Rasa geram masyarakat terhadap pengemudi lalai yang menewaskan 9 orang pejalan kaki di dekat Tugu Tani, Afriyani Susanti, belum kunjung reda. Bahkan kini ada sebuah akun di Facebook yang menggalang dukungan untuk menghukum mati si pelaku.
"Mendukung hukuman mati 'afriani susanti' tersangka tragedi gambir', demikian nama akun tersebut. Ketika dikunjungi detikINET Rabu (25/1/2012) sekitar pukul 12.00 WIB, akun tersebut sudah mampu menarik 7.959 Facebooker untuk memberikan 'jempolnya' alias memberi tanda 'like' sebagai bentuk dukungan.
Akun tersebut menggunakan foto profil Afriyani yang sedang berpose di sofa dan dibubuhi dengan kata-kata sindiran untuk si pelaku. "Anda bosan hidup? Pengen cepat mati? Saya siNeng April Imoet akan membantai Anda," tulisnya.
Terdapat pula foto-foto pelaku bersama teman-temannya serta para korban kala insiden memilukan itu terjadi. Dimana korban bergelimpangan bersimbah darah dan sudah tak bernyawa.
Sudah bisa ditebak, Facebooker yang menyampaikan komentarnya di akun ini hampir seluruhnya menyerang Afriyani dengan kata-kata pedas sebagai bentuk kekesalan.
"mana keadilan d indonesia?? 9 org tewaz & 3org kritis berkendra dlm pengaruh alkohol & sabu, merusak fasilitaz umum, cuma dtuntut 6 tahun penjara,?? msh lebih berat maling sendal hukumanya,, .ADILKAH INI???" tukas seorang pengguna Facebook.
"HUKUM DI NEGARA INI GAK ADIL,,,,maling sedaL JEPIT aj di ancam 5 tahun PENJARA,,,,,MASA ORNG YANG UDAH NABRAK 9 ORNG TEWAS CUMA 6 TAHUN PENJARA,,,,,,DI MANA HATI NURANI KALIAN," timpal Facebooker lainnya.
Pun demikian, dari sederet yang menghujat, ada juga pengguna yang coba menenangkan keadaan dan bahkan tak setuju dengan usulan menghukum mati Afriyani tersebut.
"Dari pada kita menghujat terus org.. Lebih baik kita bersama2 mendoakan para korban agar semua amal ibadahnya diberikan tempat erindah diSisiNYA... Dan juga diberi ketabahan bagi keluarga dan juga org org yg ditinggalkan.. Dan lekas diberi kesembuhan bagi yg masih dirawat dirumah sakit," tulis seorang pengguna.
"Lha wong ppara TKI di arab di hukum pancung saja di bebaskan oleh presiden RI... nie kok lebih kejam banget orang indon....pdhl ni orang indo.. Klo di hukum ya jgn hukuman mati.Emang e nyawa milik anda semua apa!" papar pengguna lain.
Seperti diketahui, Daihatsu Xenia bernopol B 7249 XI yang dikendalikan oleh Afriyani menabrak 12 pejalan kaki di trotoar depan kantor pelayanan pajak pada Minggu (22/1) siang lalu.
Saat peristiwa kecelakaan tragis terjadi, Afriyani masih terpengaruh obat-obatan dan alkohol sehingga menyebabkan kehilangan kendali hingga menginjal pedal gas di atas batas kecepatan maksimum berkendara di dalam kota.
Sembilan pejalan kaki tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga lainnya luka-luka dan saat ini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
( ash / fyk )
Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Jumat, 03 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
Di Masa Lalu, Indonesia Memiliki Sebuah Peradaban Maju (Stephen Oppenheimer, Penulis Buku: Eden in The East)
Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer tengah berkunjung ke Indonesia. Penulis buku ''Eden in The East' ini menyatakan dahulu Indonesia sempat jadi bangsa yang maju.
"Di masa lalu, kalian ada sebuah peradaban maju," kata dia saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kamis 2 Februari 2012.
Dia menjelaskan Asia Tenggara ada dalam satu kontinen besar yang terdiri dari Kalimantan, Jawa, Muangthai (Thailand), dan Filipina.
Analisis Oppenheimer seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.
Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia.
Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata lulusan fakultas kedokteran Oxford University dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. (umi)•
"Di masa lalu, kalian ada sebuah peradaban maju," kata dia saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kamis 2 Februari 2012.
Dia menjelaskan Asia Tenggara ada dalam satu kontinen besar yang terdiri dari Kalimantan, Jawa, Muangthai (Thailand), dan Filipina.
Analisis Oppenheimer seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.
Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia.
Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata lulusan fakultas kedokteran Oxford University dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. (umi)•
Selasa, 31 Januari 2012
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta An Nuur Budi Utama menjuarai kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011 tingkat nasional
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta An Nuur Budi Utama menjuarai kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011 tingkat nasional berkat usaha jasa penerbitan dan percetakan yang didirikannya.
"Usaha yang digawangi oleh mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UGM itu berhasil menjadi juara pada kategori perdagangan dan jasa untuk kelompok mahasiswa," kata Ketua Bidang Kompetisi Center of Enterpreneur Development (CED) UGM Ibnu Wahid FA di Yogyakarta, Selasa (31/1/2012).
Menurut dia, An Nuur merupakan salah satu mahasiswa binaan CED UGM yang berhasil lolos dan menjadi jawara dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011. CED UGM merupakan lembaga yang didirikan UGM untuk membina mahasiswanya dalam berwirausaha.
"Pada WMM 2011 tercatat sebanyak 3.741 pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi yang terbagi dalam empat kategori untuk kelompok mahasiswa dan empat kategori kelompok alumni dan pascasarjana," katanya.
An Nuur mengatakan, ide bisnis yang ditekuninya saat ini berawal saat perekonomian keluarganya dalam situasi kebangkrutan. Kala itu orang tuanya gagal dalam pemilihan calon legislatif.
"Kondisi tersebut akhirnya mendorong saya untuk bisa hidup mandiri dan mulai membuka usaha jasa penerbitan dan percetakan," katanya.
Menurut dia, pada November 2009 dirinya memulai usaha jasa foto kopi dan percetakan. Dengan bermodal Rp 16,75 juta untuk membeli mesin percetakan dirinya membuka usahanya.
"Pada awal Januari 2010 saya mengembangkan bisnis dengan membuka usaha penerbitan dan percetakan buku pendidikan yang beroperasi dengan nama Dee Publishing," katanya.
Ia mengatakan, usaha yang dijalankan itu fokus mencetak dan menerbitkan buku-buku pendidikan seperti buku ajar, jurnal, dan buku panduan. Selain bahan kuliah, dirinya juga menerbitkan buku pendidikan untuk pelajar SMP dan SMA.
"Hingga saat ini percetakan itu telah menerbitkan sebanyak 142 judul buku. Beberapa buku yang telah diterbitkan adalah buku bahan kuliah ilmu teknik, peternakan, pertanian, sosial, kebidanan, dan kedokteran," katanya.
Menurut dia, buku-buku tersebut telah digunakan di sejumlah universitas antara lain UGM, Universitas Padjajaran, Universitas Pasundan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, dan sejumlah sekolah di Salatiga dan Madiun.
"Usaha yang saya jalankan memang berbeda dengan penerbitan dan percetakan pada umumnya. Dee Publishing tidak memberikan batasan minimal cetak dalam setiap penawarannya," katanya.
Ia mengatakan, Dee Publishing mencetak buku berdasarkan pesanan. Buku-buku yang dicetak semuanya pasti terjual karena memang berdasarkan pesanan.
Dalam pemberian royalti, dirinya memberikan perlakuan yang berbeda. Dirinya memberikan royalti sebesar 25 persen, sedangkan penerbit pada umumnya hanya memberikan royalti sebesar 10 persen.
Selain itu, dalam menjalankan usaha, dirinya juga memfasilitasi para penulis buku dalam proses penulisan dengan memberikan panduan cara penulisan yang baik dan benar.
"Kini saya mempekerjakan tiga karyawan tetap dan tiga part timer atau paruh waktu. Omzet pada 2011 mencapai Rp 248 juta," katanya.
Kompas
"Usaha yang digawangi oleh mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UGM itu berhasil menjadi juara pada kategori perdagangan dan jasa untuk kelompok mahasiswa," kata Ketua Bidang Kompetisi Center of Enterpreneur Development (CED) UGM Ibnu Wahid FA di Yogyakarta, Selasa (31/1/2012).
Menurut dia, An Nuur merupakan salah satu mahasiswa binaan CED UGM yang berhasil lolos dan menjadi jawara dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011. CED UGM merupakan lembaga yang didirikan UGM untuk membina mahasiswanya dalam berwirausaha.
"Pada WMM 2011 tercatat sebanyak 3.741 pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi yang terbagi dalam empat kategori untuk kelompok mahasiswa dan empat kategori kelompok alumni dan pascasarjana," katanya.
An Nuur mengatakan, ide bisnis yang ditekuninya saat ini berawal saat perekonomian keluarganya dalam situasi kebangkrutan. Kala itu orang tuanya gagal dalam pemilihan calon legislatif.
"Kondisi tersebut akhirnya mendorong saya untuk bisa hidup mandiri dan mulai membuka usaha jasa penerbitan dan percetakan," katanya.
Menurut dia, pada November 2009 dirinya memulai usaha jasa foto kopi dan percetakan. Dengan bermodal Rp 16,75 juta untuk membeli mesin percetakan dirinya membuka usahanya.
"Pada awal Januari 2010 saya mengembangkan bisnis dengan membuka usaha penerbitan dan percetakan buku pendidikan yang beroperasi dengan nama Dee Publishing," katanya.
Ia mengatakan, usaha yang dijalankan itu fokus mencetak dan menerbitkan buku-buku pendidikan seperti buku ajar, jurnal, dan buku panduan. Selain bahan kuliah, dirinya juga menerbitkan buku pendidikan untuk pelajar SMP dan SMA.
"Hingga saat ini percetakan itu telah menerbitkan sebanyak 142 judul buku. Beberapa buku yang telah diterbitkan adalah buku bahan kuliah ilmu teknik, peternakan, pertanian, sosial, kebidanan, dan kedokteran," katanya.
Menurut dia, buku-buku tersebut telah digunakan di sejumlah universitas antara lain UGM, Universitas Padjajaran, Universitas Pasundan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, dan sejumlah sekolah di Salatiga dan Madiun.
"Usaha yang saya jalankan memang berbeda dengan penerbitan dan percetakan pada umumnya. Dee Publishing tidak memberikan batasan minimal cetak dalam setiap penawarannya," katanya.
Ia mengatakan, Dee Publishing mencetak buku berdasarkan pesanan. Buku-buku yang dicetak semuanya pasti terjual karena memang berdasarkan pesanan.
Dalam pemberian royalti, dirinya memberikan perlakuan yang berbeda. Dirinya memberikan royalti sebesar 25 persen, sedangkan penerbit pada umumnya hanya memberikan royalti sebesar 10 persen.
Selain itu, dalam menjalankan usaha, dirinya juga memfasilitasi para penulis buku dalam proses penulisan dengan memberikan panduan cara penulisan yang baik dan benar.
"Kini saya mempekerjakan tiga karyawan tetap dan tiga part timer atau paruh waktu. Omzet pada 2011 mencapai Rp 248 juta," katanya.
Kompas
Streaming radio Al Hidayah 107.6 FM Solo Baru Sukoharjo
Streaming radio Al Hidayah 107.6 FM Solo Baru Sukoharjo
Di mana pun Anda berada, Anda dapat mengikuti kajian-kajian dan hiburan Islami di radio Al Hidayah Solo Baru Sukoharjo, klik di tautan di atas.
Di mana pun Anda berada, Anda dapat mengikuti kajian-kajian dan hiburan Islami di radio Al Hidayah Solo Baru Sukoharjo, klik di tautan di atas.
Sabtu, 28 Januari 2012
Kursi Buatan Indonesia Justru Diminati di Jerman, Tapi Jelas Bukan Kursi DPR
Ketika DPR menghiasi ruang rapat mereka dengan kursi impor dari Jerman senilai puluhan juta rupiah per unit, kursi-kursi buatan Indonesia justru diminati di Jerman. Kursi dan mebel produksi Indonesia bahkan menyabet 10 penghargaan di pameran perabot internasional yang digelar di Köln, Jerman.
Pameran perabot tingkat dunia di Köln, Jerman, menyajikan ribuan kursi dengan desain mutakhir dari berbagai negara. Kursi-kursi yang mendapat predikat desain terbaik di dunia memang masih dikuasai oleh produk Italia, Swiss, Jerman, dan negara-negara Skandinavia.
Harga kursi-kursi buatan Italia dan Jerman bisa mencapai puluhan juta Euro atau ratusan juta rupiah per unit. Alasannya, tentu saja kualitas dan mutu tinggi dari kursi-kursi tersebut. Seorang produsen kursi Eropa mengatakan, untuk mencapai kualitas tinggi, perlu waktu dan perhatian khusus untuk membuat suatu produk.
Namun jangan salah, Indonesia tak kalah hebat dari segi kualitas ini. Ya, dalam pameran perabot internasional itu, hadir pula gerai Indonesia yang menampilkan aneka perabot buatan Indonesia. Bahan baku, komponen, dan desain kursi-kursi di gerai Indonesia, 90 persen berasal dari dalam negeri.
“Awalnya, banyak yang mengira kursi ini produk Eropa, karena gerai kami dikelilingi oleh produk Jerman dan Italia. Tapi kami bilang ini produk Indonesia,” kata Leonard Theosabrata, produsen kursi Indonesia. Ia menambahkan, perabot Indonesia meraih 10 penghargaan desain di pameran tersebut, dengan 7 di antara penghargaan itu berskala internasional.
Sungguh membanggakan. Dengan kualitas bersaing, harga kursi buatan Indonesia pun jauh lebih murah ketimbang kursi buatan Eropa. Untuk kursi kantor misalnya, hanya dibanderol seharga Rp2 sampai 3 juta khusus untuk pembeli dari Indonesia.
Nah, apakah Anda – atau DPR – tertarik untuk membeli kursi bergaya buatan Indonesia ini?
Pameran perabot tingkat dunia di Köln, Jerman, menyajikan ribuan kursi dengan desain mutakhir dari berbagai negara. Kursi-kursi yang mendapat predikat desain terbaik di dunia memang masih dikuasai oleh produk Italia, Swiss, Jerman, dan negara-negara Skandinavia.
Harga kursi-kursi buatan Italia dan Jerman bisa mencapai puluhan juta Euro atau ratusan juta rupiah per unit. Alasannya, tentu saja kualitas dan mutu tinggi dari kursi-kursi tersebut. Seorang produsen kursi Eropa mengatakan, untuk mencapai kualitas tinggi, perlu waktu dan perhatian khusus untuk membuat suatu produk.
Namun jangan salah, Indonesia tak kalah hebat dari segi kualitas ini. Ya, dalam pameran perabot internasional itu, hadir pula gerai Indonesia yang menampilkan aneka perabot buatan Indonesia. Bahan baku, komponen, dan desain kursi-kursi di gerai Indonesia, 90 persen berasal dari dalam negeri.
“Awalnya, banyak yang mengira kursi ini produk Eropa, karena gerai kami dikelilingi oleh produk Jerman dan Italia. Tapi kami bilang ini produk Indonesia,” kata Leonard Theosabrata, produsen kursi Indonesia. Ia menambahkan, perabot Indonesia meraih 10 penghargaan desain di pameran tersebut, dengan 7 di antara penghargaan itu berskala internasional.
Sungguh membanggakan. Dengan kualitas bersaing, harga kursi buatan Indonesia pun jauh lebih murah ketimbang kursi buatan Eropa. Untuk kursi kantor misalnya, hanya dibanderol seharga Rp2 sampai 3 juta khusus untuk pembeli dari Indonesia.
Nah, apakah Anda – atau DPR – tertarik untuk membeli kursi bergaya buatan Indonesia ini?
Label:
DPR,
Eropa,
impor,
italia,
Jerman,
Koln,
kursi,
penghargaan,
Skandinavia,
Swiss
Jumat, 27 Januari 2012
Kalau Bulan Bisa Ngomong: "Aku Calonkan Diri Jadi Presiden AS, AS Menjadi Koloni Bulan!"
Kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Newt Gingrich mengeluarkan janji kontroversial. Saat berkampanye di Space Coast, Florida Kamis 26 Januari 2012, ia berucap ingin mendirikan koloni di Bulan.
"Di akhir masa jabatan saya yang kedua, kita akan memiliki pangkalan permanen pertama di Bulan, milik Amerika," kata dia, diikuti tepuk tangan sekitar 700 hadirin, seperti dimuat situsMSN.
Ia sesumbar, mimpi itu bakal tercapai jika ia bisa berkantor di Ruang Oval, sebagai Presiden AS. Atau sekitar tahun 2020. "Ini sasaran besar ke dua setelah petualangan yang dimulai oleh John F Kennedy," kata dia, seperti dimuat situs Tecca.
Gingrich menyatakan, sangat mungkin Bulan menjadi negara bagian ke-51 AS, jika suatu saat nanti ada sekitar 13.000 penduduk AS yang tinggal di sana, dan mengajukan petisi.
Tak hanya mengincar Bulan, Gingrich juga mengatakan, pada 2020 nanti, ia akan mengirim misi manusia pertama ke Planet Mars. "Saya muak ketika tahu kita terlalu takut, dan dibatasi teknologi yang usianya sudah 50 tahun."
Pernyataan Gingrich bertentangan dengan dokumen keputusan yang dikeluarkan PBB pada 1967 yang menyebut, bahwa tak ada satu negara pun yang bisa mengklaim kedaulatannya atas Bulan. AS, Rusia, juga China belum mampu berbuat banyak untuk mendorong aturan baru di PBB soal kepemilikan Bulan.
Misi ke Bulan yang dilakukan selama ini membuktikan, tak ada kehidupan di Bulan. Namun, bukan berarti satelit Bumi ini tak bisa jadi koloni manusia.
Menuju ke arah sana, para ilmuwan bahkan melompat jauh dengan mengembangkan prototipe 'greenhouse' atau rumah kaca untuk bercocok tanam yang bisa jadi kunci untuk menumbuhkan bahan makanan segar dan sehat di Bulan, atau bahkan di Mars.
Proyek yang dikerjakan peneliti di Pusat Pengendalian Lingkungan Agrikultur (CEAC) University of Arizona adalah bagaimana menumbuhkan tanaman tanpa media tanah. Bahan makanan seperti kentang, kacang, tomat, cabe, dan sayur-sayuran bisa tumbuh di media air alias hidroponik. (eh)
"Di akhir masa jabatan saya yang kedua, kita akan memiliki pangkalan permanen pertama di Bulan, milik Amerika," kata dia, diikuti tepuk tangan sekitar 700 hadirin, seperti dimuat situsMSN.
Ia sesumbar, mimpi itu bakal tercapai jika ia bisa berkantor di Ruang Oval, sebagai Presiden AS. Atau sekitar tahun 2020. "Ini sasaran besar ke dua setelah petualangan yang dimulai oleh John F Kennedy," kata dia, seperti dimuat situs Tecca.
Gingrich menyatakan, sangat mungkin Bulan menjadi negara bagian ke-51 AS, jika suatu saat nanti ada sekitar 13.000 penduduk AS yang tinggal di sana, dan mengajukan petisi.
Tak hanya mengincar Bulan, Gingrich juga mengatakan, pada 2020 nanti, ia akan mengirim misi manusia pertama ke Planet Mars. "Saya muak ketika tahu kita terlalu takut, dan dibatasi teknologi yang usianya sudah 50 tahun."
Pernyataan Gingrich bertentangan dengan dokumen keputusan yang dikeluarkan PBB pada 1967 yang menyebut, bahwa tak ada satu negara pun yang bisa mengklaim kedaulatannya atas Bulan. AS, Rusia, juga China belum mampu berbuat banyak untuk mendorong aturan baru di PBB soal kepemilikan Bulan.
Misi ke Bulan yang dilakukan selama ini membuktikan, tak ada kehidupan di Bulan. Namun, bukan berarti satelit Bumi ini tak bisa jadi koloni manusia.
Menuju ke arah sana, para ilmuwan bahkan melompat jauh dengan mengembangkan prototipe 'greenhouse' atau rumah kaca untuk bercocok tanam yang bisa jadi kunci untuk menumbuhkan bahan makanan segar dan sehat di Bulan, atau bahkan di Mars.
Proyek yang dikerjakan peneliti di Pusat Pengendalian Lingkungan Agrikultur (CEAC) University of Arizona adalah bagaimana menumbuhkan tanaman tanpa media tanah. Bahan makanan seperti kentang, kacang, tomat, cabe, dan sayur-sayuran bisa tumbuh di media air alias hidroponik. (eh)
Sabtu, 21 Januari 2012
Mahfud MD: Hampir Semua Pilkada di Indonesia dalam Kurun Dua Tahun Terakhir Berakhir Dengan Sengketa
"Pilkada di Indonesia dalam dua tahun terakhir, sejak 2009, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seluruhnya 440. Dari gelar Pilkada itu terdapat 392 sengketa," ungkapnya sebelum kembali ke Jakarta, Jumat (20/1/2012) sore.
Selanjutnya dari 392 sengketa Pilkada tersebut, menurut dia, hanya 45 perkara atau sekitar 9 persen yang bisa diproses MK. Selebihnya bukan masuk ranah MK untuk menyidangkan perkara itu.
Menurut mantan Menteri Pertahanan di masa Presiden H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, munculnya sengketa Pilkada tersebut karena sebagian besar peserta demokrasi tidak mau menerima kekalahan.
"Kami menilai mereka yang ikut dalam pesta demokrasi tingkat daerah itu tidak faham dan tidak siap dengan kekalahan," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.
Ia berharap, masyarakat agar mengerti dan memahami posisi para hakim yang menangani sengketa Pilkada.
"Karena selama ini selalu ada tudingan, hakim yang menangani sengketa Pilkada, menerima suap untuk memenangkan pihak-pihak tertentu," demikian Mahfud MD.
Mahfud MD di Banjarmasin untuk melantik Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII Kalsel, yang baru terbentuk.
Dalam kunjungan kerja ke Kalsel itu, Ketua MK tersebut juga memberikan kuliah umum, serta khotbah Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Ia juga menyempatkan diri mampir ke kantor Banjarmasin Post Group, sebuah surat kabar tertua dan terbesar di Kalsel, dan diterima Pemimpin Umumnya, Gusti Rudy Effendi.
Selanjutnya dari 392 sengketa Pilkada tersebut, menurut dia, hanya 45 perkara atau sekitar 9 persen yang bisa diproses MK. Selebihnya bukan masuk ranah MK untuk menyidangkan perkara itu.
Menurut mantan Menteri Pertahanan di masa Presiden H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, munculnya sengketa Pilkada tersebut karena sebagian besar peserta demokrasi tidak mau menerima kekalahan.
"Kami menilai mereka yang ikut dalam pesta demokrasi tingkat daerah itu tidak faham dan tidak siap dengan kekalahan," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.
Ia berharap, masyarakat agar mengerti dan memahami posisi para hakim yang menangani sengketa Pilkada.
"Karena selama ini selalu ada tudingan, hakim yang menangani sengketa Pilkada, menerima suap untuk memenangkan pihak-pihak tertentu," demikian Mahfud MD.
Mahfud MD di Banjarmasin untuk melantik Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII Kalsel, yang baru terbentuk.
Dalam kunjungan kerja ke Kalsel itu, Ketua MK tersebut juga memberikan kuliah umum, serta khotbah Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Ia juga menyempatkan diri mampir ke kantor Banjarmasin Post Group, sebuah surat kabar tertua dan terbesar di Kalsel, dan diterima Pemimpin Umumnya, Gusti Rudy Effendi.
Langganan:
Postingan (Atom)


