Kamis, 29 November 2012

Gol Cantik Andik Masuk di Laman Gol Hebat Dunia

Berkat gol penentu kemenangan Indonesia atas Singapura, reputasi Andik Vermansyah akan kian moncer di dunia.

Salah satunya karena sepakan bertenaga dan terukur dari pemain bertubuh mungil itu diunggak ke laman yang khusus mendokumentasikan video gol-gol dan pertandingan terbaik di dunia, 101greatgoals.com.

Tak hanya sekadar diunggah, video itu pun tercatat di-share oleh 2.196 pemilik akun Twitter, mendapat 260 likes dari pemilik akun facebook, dan dari 45 pemilik akun di jejaring sosial lainnya.

Pengelola laman ini pun tak lupa menyampaikan rasa takjubnya atas banyaknya pecinta bola di Indonesia. “Kalian semua menakjubkan,” begitu tulis akun yang 101greatgoals yang sepertinya mewakili laman101greatgoals.com.

Pada info tentang laman ini disebutkan bahwa 101 Great Goals ini pertama kali muncul di dunia maya pada 1 September 2006, dimoderatori 2 sahabat Benjamin Newman dan Ben Green.

Kemunculannya dimaksudkan untuk mengkompilasi video sepakbola sejak tahun 80-an hingga 90-an. Hingga kini 101 Great Goals terus menjadi tempat banyak pihak mengaitkan berbagai gold an pertandingan menarik di dunia.

Di masa lalu, saking populernya, laman independen yang dibuat dua pecinta fanatic sepakbola itu sempat mendapat peringatan dari Liga Sepakbola Inggris.

Saat itu, tahun 2006, sebuah perusahaan di bidang monitoring internet yang bekerja untuk Liga Primer Inggris member peringatan kepada laman yang masih bernama 101greatgoals.blogspot.com. Mereka menuduh laman ini telah melanggar hak cipta Liga Primer Inggris.

Menghindari tudingan serupa muncul kembali, pengelola laman ini memberi garis bawah bahwa mereka hanyalah website sepakbola online yang tidak mengunggah sendiri hasil-hasil pertandingan.

Apa yang terhidang di website ini adalah kiriman pemain, manager atau pihak-pihak lain dengan sumber yang jelas atau berasal dari situs video hosting macam You Tube.

Rabu, 28 November 2012

Akal Bulus Pengendali Narkoba dari Balik Penjara

Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Hermawan Yunianto, mengaku kewalahan dalam mengawasi gerak-gerik para narapidana yang tersangkut kasus narkotika. Meski berada di balik penjara, mereka leluasa mengakali petugas dalam setiap razia. Bahkan segala cara dilakukan untuk memuluskan jalan peredaran dan pengendalian narkotika.

"Ada nasi bungkus yang isinya 10 simcard telepon seluler yang dibawa pembesuk," kata Hermawan saat berbincang dengan Deputi BNN Irjen Benny Mamoto, di ruang kerjanya, di Nusakambangan, Cilacap, Selasa (27/11/2012).

Kartu telepon seluler itu diduga untuk digunakan untuk akses para bandar dalam menjalankan bisnis haramnya di penjara, agar kaki tangan sang bandar yang berada di luar dapar melancarkan peredaran narkotika sang tokek.

Bagi Hermawan, bukan hal mudah mengawasi para napi yang tinggal menunggu ajal telepon seluler.

"Mereka bisa mengawasi saya, tapi saya sulit mengawasi mereka. Selalu ada cara menghindar dari petugas," keluhnya.

Tidak hilang akal, upaya-upaya pencegahan dilakukan pihaknya untuk menekan distribusi dan pengendalian narkotika dari lapas. Salah satunya dengan razia yang dilakukan rutin dan mendadak. Namun lagi-lagi, sang bandar lebih panjang akalnya ketika sipir penjara melakukan razia.

Salah satu langkah unik yang dilakukan Hermawan dalam menekan peredaran narkotika adalah dengan cara mempersilakan setiap pembesuk untuk menggunakan sandal yang disediakan lapas ketika membesuk napi.

"Pembesuk melepas sandal dan sepatunya, pembesuk harus memakai sandal yang disediakan lapas," terangnya.

Langkah ini dilakukan saat sipir banyak menemukan modus pengiriman narkotika yang dilakukan pembesuk, yaitu dengan menyimpan narkotika di sandal atau sepatu.

Super Trap Edisi Toilet (Trans TV) Tak Bermoral, Terlalu !!!

Program televisi yang mengklaim diri sebagai acara yang benar-benar sangat menghibur, Minggu (25/11) kemarin tak lagi menjadi hiburan. Jebakan yang katanya kreatif dan membuat orang terpingkal-pingkal, justru menuai hujatan.

Pada edisi ini tim Super Trap membuat toilet umum yang diberi hidden camera. Toilet itu lalu diangkat dengan hidrolik sampai menembus atap. Orang sedang 'buang hajat' pun panik memakai celana sebelum sempat membersihkan diri.

Parahnya, Salah satu orang yang kena dalam jebakan ini bahkan belum sempat menutup auratnya. Sayang sekali, tim Super Trap justru tertawa puas melihat ekspresi para korbannya.

Ya! Super Trap edisi toilet kemarin pun lantas dihujani protes di media sosial. Mereka yang malam itu sempat menonton, menilai bahwa jebakan kali ini bukan lagi kreatif, tapi justru kelewat batas, tidak bermoral, dan melanggar privasi.

Senin, 26 November 2012

"LPBH PBNU Akan Melayangkan Somasi Kepada Partai Demokrat cq Soetan Bhatoegana,” Kata Andi Najmi Fuadi (Ketua)


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melayangkan somasi terhadap Partai Demokrat terkait pernyataan petinggi partai itu, Soetan Bathoegana, yang dinilai melecehkan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan tokoh kebanggaan NU.


“LPBH PBNU akan melayangkan somasi kepada Partai Demokrat cq Soetan Bhatoegana,” kata Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuadi di Jakarta, Senin (26/11/2012).

Selanjutnya ...


Jumat, 17 Agustus 2012

Almarhum Gur Dur Pun Jatuh Cinta Pada Ahok

Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ternyata pernah memberikan dukungan secara terang-terangan kepada calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok.

"Kita semua akan memilih Ahok karena cinta," kata mantan Presiden itu dalam pidatonya seperti ditayangkan layanan video streaming YouTube, Kamis, 16 Agustus 2012.

Video berdurasi 1 menit 52 detik itu diambil dari siaran Metro TV. Dukungan tersebut disampaikan Gus Dur ketika Ahok menjadi calon Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007.

Dalam kampanyenya, Gus Dur mengutip salah satu ayat Al-Quran tentang penciptaan laki-laki dan perempuan, serta menjadikan manusia dengan beragam suku dan bangsa.

"Allah menciptakan kalian dalam rupa perempuan dan lelaki. Ahok itu lelaki atau perempuan?" kata Gus Dur yang duduk di kursi roda. Pertanyaan itu sontak dijawab oleh sejumlah orang di sekitarnya, "Lelaki."

Gus Dur yang mengenakan peci dan batik berwarna cokelat menambahkan, keadaan masyarakat yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa itu ditujukan supaya mereka saling mengetahui dan mengenal. "Kalau sudah mengenal bisa menjadi sayang dan cinta," ujarnya. "Jadi kenapa memilih Ahok? Karena cinta."


Sumber: *

Kamis, 19 April 2012

Sinta Tewas Saat Tatonya Dihapus, Pelaku: Baru Kali Ini Fatal

Purwokerto - Eko Restianto (49), tersangka tewasnya Sinta Dewi (28) saat menghapus tato, mengaku sudah beroperasi sejak 10 tahun lalu. Baru kali hasilnya fatal, kliennya meninggal.

Eko belajar dan membuka praktek hapus tato sejak 10 tahun yang lalu. Awalnya, dia menggunakan cara manual, lalu di tahun 2009 ia mulai memakai laser.

"Dari ratusan pasien, baru kali ini fatal hingga meninggal," kata Eko kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/4/2012).

Eko menjelaskan, Sinta datang ke tempat prakteknya ditemani oleh tiga orang, yakni Supriyanto (51), warga Banyumas, Samyono (36), warga Gombong, dan Mujiati (42), warga Purbalingga. Ia sempat ragu saat menghapus tato tapi akhirnya terpaksa melakukannya.

Sinta memiliki tiga tato, jelas Eko, sehingga dibutuhkan banyak obat bius. "Saya pakai jenis Lepokin agar proses hapus tidak terasa sakit," ungkapnya.

Eko tidak tahu penyebab kematian Sinta. Dosis suntikan obat bius didapat dari dokter. "Katanya, nggak apa-apa, asal dosisnya nggak terlalu banyak. Tapi kalau pasien bilang pusing, berarti harus stop," lanjutnya.

Sinta tewas setelah kejang-kejang di tempat praktik Eko. Diduga, gejala itu dialami akibat suntikan obat bius. Polisi masih menyelidiki kasus ini.



Prof. Sofjan: Mereka Beban Negara, Anti-Pancasila

Di Denmark, menteri pulang dari lawatan luar negeri dengan kelas ekonomi, lalu naik taksi dari bandara ke kantor. Hanya di Indonesia saja yang wakil rakyatnya jor-joran. Mereka ini beban negara, anti-Pancasila.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA, pengajar pada Islamic University of Europa, Rotterdam, kepada detikcom, Kamis (19/4/2012) waktu setempat.

"Kita harus mencontoh cara mengelola uang rakyat di Eropa. Ketika sang menteri kirim faktur taksi ke kementeriannya untuk diganti, dia langsung dikritik mengapa naik taksi, padahal ada bus umum. Bola-balik DPR ke luar negeri, tapi yang begini DPR pura-pura tidak melihat," tutur Sofjan.

Menurut Sofjan, pejabat seperti di Denmark itu hakekatnya pejabat Pancasilais, di negara yang justru tidak mengenal Pancasila. Elite politik Indonesia harus belajar jadi manusia Pancasilais seperti di Eropa.

"Mengapa nilai-nilai Pancasila secara de facto hidup di Eropa? Sementara di Indonesia de jure saja, de facto-nya bagaimana? Itu harus dijawab oleh elite dan pejabat Indonesia," imbuh Sofjan.

Lanjut Sofjan, jika semua pola hidup konsumtif dan hedonisme para penyelenggara negara ditiadakan, maka pilkada dan pemilu legislatif akan seperti di Eropa, tidak rebutan.

"Akhirnya orang tidak berlomba menghalalkan segala cara, seperti manuver gerombolan di Senayan. Mencari caleg akan susah, seperti susahnya mencari calon polisi dan tentara di Eropa, karena yang ingin masuk hanyalah orang yang benar-benar bermotivasi mengabdi, bukan motif lain," tegas Sofjan.

Di Indonesia, menurut Sofjan, rakyat cukup Pancasilais, namun sayangnya kelakuan elitenya sangat bertentangan dengan Pancasila. Untuk anggota DPR semua ditunjang, mulai listrik, macam-macam honor, uang aspirasi, uang komunikasi, pengawasan, uang sidang, dll. 1001 macam fasilitas seperti ini hanya ada di lembaga parlemen Indonesia.

"Di dunia ini hanya di Indonesia saja yang fasilitas untuk elitenya sangat extravagant (jor-joran, red). Bukankah mereka sudah ada gaji, kenapa harus ditunjang lagi berlipat-lipat dengan berbagai nama?" gugat Sofjan.

Hampir setiap hari rakyat dikagetkan dengan berita-berita pemborosan uang negara oleh para elite parpol di DPR dan pejabat, dengan berbagai alasan mulai dari kenaikan gaji, fasilitas dan sampai tunjangan berlapis-lapis.

Selain tunjangan juga ada rumah dinas dan segala bentuk fasilitas dinas, yang sama sekali rakyat tidak tahu. Jika rakyat tahu sebelumnya dan disiarkan secara transparan tentu dan pasti tidak ada yang setuju dengan fasilitas belebihan seperti itu.

Dalam pandangan Sofjan, rumah-rumah dinas pejabat tinggi negara, DPR, DPRD di semua provinsi dan kabupaten, vila dan wisma, kalau dilikuidasi akan menghemat anggaran perawatan dan mendatangkan fresh money puluhan triliuan rupiah.

Sistem gaji juga harus disederhanakan. Jangan gaji resmi Rp 5 juta, tunjangan dan sabetan dalam bentuk uang macam-macam itu bisa sampai puluhan atau ratusan juta. Harus mudah dan simpel, umpamanya maksimal Rp 25 juta, sudah termasuk segala tunjangan.

"Jika merasa kurang cukup silakan mundur. Berikan kepada orang yang mau dan merasa gaji itu cukup sebagai wakil rakyat," tandas Sofjan.

Anggota DPR tidak perlu menginap di hotel ketika akan dilantik. Jika ingin tidak terlambat, mereka harus cepat bangun pagi, seperti rakyat yang diwakilinya. Anggota DPR dan pejabat harus belajar jadi makhluk manusia. Jika mau rapat cukup di kementerian atau di kantor, jangan di hotel bintang lima pakai uang rakyat.

"Mereka itu beban negara, jika terus menuruti nafsu konsumtif atas biaya rakyat dan menghisap rakyat. Itu tidak berprikemanusiaan. Mereka itu pada hakekatnya anti-Pancasila dan tidak perlu dipertahankan di Indonesia," pungkas Sofjan.

Detik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...