Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Rabu, 29 Januari 2014
Jokowi Menjadi Fenomenal di Media Asing
Sejumlah media asing kerap mengikuti kegiatan Jokowi sehari-hari. Bahkan tak sedikit yang membuat ulasan khusus tentang sang politikus PDIP tersebut. Mulai dari TV5 asal Prancis hingga media-media cetak luar negeri.
Media kenamaan Amerika Serikat New York Times pada Rabu (25/9) menyoroti kegiatan blusukan Jokowi. Bahkan mereka menyebutnya 'A Governor at Home on the Streets'.
New York Times juga menggambarkan bagaimana Jokowi merupakan sebuah harapan di mana dia tidak menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri. Jokowi dipuji sebagai politisi yang bersih. Jokowi juga dinilai sukses membereskan Tanah Abang dan Waduk Pluit.
Label:
aneh,
Der Spiegel,
Fenomenal,
Harun al-Rashid,
Jokowi,
keemasan Islam,
Man of The People,
Media Asing,
Mick Jagger,
Nelson Mandela,
New York Times,
PDIP,
Prancis,
SBY,
Tanah Abang,
TV5,
Waduk Pluit
Pesan Orang Terkaya ke-12 RI ke Anak Muda: Bekerjalah karena Tanggung Jawab
Jakarta - Usai menyelesaikan pendidikan, seseorang akan mulai bekerja. Terkadang pekerjaan pertamanya menjadi salah satu penentu karirnya kelak. Motivasi dalam bekerja pun beraneka ragam. Ada yang karena uang semata, mengisi waktu, penyambung hidup, dan sebagainya. Namun Dr Tahir, yang dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya ke-12 di RI membagi pesan kepada para anak muda agar bekerja karena tanggung jawab.
"Bekerja karena hobi itu menurut saya adalah kelas terendah. Satu tingkat di atasnya bekerja karena tanggung jawab. Tiap status dalam hidup itu ada tanggung jawabnya," ujar Tahir yang merupakan founder, chairman, dan CEO Mayapada ini mengisahkan salah satu anak yang pernah dibantu pengobatan olehnya. Hal itu disampaikan dia saat berbincang dengan detikcom di kantor Redaksi detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
"Bekerja karena hobi itu menurut saya adalah kelas terendah. Satu tingkat di atasnya bekerja karena tanggung jawab. Tiap status dalam hidup itu ada tanggung jawabnya," ujar Tahir yang merupakan founder, chairman, dan CEO Mayapada ini mengisahkan salah satu anak yang pernah dibantu pengobatan olehnya. Hal itu disampaikan dia saat berbincang dengan detikcom di kantor Redaksi detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Label:
Anak Muda,
Bekerjalah,
berkat,
Bill Gates,
Forbes,
hobi,
ke-12,
keluarga,
Mayapada,
memberi,
motivasi,
orang terkaya,
Pesan,
prediksi,
RI,
Tahir,
Tanggung Jawab,
visi
Senin, 27 Januari 2014
Jadi Orang Terkaya Indonesia, Ini dia sumber harta Eka Tjipta Widjaja
Orang kaya apalagi konglomerat, memang sulit untuk tidak terlihat publik. Adalah Bloomberg, situs berita ekonomi global, yang mencatatkan nama Eka Tjipta Widjaja dalam daftar 200 orang paling tajir di dunia.
Eka Tjipta Widjaja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$8,4 miliar (sekitar Rp92,4 triliun) berdasarkan kalkulasi Bloomberg per 13 September 2013.
Menurut Bloomberg, hampir 50% dari total kekayaan keluarga Widjaja berasal dari 50% kepemilikan di Golden Agri-Resources, perusahaan minyak sawit terbesar kedua di dunia yang terdaftar di bursa efek Singapura.
Eka Tjipta Widjaja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$8,4 miliar (sekitar Rp92,4 triliun) berdasarkan kalkulasi Bloomberg per 13 September 2013.
Menurut Bloomberg, hampir 50% dari total kekayaan keluarga Widjaja berasal dari 50% kepemilikan di Golden Agri-Resources, perusahaan minyak sawit terbesar kedua di dunia yang terdaftar di bursa efek Singapura.
Kamis, 04 Juli 2013
Dahlan Sebut Ada 2 BUMN Bakal Jadi Juara di ASEAN
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan ada dua perusahaan BUMN siap menjadi juara di Asia Tenggara atau ASEAN. Pertama adalah PT Semen Indonesia Tbk dan PT Garuda Indonesia Tbk.
"Semen Indonesia sudah menjadi No 1 di Asia Tenggara. Sudah menjadi yang terbesar," ungkap Dahlan dalam acara konferensi pemberdayaan UMKM Nasional di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Sementara itu, untuk Garuda sudah berada di posisi dua untuk ASEAN. Ia mengatakan peringkat Garuda hanya kalah dari Singapore Airlines.
"Garuda sudah mengalahkan yang lain kecuali Singapore Airlines. Itu memang belum. Tapi kita bisa. Kita boleh kalah, tapi kalahnya jangan 5-0. Kalahnya itu 5-1 atau 5-2," jelasnya.
Ia meminta Garuda untuk mempersiapkan rute Jakarta-Singapura dengan pesawat yang paling bagus, berikut dengan fasilitasnya.
"Untuk economy class kita sudah jauh lebih baik. Nah sekarang saya sudah minta Garuda kalau khusus untuk Jakarta-Singapura pelayanannya itu harus melebihi Singapore Airlines. Kasih yang terbaik," sebut Dahlan.
"Semen Indonesia sudah menjadi No 1 di Asia Tenggara. Sudah menjadi yang terbesar," ungkap Dahlan dalam acara konferensi pemberdayaan UMKM Nasional di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Sementara itu, untuk Garuda sudah berada di posisi dua untuk ASEAN. Ia mengatakan peringkat Garuda hanya kalah dari Singapore Airlines.
"Garuda sudah mengalahkan yang lain kecuali Singapore Airlines. Itu memang belum. Tapi kita bisa. Kita boleh kalah, tapi kalahnya jangan 5-0. Kalahnya itu 5-1 atau 5-2," jelasnya.
Ia meminta Garuda untuk mempersiapkan rute Jakarta-Singapura dengan pesawat yang paling bagus, berikut dengan fasilitasnya.
"Untuk economy class kita sudah jauh lebih baik. Nah sekarang saya sudah minta Garuda kalau khusus untuk Jakarta-Singapura pelayanannya itu harus melebihi Singapore Airlines. Kasih yang terbaik," sebut Dahlan.
Siapa Nisin Sunito Sang Pemilik Peternakan 'Raksasa' Seukuran 2 Pulau Bali di Australia?
Jakarta - Pengusaha asal Indonesia Nisin Sunito disebut-sebut sebagai pemilik peternakan sangat luas di Australia. Bahkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi, mengatakan Nisin Sunito mengelola lahan peternakan seluas 2 kali Pulau Bali. Siapakah Nisin Sunito?
Dikutip dari situs resmi perusahaan miliknya Oceanic Multitrading Pty Limited, www.omt.com.au, Nisin mulai merintis bisnisnya di Australia dengan mendirikan Oceanic pada tahun 1992.
Kini Oceanic sukses menggarap beberapa bisnis antaralain stasiun ternak sapi, impor kertas, limbah kertas, bisnis properti.
Mengenai bisnis peternakan dan pembibitan sapi, dimulai ketika Oceanic mengakuisisi peternakan Kiana pada Juli 2005, yang sudah berdiri sejak 20 tahun sebelumnya. Lokasi peternakan berada 1.132 Km tenggara Kota Darwin Australia.
Total luas peternakan Kiana mencapai 331.800 hektar. Luas peternakan ini setara dengan 4,8 kali luas Negara Singapura. Peternakan Kiana memiliki kapasitas 15.800 sapi, yang mayoritasnya sapi Brahman dan Droughmaster.
Selain sebagai pengusaha multi bisnis, ia juga aktif dalam beberapa pengurus wadah organisasi pengusaha di Australia, antaralain lain Ketua NSW Australia Indonesia Business Council.
Nisin berasal dari Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sejak lulus SD ia mengikuti orang tuanya pindah ke Surabaya, Jawa Timur.
Orangnya tuanya memberikan keleluasaan kepadanya dalam hal pendidikan termasuk studi ke Australia. Nisin dan adiknya yang bernama Iwan Sunito juga sukses sebagai pengusaha properti di Australia melalui Crown Group yang gencar menawarkan apartemen-apartemen mewah di Sydney Australia.
Dikutip dari situs resmi perusahaan miliknya Oceanic Multitrading Pty Limited, www.omt.com.au, Nisin mulai merintis bisnisnya di Australia dengan mendirikan Oceanic pada tahun 1992.
Kini Oceanic sukses menggarap beberapa bisnis antaralain stasiun ternak sapi, impor kertas, limbah kertas, bisnis properti.
Mengenai bisnis peternakan dan pembibitan sapi, dimulai ketika Oceanic mengakuisisi peternakan Kiana pada Juli 2005, yang sudah berdiri sejak 20 tahun sebelumnya. Lokasi peternakan berada 1.132 Km tenggara Kota Darwin Australia.
Total luas peternakan Kiana mencapai 331.800 hektar. Luas peternakan ini setara dengan 4,8 kali luas Negara Singapura. Peternakan Kiana memiliki kapasitas 15.800 sapi, yang mayoritasnya sapi Brahman dan Droughmaster.
Selain sebagai pengusaha multi bisnis, ia juga aktif dalam beberapa pengurus wadah organisasi pengusaha di Australia, antaralain lain Ketua NSW Australia Indonesia Business Council.
Nisin berasal dari Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sejak lulus SD ia mengikuti orang tuanya pindah ke Surabaya, Jawa Timur.
Orangnya tuanya memberikan keleluasaan kepadanya dalam hal pendidikan termasuk studi ke Australia. Nisin dan adiknya yang bernama Iwan Sunito juga sukses sebagai pengusaha properti di Australia melalui Crown Group yang gencar menawarkan apartemen-apartemen mewah di Sydney Australia.
Label:
15.800 sapi,
2 Pulau Bali,
331.800 hektar,
apartemen,
Australia,
Bachrul Chairi,
Crown Group,
Kiana,
Kotawaringin Barat,
Nisin Sunito,
Oceanic Multitrading Pty Limited,
Pemilik,
Peternakan,
Raksasa
Minggu, 23 Juni 2013
Ahsan/Hendra Tembus Peringkat Tujuh Dunia
Ganda putra bulu tangkis Indonesa, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menembus peringkat tujuh dunia dari sebelumnya bertengger di ranking 13 dunia, seperti dilansir dari data Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (21/6).
Pelatih Ahsan/Hendra Herry Iman Pierngadi menyatakan siap jika anak asuhnya menjadi tumpuan Indonesia mendampingi ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
"Kami siap menjadi andalan Indonesia," kata Herry kepada ANTARA, Jumat (21/6).
Ia juga telah membidik target bagi Ahsan/Hendra untuk menembus babak semifinal di Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
"Target berikutnya Kejuaraan Dunia bisa masuk ke semifinal. Kalau reaksi targetnya setelah nanti drawing keluar," jelas Herry.
Kesuksesan Ahsan/Hendra ini tak lepas dari keberhasilan mereka meraih gelar juara pada turnamen superseries premier Indonesia Terbuka 2013 setelah membungkam ganda putra nomor satu dunia, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae, dari Korea Selatan langsung dua game 21-14, 21-18 pada babak final.
Mereka pun mengumpulkan 11.000 poin dari kemenangan itu. Pasangan yang terbentuk kurang dari setahun itu membalap rekannya, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra yang turun satu peringkat ke sembilan dunia.
Setelah dipertemukan enam bulan lalu usai Olimpiade 2012, prestasi Ahsan-Hendra meroket dari peringkat di bawah 50 dunia sampai kini peringkat 20 dunia. Mereka berhasil meraih gelar perdana di Malaysia Terbuka Super Series 2013. Pada All England lalu, mereka juga menembus semifinal.
Sebelumnya, Ahsan yang berpasangan dengan Bona Septano gagal mempersembahkan medali di Olimipiade London itu. Mereka pun memilih berpisah dan melanjutkan karier bulutangkis mereka masing-masing dengan pasangan baru.
Sedangkan Hendra tadinya berpasangan dengan Markis Kido yang juga memilih bercerai dengan rekannya. Pasangan juara Olimpiade Beijing 2008 itu sempat menjadi ganda yang cukup ditakuti.
Pelatih Ahsan/Hendra Herry Iman Pierngadi menyatakan siap jika anak asuhnya menjadi tumpuan Indonesia mendampingi ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
"Kami siap menjadi andalan Indonesia," kata Herry kepada ANTARA, Jumat (21/6).
Ia juga telah membidik target bagi Ahsan/Hendra untuk menembus babak semifinal di Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
"Target berikutnya Kejuaraan Dunia bisa masuk ke semifinal. Kalau reaksi targetnya setelah nanti drawing keluar," jelas Herry.
Kesuksesan Ahsan/Hendra ini tak lepas dari keberhasilan mereka meraih gelar juara pada turnamen superseries premier Indonesia Terbuka 2013 setelah membungkam ganda putra nomor satu dunia, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae, dari Korea Selatan langsung dua game 21-14, 21-18 pada babak final.
Mereka pun mengumpulkan 11.000 poin dari kemenangan itu. Pasangan yang terbentuk kurang dari setahun itu membalap rekannya, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra yang turun satu peringkat ke sembilan dunia.
Setelah dipertemukan enam bulan lalu usai Olimpiade 2012, prestasi Ahsan-Hendra meroket dari peringkat di bawah 50 dunia sampai kini peringkat 20 dunia. Mereka berhasil meraih gelar perdana di Malaysia Terbuka Super Series 2013. Pada All England lalu, mereka juga menembus semifinal.
Sebelumnya, Ahsan yang berpasangan dengan Bona Septano gagal mempersembahkan medali di Olimipiade London itu. Mereka pun memilih berpisah dan melanjutkan karier bulutangkis mereka masing-masing dengan pasangan baru.
Sedangkan Hendra tadinya berpasangan dengan Markis Kido yang juga memilih bercerai dengan rekannya. Pasangan juara Olimpiade Beijing 2008 itu sempat menjadi ganda yang cukup ditakuti.
Jumat, 14 Juni 2013
Ketika Teknologi Jadi 'Senjata Baru' buat Pebulutangkis
Jakarta - Mungkin masih banyak pebulutangkis yang bisa mendapatkan kemenangan hanya dengan mengandalkan cara-cara konvensional. Tapi, ada juga yang mengambil keuntungan dengan adanya teknologi masa kini.
Salah satu contohnya adalah tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty. Tiap kali akan bertanding, Bella selalu mempelajari kekuatan calon lawannya lewat rekaman video pertandingan.
Rekaman video tersebut bisa didapatkan dari arsip hasil merekam sendiri. Tapi, kalau tidak ada, Bella juga tak perlu resah karena dia bisa berselancar di dunia maya dan membuka situs berbagi video YouTube.
"Jadi, udah prepare gitu lho, besok lawan siapa, mau main gimana, udah merencanakan. Jangan sampai kosong melompong besok mau main gimana," kata Bella di Istora Senayan, Kamis (13/6/2013).
Kebiasaan Bella nonton YouTube sebelum bertanding sudah dimulai sejak tahun ini. Dia mendapatkan saran untuk melakukan hal tersebut dari mantan ratu bulutangkis Indonesia, Susi Susanti.
"Baru-baru ini. Dikasih tahu tips sama Cik Susi," ungkapnya.
Karena belum pernah bertemu, Bella juga nonton YouTube dulu sebelum menghadapi lawannya di babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Petya Nedelcheva. Hasilnya, dia menang mudah 21-8, 21-15.
"Sebelumnya saya sudah lihat di YouTube cara mainnya dia. Mainnya gampang ditebak," kata Bella.
"(Nonton YouTube) membantu banget. Tadi saja sebenarnya badannya udah capek banget sih. Melihat cara main lawan saya tadi, jadi bisa baca kebiasaannya dia. Nggak jauh beda," tambah kekasih Dionysius Hayom Rumbaka ini.
Bagaimana seandainya rekaman pertandingan calon lawan Bella tak bisa ditemui di YouTube?
"Nggak mungkin. Kan pertandingannya pemain elite semua. Mungkin saya yang nggak ada," selorohnya.
Salah satu contohnya adalah tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty. Tiap kali akan bertanding, Bella selalu mempelajari kekuatan calon lawannya lewat rekaman video pertandingan.
Rekaman video tersebut bisa didapatkan dari arsip hasil merekam sendiri. Tapi, kalau tidak ada, Bella juga tak perlu resah karena dia bisa berselancar di dunia maya dan membuka situs berbagi video YouTube.
"Jadi, udah prepare gitu lho, besok lawan siapa, mau main gimana, udah merencanakan. Jangan sampai kosong melompong besok mau main gimana," kata Bella di Istora Senayan, Kamis (13/6/2013).
Kebiasaan Bella nonton YouTube sebelum bertanding sudah dimulai sejak tahun ini. Dia mendapatkan saran untuk melakukan hal tersebut dari mantan ratu bulutangkis Indonesia, Susi Susanti.
"Baru-baru ini. Dikasih tahu tips sama Cik Susi," ungkapnya.
Karena belum pernah bertemu, Bella juga nonton YouTube dulu sebelum menghadapi lawannya di babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Petya Nedelcheva. Hasilnya, dia menang mudah 21-8, 21-15.
"Sebelumnya saya sudah lihat di YouTube cara mainnya dia. Mainnya gampang ditebak," kata Bella.
"(Nonton YouTube) membantu banget. Tadi saja sebenarnya badannya udah capek banget sih. Melihat cara main lawan saya tadi, jadi bisa baca kebiasaannya dia. Nggak jauh beda," tambah kekasih Dionysius Hayom Rumbaka ini.
Bagaimana seandainya rekaman pertandingan calon lawan Bella tak bisa ditemui di YouTube?
"Nggak mungkin. Kan pertandingannya pemain elite semua. Mungkin saya yang nggak ada," selorohnya.
Label:
arsip,
Bellaetrix Manuputty,
buat,
Djarum Indonesia Open,
Jadi,
kekuatan,
Ketika,
konvensional,
mempelajari,
Pebulutangkis,
Petya Nedelcheva,
prepare,
rekaman,
Senjata Baru,
Susi Susanti,
Teknologi,
video,
Youtube
Langganan:
Postingan (Atom)