngomong, aku sudah pusing, ada apa di balik semua ini, bicara soal Wisma Atlet, mereka yang menghubungi aku bicara tidak pernah apalagi minta, bicara tidak pernah," kata Angie. (eh)

• VIVAnews


Jumat, 27 Januari 2012

Kalau Bulan Bisa Ngomong: "Aku Calonkan Diri Jadi Presiden AS, AS Menjadi Koloni Bulan!"

Kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Newt Gingrich mengeluarkan janji kontroversial. Saat berkampanye di Space Coast, Florida Kamis 26 Januari 2012, ia berucap ingin mendirikan koloni di Bulan.

"Di akhir masa jabatan saya yang kedua, kita akan memiliki pangkalan permanen pertama di Bulan, milik Amerika," kata dia, diikuti tepuk tangan sekitar 700 hadirin, seperti dimuat situsMSN.

Ia sesumbar, mimpi itu bakal tercapai jika ia bisa berkantor di Ruang Oval, sebagai Presiden AS. Atau sekitar tahun 2020. "Ini sasaran besar ke dua setelah petualangan yang dimulai oleh John F Kennedy," kata dia, seperti dimuat situs Tecca.

Gingrich menyatakan, sangat mungkin Bulan menjadi negara bagian ke-51 AS, jika suatu saat nanti ada sekitar 13.000 penduduk AS yang tinggal di sana, dan mengajukan petisi.

Tak hanya mengincar Bulan, Gingrich juga mengatakan, pada 2020 nanti, ia akan mengirim misi manusia pertama ke Planet Mars. "Saya muak ketika tahu kita terlalu takut, dan dibatasi teknologi yang usianya sudah 50 tahun."

Pernyataan Gingrich bertentangan dengan dokumen keputusan yang dikeluarkan PBB pada 1967 yang menyebut, bahwa tak ada satu negara pun yang bisa mengklaim kedaulatannya atas Bulan. AS, Rusia, juga China belum mampu berbuat banyak untuk mendorong aturan baru di PBB soal kepemilikan Bulan.

Misi ke Bulan yang dilakukan selama ini membuktikan, tak ada kehidupan di Bulan. Namun, bukan berarti satelit Bumi ini tak bisa jadi koloni manusia.

Menuju ke arah sana, para ilmuwan bahkan melompat jauh dengan mengembangkan prototipe 'greenhouse' atau rumah kaca untuk bercocok tanam yang bisa jadi kunci untuk menumbuhkan bahan makanan segar dan sehat di Bulan, atau bahkan di Mars.

Proyek yang dikerjakan peneliti di Pusat Pengendalian Lingkungan Agrikultur (CEAC) University of Arizona adalah bagaimana menumbuhkan tanaman tanpa media tanah. Bahan makanan seperti kentang, kacang, tomat, cabe, dan sayur-sayuran bisa tumbuh di media air alias hidroponik. (eh)

Senin, 16 Januari 2012

Membela Pengencing Mayat, Perilaku Politisi Mencari Popularitas

Pembelaan disampaikan calon kandidat Presiden dari Partai Republik, Rick Perry, terkait aksi biadab tentara militer Amerika Serikat (AS) yang mengencingi mayat yang diduga pejuang Taliban. Menurutnya, para tentara yang bertugas di Afghanistan tersebut tidak boleh mendapat hukuman.

"Mereka hanya harus dikritik. Anak-anak yang berumur 18 tahun saja sering melakukan kesalahan konyol," ujar Perry, Ahad (15/1). Dalam kasus ini, tidak ada yang didakwa. Namun pemerintah AS meminta adanya hukuman bagi empat marinir tersebut.

Menteri Pertahanan, Leon Panetta, khawatir video itu dapat mengubah sikap Taliban terhadap perbincangan damai. Pemeriksaan sedang dilakukan oleh investigasi kriminal militer dan Korps Marinir. Konvensi Genewa melarang adanya pelecehan pada jenazah.

Perry juga menyalahkan pemerintahan Obama atas retorika yang berlebihan. Ia juga menuding Obama tidak menghormati militer, karena Obama mengutuk video yang memperlihatkan empat militer AS tengah mengencingi jenazah pejuang Taliban.

Komentar Perry itu tidak disetujui Senator John McCain. "Korps Marinir bangga dan tidak merendahkan dirinya. Saya sedih melihatnya. Ini merusak reputasinya," ujar McCain.

McCain menambahkan, AS sedang mencoba untuk memenangkan hati Afghanistan. Kejadian ini dapat merusak semua itu.


Video Tentara Mengencingi Jenazah Para Pejuang Taliban

Jumat, 06 Januari 2012

Amerika Serikat, Negara yang Beranjak Runtuh?

Dikenal sebagai negara adidaya, Amerika Serikat kini disebut-sebut sebagai negara yang beranjak runtuh. Keruntuhan itu bersumber dari jatuhnya perekonomian anggota DK PBB yang getol meningkatkan sanksi bagi Iran tersebut.

Blog ekonomi populer The Economic Colapse memaparkan, meski masyarakat AS telah dibuat frustasi oleh keadaan ekonomi itu, sebagian besar belum memiliki gambaran mengenai seberapa parah kondisi itu. "Kemerosotan yang terjadi sangat buruk dan akan ada banyak masalah jika kita tidak melakukan perubahan dramatis."

Bahkan, tulisnya, jika Bill Gates memberikan setiap sen kekayaannya untuk pemerintah AS, itu hanya akan menutupi defisit anggaran AS selama sekitar 15 hari saja. Asakl tahu saja, salah satu orang terkaya di dunia ini berpenghasilan 250 dolar AS perdetik, atau 20 juta dolar AS sehari, dan 7,8 miliar setahun!

Artikel berjudul 50 Economic Numbers from 2011 that are Almost too Crazy to Believe itu menguraikan 50 fakta terkait perekonomian Amerika yang memburuk. Dijelaskan pula bahwa daftar itu dibuat untuk menyadarkan masyarakat Amerika tentang kritis tersebut.

"Jika kita tidak mendidik warga Amerika mengenai seberapa jauh ekonomi Amerika telah menjadi penyakit mematikan, maka mereka akan jatuh dalam kebohongan lama yang sama dari para politisi kita, bahwa ia hanya sedikit keadaan sulit yang akan diatasi."

Di antara fakta ekonomi yang nyaris sulit dipercaya itu adalah:

  1. Sebanyak 48 persen dari seluruh populasi Amerika termasuk kategori "berpenghasilan rendah" atau hidup dalam kemiskinan
  2. Sekitar 57 persen dari anak-anak AS tinggal di rumah-rumah berpenghasilan rendah atau miskin tadi
  3. Jika jumlah warga AS yang menginginkan pekerjaan sama pada 2007 dengan sekarang, angka pengangguran resmi pemerintah AS diperkirakan mencapai 11 persen.
  4. Rata-rata rentang waktu pengangguran warga usia kerja saat ini lebih dari 40 minggu
  5. Satu survei terbaru menemukan 77 persen bisnis kecil di AS tidak berencana menambah jumlah karyawan mereka
  6. Terdapat lebih sedikit pekerjaan dengan penggajian dibandingkan dengan jumlah pada tahun 2000, meski telah ada penambahan 30 juta orang sejak itu
  7. Sejak Desember 2007, rata-rata pendapatan rumah tangga telah menurun, dengan total penurunan 6,8 persen jika memperhitungkan invlasi
  8. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, terdapat sebanyak 16,6 juta wiraswasta Amerika pada Desember 2006. Saat ini, jumlah itu telah menyusut menjadi 14,5 juta.
  9. Sebuah jajak pendapat "Gallup" pada awal tahun 2011 menemukan, sekitar satu dari lima orang pekerja menganggap dirinya menganggur.
Yahoo!


Sabtu, 17 Desember 2011

Ekonomi: Untuk Pertama Kali Indonesia Mengalahkan Belanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan rasa bangganya bahwa untuk pertama kali Indonesia mengalahkan Belanda dalam hal skala ekonomi.

"Belanda yang menjajah Indonesia dan membuat kita miskin selama 350 tahun, tetapi tahun ini pertama kalinya ekonomi Belanda kita kalahkan," ujar Dahlan dalam The Markplus Conference 2012 di Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Lebih detail, ia menyebutkan, skala ekonomi (pertumbuhan PDB) Belanda mencapai 700 miliar dollar AS, sedangkan Indonesia bisa mencapai 800 miliar dollar AS.

Selain mengalahkan Belanda, Dahlan pun mengatakan, Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dalam hal kapitalisasi pasar modal per penutupan pasar Rabu (14/12/2011) sore. "Closing marketkemarin sore Indonesia 359 miliar dollar AS (dan) Singapura 337 miliar dollar AS," ujarnya.

Prospek ekonomi Indonesia pun diperkirakan kian bagus. Sesuai dengan ramalan para ekonom, Dahlan mengatakan, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam investment grade. Terhadap kemungkinan ini, ia berpesan agar siapa pun tidak boleh terlambat untuk bergerak dan memanfaatkannya. "Inilah bukti masyarakat ekonomi kita yang tidak peduli politik ternyata jauh mencatat pencapaian lebih dari masyarakat politik," kata Dahlan.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat ekonomi Indonesia untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...