Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Pertama di Indonesia, Pastur Dihukum Mati

"Menjatuhkan hukuman mati kepada
Herman Jumat Masan,"
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) tidak main-main memberikan hukuman kepada pelaku kejahatan berat. Salah satu buktinya dengan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pastur karena kasus pembunuhan berencana.

"Menjatuhkan hukuman mati kepada Herman Jumat Masan," kata sumber detikcom di MA, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/2/2014).

Vonis ini dijatuhkan siang ini oleh majelis hakim yang diketuai hakim agung Timur Manurung dengan hakim anggota Dr Dudu Duswara dan Prof Dr Gayus Lumbuun.

Senin, 10 Februari 2014

Indonesia Sabet 7 Gelar di Ajang Lomba Mobil Teririt se-Asia di Manila

Manila -Tim mahasiswa dari Indonesia berhasil menyabet 7 gelar juara dalam lomba mobil teririt Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2014 di Manila, Filipina. Indonesia mendapat paling banyak juara dalam ajang bergengsi ini.

Pengumuman juara dilaksanakan di Manila Hotel, Rizal Park, Manila, Filipina, Minggu (9/2/2014). Saat pengumuman, nama Indonesia paling banyak disebut dan mendapat sambutan meriah.

Manajer Tim Sadewo Otto dari Universitas Indonesia, Pither Supermando mengaku bangga dan senang bisa menang dalam loma mobil teririt se-Asia ini.

Senin, 27 Januari 2014

Jadi Orang Terkaya Indonesia, Ini dia sumber harta Eka Tjipta Widjaja

Orang kaya apalagi konglomerat, memang sulit untuk tidak terlihat publik. Adalah Bloomberg, situs berita ekonomi global, yang mencatatkan nama Eka Tjipta Widjaja dalam daftar 200 orang paling tajir di dunia.

Eka Tjipta Widjaja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$8,4 miliar (sekitar Rp92,4 triliun) berdasarkan kalkulasi Bloomberg per 13 September 2013.

Menurut Bloomberg, hampir 50% dari total kekayaan keluarga Widjaja berasal dari 50% kepemilikan di Golden Agri-Resources, perusahaan minyak sawit terbesar kedua di dunia yang terdaftar di bursa efek Singapura.

Kamis, 19 April 2012

Prof. Sofjan: Mereka Beban Negara, Anti-Pancasila

Di Denmark, menteri pulang dari lawatan luar negeri dengan kelas ekonomi, lalu naik taksi dari bandara ke kantor. Hanya di Indonesia saja yang wakil rakyatnya jor-joran. Mereka ini beban negara, anti-Pancasila.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA, pengajar pada Islamic University of Europa, Rotterdam, kepada detikcom, Kamis (19/4/2012) waktu setempat.

"Kita harus mencontoh cara mengelola uang rakyat di Eropa. Ketika sang menteri kirim faktur taksi ke kementeriannya untuk diganti, dia langsung dikritik mengapa naik taksi, padahal ada bus umum. Bola-balik DPR ke luar negeri, tapi yang begini DPR pura-pura tidak melihat," tutur Sofjan.

Menurut Sofjan, pejabat seperti di Denmark itu hakekatnya pejabat Pancasilais, di negara yang justru tidak mengenal Pancasila. Elite politik Indonesia harus belajar jadi manusia Pancasilais seperti di Eropa.

"Mengapa nilai-nilai Pancasila secara de facto hidup di Eropa? Sementara di Indonesia de jure saja, de facto-nya bagaimana? Itu harus dijawab oleh elite dan pejabat Indonesia," imbuh Sofjan.

Lanjut Sofjan, jika semua pola hidup konsumtif dan hedonisme para penyelenggara negara ditiadakan, maka pilkada dan pemilu legislatif akan seperti di Eropa, tidak rebutan.

"Akhirnya orang tidak berlomba menghalalkan segala cara, seperti manuver gerombolan di Senayan. Mencari caleg akan susah, seperti susahnya mencari calon polisi dan tentara di Eropa, karena yang ingin masuk hanyalah orang yang benar-benar bermotivasi mengabdi, bukan motif lain," tegas Sofjan.

Di Indonesia, menurut Sofjan, rakyat cukup Pancasilais, namun sayangnya kelakuan elitenya sangat bertentangan dengan Pancasila. Untuk anggota DPR semua ditunjang, mulai listrik, macam-macam honor, uang aspirasi, uang komunikasi, pengawasan, uang sidang, dll. 1001 macam fasilitas seperti ini hanya ada di lembaga parlemen Indonesia.

"Di dunia ini hanya di Indonesia saja yang fasilitas untuk elitenya sangat extravagant (jor-joran, red). Bukankah mereka sudah ada gaji, kenapa harus ditunjang lagi berlipat-lipat dengan berbagai nama?" gugat Sofjan.

Hampir setiap hari rakyat dikagetkan dengan berita-berita pemborosan uang negara oleh para elite parpol di DPR dan pejabat, dengan berbagai alasan mulai dari kenaikan gaji, fasilitas dan sampai tunjangan berlapis-lapis.

Selain tunjangan juga ada rumah dinas dan segala bentuk fasilitas dinas, yang sama sekali rakyat tidak tahu. Jika rakyat tahu sebelumnya dan disiarkan secara transparan tentu dan pasti tidak ada yang setuju dengan fasilitas belebihan seperti itu.

Dalam pandangan Sofjan, rumah-rumah dinas pejabat tinggi negara, DPR, DPRD di semua provinsi dan kabupaten, vila dan wisma, kalau dilikuidasi akan menghemat anggaran perawatan dan mendatangkan fresh money puluhan triliuan rupiah.

Sistem gaji juga harus disederhanakan. Jangan gaji resmi Rp 5 juta, tunjangan dan sabetan dalam bentuk uang macam-macam itu bisa sampai puluhan atau ratusan juta. Harus mudah dan simpel, umpamanya maksimal Rp 25 juta, sudah termasuk segala tunjangan.

"Jika merasa kurang cukup silakan mundur. Berikan kepada orang yang mau dan merasa gaji itu cukup sebagai wakil rakyat," tandas Sofjan.

Anggota DPR tidak perlu menginap di hotel ketika akan dilantik. Jika ingin tidak terlambat, mereka harus cepat bangun pagi, seperti rakyat yang diwakilinya. Anggota DPR dan pejabat harus belajar jadi makhluk manusia. Jika mau rapat cukup di kementerian atau di kantor, jangan di hotel bintang lima pakai uang rakyat.

"Mereka itu beban negara, jika terus menuruti nafsu konsumtif atas biaya rakyat dan menghisap rakyat. Itu tidak berprikemanusiaan. Mereka itu pada hakekatnya anti-Pancasila dan tidak perlu dipertahankan di Indonesia," pungkas Sofjan.

Detik

Senin, 21 November 2011

Juara Umum: Minggu, 20 November 2011 pukul 00:00, Indonesia dipastikan mendapat 154 medali emas

Jelang dua hari lagi penutupan SEA Games XXVI, Indonesia sebagai tuan rumah memastikan diri jadi juara umum. Kontingen Merah Putih ditargetkan mendapat 136 medali emas untuk bisa mewujudkannya.

Dan hingga Minggu, 20 November 2011 pukul 00:00, Indonesia dipastikan mendapat 154 medali emas. Selain itu, Merah Putih juga mendapat 130 medali perak dan 116 perunggu hingga total mengumpulkan 400 keping medali.

Hasil ini jauh meninggalkan Thailand dan Vietnam di peringkat dua dan tiga. Thailand hanya mengoleksi 283 medali dengan komposisi 95 emas, 83 perak, 105 perunggu. Sedangkan Vietnam menuai 263 medali dengan 87 emas, 85 perak, dan 91 perunggu.

Medali untuk Indonesia, Minggu, 20 November, disumbang dari cabang tenis melalui Christopher Rungkat dan Ayu Fani Damayanti yang menyandingkan medali emas tenis individu putra dan putri
Cabang equistrian melalui Larasati Gading dengan kudanya 'Wallenstein'di nomor dressage perorangan. Juga dari cabang Wushu lewat Susyana Tjhan yang meraih emas di nomor Jianshu dan Qiang Shu.
Koleksi emas dari cabang wushu diakui Manajer Tim Wushu Indonesia, Nanang Soleh, di atas jumlah yang ditargetkan. Tadinya wushu hanya menargetkan lima medali emas. "Sampai hari ini (Minggu), target sudah melebihi. Kami sudah meraih enam medali emas," ungkap Nanang.

VIVAnews

Jumat, 18 November 2011

Emas ke-100 untuk Kontingen Indonesia (SEA-Games XXVI 2011)

Perolehan medali emas Indonesia di SEA Games XXVI semakin jauh meninggalkan pesaingnya. Hingga kemarin kontingen Indonesia sudah mengoleksi 100 emas, 74 perak, dan 74 perunggu.

Vietnam, yang menyodok di peringkat kedua, baru mengantongi 66 emas, 64 perak, dan 63 perunggu. Sedangkan Thailand, yang mengumpulkan 63 emas, ada di peringkat ketiga.

Indonesia masih berpeluang besar menambah pundi-pundi emasnya. Hari ini beberapa nomor yang diperkirakan menjadi lumbung emas untuk Indonesia baru mulai bertanding. Di antaranya dari cabang wushu, kempo, dan perahu naga.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wushu Indonesia Supandi Kusuma menargetkan menyapu bersih dua emas dari nomor nanquan putra dan putri. "Bisa sapu bersih medali emas. Saya yakin bisa karena atlet sudah siap," kata Supandi.

Pada laga perdana, cabang wushu akan menurunkan Heriyanto dan Johanes Bie untuk nomor nanquan putra. Sedangkan nomor nanquan putri mengandalkan Desi Indriastuti dan Ivana Ardelia Irmanto.

Supandi yakin mereka bisa meraih emas karena Heriyanto nangkring di peringkat kelima dunia dan Johanes Bie ada di peringkat ketujuh dunia. Sedangkan Desi baru-baru ini meraih perak pada Kejuaraan Dunia di Turki 2011. Sedangkan Ivana merupakan peraih perak Asian Games Guangzhou 2010.

Sekretaris Jenderal Wushu Indonesia Ngatino menambahkan, cabang wushu ditargetkan meraih lima dari 20 emas SEA Games XXVI. "Kami bisa meraih target itu," kata Ngatino. Dua tahun lalu, wushu menyumbangkan dua emas melalui Susyana Tjan dan Ardi Lukman.

Dari cabang kempo, Indonesia juga bertekad merebut empat emas dari nomor seni yang dipertandingkan hari ini. "Mudah-mudahan bisa empat emas," kata Nasrul Qadar Taslim, pelatih kempo Indonesia, kemarin.

Menurut Nasrul, tim kempo hanya membidik lima emas di pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut. Cabang kempo menyediakan 16 medali emas. "Kami optimistis bisa memenuhi target itu," ujarnya. Cabang kempo baru pertama kali dilombakan di SEA Games.

Sedangkan tim perahu naga juga akan memulai perjuangan untuk menyapu bersih 10 medali emas hari ini. Pelatih kepala perahu naga Indonesia, Mohamad Suryadi, menyatakan yakin anak asuhnya menorehkan sejarah menyapu bersih emas. "Kalau melihat peluangnya sih ada. Doakan saja," kata Suryadi. Setidaknya, kata dia, perahu naga bisa meraih enam emas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...