"Mobil mana, mobil mana?" seorang pria berkacamata celingukan di depan Stasiun Bogor, Jalan Nyai Raja Permas Kecamatan Bogor Tengah, Jum'at (23/12). Dahlan Iskan si pria tersebut. Menteri BUMN ini tampak panik lantaran gagal menemukan mobil pribadinya saat akan menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor. Padahal, rapat kabinet akan segera dimulai dalam hitungan menit. Beruntung di sekitar Stasiun Bogor banyak tukang ojek.
Dahlan 'nekad' naik Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi AC Commuter Line jurusan Jakarta - Bogor dari Stasiun Manggarai sekitar pukul 07.00 WIB. Sesampainya di Stasiun Bogor, sekitar pukul 07.40 WIB Dahlan langsung menuju salah satu warung soto yang terdapat di dalam area Stasiun Bogor.
Di warung soto, Dahlan menikmati dua mangkok Soto Campur yang dia buat sendiri. Saking asiknya, Dahlan sampai tidak menyadari bila jarum jam hampir menunjukan pukul 09.00 WIB tanda rapat kabinet di Istana Bogor akan dimulai.
Agak tergesa, Dahlan meninggalkan warung Soto. Kepada para wartawan yang sedang menikmati soto Dahlan berpesan singkat "Makan yang benar, makan yang benar.. Saya sudah terlambat nih," kata Dahlan sambil menepuk-nepuk pundak wartawan.
Beberapa wartawan yang tahu Dahlan akan meninggalkan warung ikut-ikutan bergegas menghabiskan sotonya. Di luar Stasiun Bogor Dahlan yang tak ingin terlambat rapat bertanya kepada ajudannya. "Mobil mana-mobil mana?" tanya Dahlan.
Mendapat pertanyaan sang menteri, si ajudan ikut-ikutan panik. Dia tampak hanya bisa celingukan ke kiri kanan mencari mobil sang majikan.
Tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, Dahlan langsung berkata: " Ya sudah ojek saja-ojek saja," kata Dahlan. Jadilah Menteri BUMN ini pergi menuju Istana Bogor menggunakan ojek.
Tapi 'drama' Dahlan belum selesai. Sesampainya di depan pintu gerbang Istana Bogor, sejumlah petugas Pasukan Pengaman Presiden menahan keinginan Dahlan untuk masuk.
Paspampres mungkin menduga kalau penumpang ojek itu adalah masyarakat biasa. Maklum penampilan Dahlan, seperti biasanya, memang terlihat 'koboi' hanya mengenakan kemeja putih tak dimasukan, celana bahan hitam, dan sepatu skets. "Bapak mau kemana?" Kata seorang petugas Paspampres kepada Dahlan.
"Saya mau mengikuti rapat kabinet bersama teman-teman di dalam Istana," jawab Dahlan dengan nada santai.
"Oh..tidak bisa pak... ini rapat khusus menteri..." belum selesai Paspamres itu berkata, seorang warga berteriak dari kejauhan. "Woii dia itu menteri.."
Mendengar teriakan itu barulah sang Paspampres sadar bila si penumpang ojek itu adalah salah satu peserta rapat kabinet. Dia pun mempersilakan sang menteri masuk. Dari depan gerbang Istana Dahlan akhirnya berjalan kaki menuju Istana. Sang tukang ojek dia persilakan kembali ke stasiun dengan sebelumnya membayar ongkos Rp 100 ribu.
Inspirasi, pencerahan dan pencerdasan.
Rabu, 28 Desember 2011
Sabtu, 17 Desember 2011
Ekonomi: Untuk Pertama Kali Indonesia Mengalahkan Belanda
Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan rasa bangganya bahwa untuk pertama kali Indonesia mengalahkan Belanda dalam hal skala ekonomi.
"Belanda yang menjajah Indonesia dan membuat kita miskin selama 350 tahun, tetapi tahun ini pertama kalinya ekonomi Belanda kita kalahkan," ujar Dahlan dalam The Markplus Conference 2012 di Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Lebih detail, ia menyebutkan, skala ekonomi (pertumbuhan PDB) Belanda mencapai 700 miliar dollar AS, sedangkan Indonesia bisa mencapai 800 miliar dollar AS.
Selain mengalahkan Belanda, Dahlan pun mengatakan, Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dalam hal kapitalisasi pasar modal per penutupan pasar Rabu (14/12/2011) sore. "Closing marketkemarin sore Indonesia 359 miliar dollar AS (dan) Singapura 337 miliar dollar AS," ujarnya.
Prospek ekonomi Indonesia pun diperkirakan kian bagus. Sesuai dengan ramalan para ekonom, Dahlan mengatakan, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam investment grade. Terhadap kemungkinan ini, ia berpesan agar siapa pun tidak boleh terlambat untuk bergerak dan memanfaatkannya. "Inilah bukti masyarakat ekonomi kita yang tidak peduli politik ternyata jauh mencatat pencapaian lebih dari masyarakat politik," kata Dahlan.
Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat ekonomi Indonesia untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.
"Belanda yang menjajah Indonesia dan membuat kita miskin selama 350 tahun, tetapi tahun ini pertama kalinya ekonomi Belanda kita kalahkan," ujar Dahlan dalam The Markplus Conference 2012 di Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Lebih detail, ia menyebutkan, skala ekonomi (pertumbuhan PDB) Belanda mencapai 700 miliar dollar AS, sedangkan Indonesia bisa mencapai 800 miliar dollar AS.
Selain mengalahkan Belanda, Dahlan pun mengatakan, Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dalam hal kapitalisasi pasar modal per penutupan pasar Rabu (14/12/2011) sore. "Closing marketkemarin sore Indonesia 359 miliar dollar AS (dan) Singapura 337 miliar dollar AS," ujarnya.
Prospek ekonomi Indonesia pun diperkirakan kian bagus. Sesuai dengan ramalan para ekonom, Dahlan mengatakan, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam investment grade. Terhadap kemungkinan ini, ia berpesan agar siapa pun tidak boleh terlambat untuk bergerak dan memanfaatkannya. "Inilah bukti masyarakat ekonomi kita yang tidak peduli politik ternyata jauh mencatat pencapaian lebih dari masyarakat politik," kata Dahlan.
Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat ekonomi Indonesia untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.
Minggu, 11 Desember 2011
Gerhana Bulan Total Terakhir 2011: Lebih Besar dengan Pendar Warna Semerah Darah
Apakah Anda memiliki kesempatan menyaksikan fenomena alam nan indah tadi malam? Gerhana bulan total terakhir di tahun ini menampilkan penampakan bulan yang lebih besar dengan pendar warna semerah darah.
Tampak di berbagai penjuru dunia, gerhana bulan total (total lunar eclipse) ini terjadi saat Bumi melintas tepat di antara Matahari dan Bulan dan membuatnya tertutup sama sekali oleh bayangan.
Penampakan bulan yang lebih besar terjadi akibat ilusi bulan. Sementara warna merah muncul karena lapisan udara berdebu yang mengelilingi Bumi menyebabkan memantulnya sinar matahari. “Ia memenuhi kegelapan di balik Bumi dengan warna tersebut,” ucap ilmuwan NASA, seperti dikutip dari Space.
Tergantung lokasi atau kondisi atmosfer saat gerhana bulan tersebut, Anda dapat melihat bulan menjadi berwarna mulai dari oranye sampai merah darah.
Diperkirakan, fenomena total lunar eclipse ini baru akan terjadi lagi pada April 2014 mendatang. Bagi yang melewatkan momentum tadi malam, Anda masih bisa menyaksikannya lewat bidikan sejumlah fotografer di tautan ini.•
Tampak di berbagai penjuru dunia, gerhana bulan total (total lunar eclipse) ini terjadi saat Bumi melintas tepat di antara Matahari dan Bulan dan membuatnya tertutup sama sekali oleh bayangan.
Penampakan bulan yang lebih besar terjadi akibat ilusi bulan. Sementara warna merah muncul karena lapisan udara berdebu yang mengelilingi Bumi menyebabkan memantulnya sinar matahari. “Ia memenuhi kegelapan di balik Bumi dengan warna tersebut,” ucap ilmuwan NASA, seperti dikutip dari Space.
Tergantung lokasi atau kondisi atmosfer saat gerhana bulan tersebut, Anda dapat melihat bulan menjadi berwarna mulai dari oranye sampai merah darah.
Diperkirakan, fenomena total lunar eclipse ini baru akan terjadi lagi pada April 2014 mendatang. Bagi yang melewatkan momentum tadi malam, Anda masih bisa menyaksikannya lewat bidikan sejumlah fotografer di tautan ini.•
Kamis, 08 Desember 2011
Gates dan China Akan Bekerja Sama Mengembangkan Sebuah Reaktor Nuklir yang Baru dan Lebih Aman
Pendiri Microsoft, Bill Gates dilaporkan telah melakukan diskusi dengan China. Gates dan China akan bekerja sama mengembangkan sebuah reaktor nuklir yang baru dan lebih aman.
"Rencana ini akan sangat murah, aman, dan menghasilkan sampah yang sedikit," kata Gates usai diskusi dengan Menteri Teknologi dan Ilmu Pengetahuan China seperti dikutip lamanfoxnews.com.
Gates sendiri telah membiayai perusahaan milik Amerika, TerraPower, yang mengembangkan reaktor nuklir Generasi IV. Reaktor ini bisa bekerja tanpa uranium.
General manajer perusahaan nuklir China (CNNC), Sun Qin, sebagaimana dikutip media China mengatakan kerja sama dengan Gates untuk penelitian dan pengembangan reaktor.
"TerraPower telah melakukan diskusi bagus dengan CNNC dan pejabat pemerintah China," kata Gates.
Gates mengatakan, mungkin diperlukan dana miliaran dollar untuk penelitian dan pengembangan reaktor nuklir ini dalam lima tahun.
TerraPower mampu menghasilkan reaktor yang dihidupkan tanpa uranium dan menghasilkan sampah nuklir yang lebih sedikit daripada reaktor konvensional. Reaktor ini juga mampu beroperasi tanpa uranium.
"Semua desain baru ini akan sangat aman," kata Gates. "Mereka tidak memerlukan tindakan manusia untuk membuatnya tetap aman setiap saat."
Dia mengatakan, reaktor ini aman dari ancaman gempa bumi dan gelombang pasang. "Dibutuhkan keamanan pada tingkatan yang lebih tinggi," ujar Gates.
Sejak tidak aktif di Microsoft Corp, gates berkonsentrasi pada lembaga filantropi dan advokasi kesehatan masyarakat, pendidikan, dan isu energi ramah lingkungan.
Gates berada di Kementerian Teknologi dan Ilmu Pengetahuan China untuk membicarakan proyek antara Bill dan Melinda Gates Foundation untuk membantu penelitian dan pembangunan inovatif guna memerangi kemiskinan.
Menurut Gates, Kementerian Teknologi China akan membantu mengidentifikasi pengusaha dan perusahaan untuk menghasilkan produk baru dalam pertanian dan kesehatan global untuk merubah kehidupan orang miskin, termasuk vaksin dan , diagnosis, dan rekayasa genetika benih.
"China telah banyak berkontribusi, karena mereka banyak memecahkan masalah kemiskinan
"Cina memiliki banyak kontribusi karena mereka memecahkan banyak masalah kemiskinan, tidak semua dari mereka tapi banyak dari mereka, untuk mereka sendiri dan banyak negara Asia, negara-negara Asia Selatan dan negara-negara Afrika yang jauh tertinggal di belakang, apakah itu pertanian atau kesehatan," kata Gates.•
"Rencana ini akan sangat murah, aman, dan menghasilkan sampah yang sedikit," kata Gates usai diskusi dengan Menteri Teknologi dan Ilmu Pengetahuan China seperti dikutip lamanfoxnews.com.
Gates sendiri telah membiayai perusahaan milik Amerika, TerraPower, yang mengembangkan reaktor nuklir Generasi IV. Reaktor ini bisa bekerja tanpa uranium.
General manajer perusahaan nuklir China (CNNC), Sun Qin, sebagaimana dikutip media China mengatakan kerja sama dengan Gates untuk penelitian dan pengembangan reaktor.
"TerraPower telah melakukan diskusi bagus dengan CNNC dan pejabat pemerintah China," kata Gates.
Gates mengatakan, mungkin diperlukan dana miliaran dollar untuk penelitian dan pengembangan reaktor nuklir ini dalam lima tahun.
TerraPower mampu menghasilkan reaktor yang dihidupkan tanpa uranium dan menghasilkan sampah nuklir yang lebih sedikit daripada reaktor konvensional. Reaktor ini juga mampu beroperasi tanpa uranium.
"Semua desain baru ini akan sangat aman," kata Gates. "Mereka tidak memerlukan tindakan manusia untuk membuatnya tetap aman setiap saat."
Dia mengatakan, reaktor ini aman dari ancaman gempa bumi dan gelombang pasang. "Dibutuhkan keamanan pada tingkatan yang lebih tinggi," ujar Gates.
Sejak tidak aktif di Microsoft Corp, gates berkonsentrasi pada lembaga filantropi dan advokasi kesehatan masyarakat, pendidikan, dan isu energi ramah lingkungan.
Gates berada di Kementerian Teknologi dan Ilmu Pengetahuan China untuk membicarakan proyek antara Bill dan Melinda Gates Foundation untuk membantu penelitian dan pembangunan inovatif guna memerangi kemiskinan.
Menurut Gates, Kementerian Teknologi China akan membantu mengidentifikasi pengusaha dan perusahaan untuk menghasilkan produk baru dalam pertanian dan kesehatan global untuk merubah kehidupan orang miskin, termasuk vaksin dan , diagnosis, dan rekayasa genetika benih.
"China telah banyak berkontribusi, karena mereka banyak memecahkan masalah kemiskinan
"Cina memiliki banyak kontribusi karena mereka memecahkan banyak masalah kemiskinan, tidak semua dari mereka tapi banyak dari mereka, untuk mereka sendiri dan banyak negara Asia, negara-negara Asia Selatan dan negara-negara Afrika yang jauh tertinggal di belakang, apakah itu pertanian atau kesehatan," kata Gates.•
Pemerintah Belanda Akhirnya Meminta Maaf Atas Kejadian Berdarah 9 Desember 1947
Besok, pada Jumat 9 Desember 2011, penantian panjang korban pembantaian Rawagede akan berakhir. Setelah 64 tahun ingkar, Pemerintah Belanda akhirnya meminta maaf atas kejadian berdarah 9 Desember 1947 itu.
Kata "maaf" ini tak didapat dengan gratis, tapi dengan perjuangan hukum yang panjang, hingga ke negeri Belanda. Dua dari sembilan penggugat bahkan telah meninggal dunia, sebelum sempat menikmati kemenangan itu. Salah satunya, Saih bin Sakam, korban langsung dari tragedi tersebut.
Jeffrey Pondaag, Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang pantang menyerah memperjuangkan kasus Rawagede menceritakan, asal mula keterlibat dalam kasus itu. "Bagi orang Indonesia yang tinggal di Belanda sejak tahun 1969, saya terkejut membaca dan melihat bagaimana Belanda menjelekan perjuangan kita," kata dia Kantor Komhas HAM, Jakarta, Kamis 8 Desember 2011.
Belanda bahkan punya sebutan kasar bagi para pejuang kemerdekaan, termasuk pada Soekarno. "Dikatakan sebagai perampok, ekstrimis dan teroris," kata dia.
Jeffrey merasa terpanggil untuk meluruskan sejarah. Pada tahun 2006 ia mengirim surat protes ke pemerintah Belanda, tanpa hasil. "Lalu ada satu komite dan pada 2006, mencari jalan untuk membuka ini (Rawagede) secara hukum," kata dia, yang lalu menghubungi seorang dosen untuk menyelidiki kasus ini.
Awalnya, menulis surat ke pemerintah Belanda untuk menyelesaikan kasus tersebut secara silaturahmi. Namun ditolak. Jalur hukum pun ditempuh.
Jeffrey menambahkan, tanpa dukungan dari masyarakat Belanda dan sejumlah orang di Indonesia, kasus ini tak akan jalan. "Donasi yang didapat dari Belanda langsung saya serahkan ke para janda di Rawagede. Banyak orang mengira saya mendapat income dari masalah ini, kami tetap bekerja secara sukarela," kata dia. "Jangan dikira kami mendapat keuntungan, ini bukan masalah pribadi tapi kebangsaan."
Di Belanda, Jeffrey menambahkan, Indonesia dianggap sebagai negara yang tak setara dengan negeri yang pernah menjajahnya. "Indonesia harus ambil sikap."
Sementara, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, yang saat ini penting dilakukan adalah bagaimana para keluarga korban bisa menikmati hak mereka. "Bagaimana caranya mereka benar-benar memegang dana yang mereka berhak itu."
Dia menambahkan, permintaan maaf dan ganti rugi adalah hal yang bisa diberikan pemerintah Belanda. Sebuah kemenangan bagi semua pihak yang memperjuangkannya. "Kita sendiri, bukan pemerintah kita."•
Kata "maaf" ini tak didapat dengan gratis, tapi dengan perjuangan hukum yang panjang, hingga ke negeri Belanda. Dua dari sembilan penggugat bahkan telah meninggal dunia, sebelum sempat menikmati kemenangan itu. Salah satunya, Saih bin Sakam, korban langsung dari tragedi tersebut.
Jeffrey Pondaag, Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang pantang menyerah memperjuangkan kasus Rawagede menceritakan, asal mula keterlibat dalam kasus itu. "Bagi orang Indonesia yang tinggal di Belanda sejak tahun 1969, saya terkejut membaca dan melihat bagaimana Belanda menjelekan perjuangan kita," kata dia Kantor Komhas HAM, Jakarta, Kamis 8 Desember 2011.
Belanda bahkan punya sebutan kasar bagi para pejuang kemerdekaan, termasuk pada Soekarno. "Dikatakan sebagai perampok, ekstrimis dan teroris," kata dia.
Jeffrey merasa terpanggil untuk meluruskan sejarah. Pada tahun 2006 ia mengirim surat protes ke pemerintah Belanda, tanpa hasil. "Lalu ada satu komite dan pada 2006, mencari jalan untuk membuka ini (Rawagede) secara hukum," kata dia, yang lalu menghubungi seorang dosen untuk menyelidiki kasus ini.
Awalnya, menulis surat ke pemerintah Belanda untuk menyelesaikan kasus tersebut secara silaturahmi. Namun ditolak. Jalur hukum pun ditempuh.
Jeffrey menambahkan, tanpa dukungan dari masyarakat Belanda dan sejumlah orang di Indonesia, kasus ini tak akan jalan. "Donasi yang didapat dari Belanda langsung saya serahkan ke para janda di Rawagede. Banyak orang mengira saya mendapat income dari masalah ini, kami tetap bekerja secara sukarela," kata dia. "Jangan dikira kami mendapat keuntungan, ini bukan masalah pribadi tapi kebangsaan."
Di Belanda, Jeffrey menambahkan, Indonesia dianggap sebagai negara yang tak setara dengan negeri yang pernah menjajahnya. "Indonesia harus ambil sikap."
Sementara, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, yang saat ini penting dilakukan adalah bagaimana para keluarga korban bisa menikmati hak mereka. "Bagaimana caranya mereka benar-benar memegang dana yang mereka berhak itu."
Dia menambahkan, permintaan maaf dan ganti rugi adalah hal yang bisa diberikan pemerintah Belanda. Sebuah kemenangan bagi semua pihak yang memperjuangkannya. "Kita sendiri, bukan pemerintah kita."•
Rabu, 07 Desember 2011
Globalisasi dan teknologi modern kini memungkinkan gerakan sosial melampaui perbatasan secepat menjalarnya ide
New York - Gelombang protes yang berawal dari Tunisia pada Januari lalu menyebar ke Mesir, Spanyol, dan seluruh dunia hingga ke Wall Street dan kota-kota di Amerika Serikat. .
Protes sosial telah menemukan lahan subur di mana-mana: rasa bahwa "sistem" telah gagal dan keyakinan bahwa proses pemilihan dalam demokrasi tidak benar--setidaknya perlu tekanan kuat dari jalan.
Mei lalu, saya pergi ke Tunisia saat protes melanda negara tersebut. Juli, saya juga berbicara di Spanyol, dari sana saya menemui kaum muda di Tahrir Square, Kairo. Beberapa minggu lalu, saya berbicara dengan pengunjuk rasa di Wall Street, New York.
Ada tema yang dinyatakan oleh Occupy Wall Street Movement dalam kalimat sederhana, yaitu "Kami adalah 99 persen".
Slogan ini menggemakan judul sebuah artikel yang baru saja saya terbitkan berjudul "dari 1 persen, untuk 1 persen, dan 1 persen" yang menggambarkan ketidaksetaraan di Amerika Serikat. Sebanyak 1 persen dari populasi mengontrol lebih dari 40 persen kekayaan dan menerima 20 persen lebih dari pendapatan.
Orang-orang dalam strata ini sering dihargai karena begitu kaya. Namun mereka tidak memberikan kontribusi lebih untuk masyarakat bahkan dikenal sebagai pemburu rente.
Saya tidak menyangkal bahwa dari beberapa orang terkaya memberi kontribusi besar. Memang manfaat sosial dari banyaknya inovasi biasanya melebihi dari apa yang diterima oleh para penemu. Namun di seluruh dunia, pengaruh politik dan praktek anti-persaingan telah menjadi pusat peningkatan ketidaksetaraan ekonomi.
Dalam sistem pajak, seorang miliarder seperti Warren Buffett atau para spekulan, membayar pajak lebih rendah dibandingkan sekretarisnya bila dihitung dari persentase pendapatannya. Padahal mereka ikut terlibat dalam ambrolnya ekonomi global.
Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bagaimana gagasan-gagasan penting dan keadilan. Demonstran Spanyol dan pengunjuk rasa negara lain berhak untuk marah. Para bankir mendapat dana talangan, sementara mereka harus mengurus diri sendiri. Lebih buruk lagi, para bankir sekarang kembali pada posisi mereka dan mendapat bonus jauh lebih besar dari yang diimpikan para pekerja sepanjang hidup mereka. Sementara anak-anak muda yang giat belajar tak melihat prospek pekerjaan yang cerah.
Ketidaksetaraan ini seperti lingkaran setan; para pemburu rente menggunakan kekayaan untuk membuat undang-undang yang melindungi dan meningkatkan harta serta pengaruh mereka. Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan memberi kebebasan bagi korporasi untuk menggunakan uang mereka untuk mempengaruhi arah politik.
Di saat yang sama, polisi menghalau para demonstran yang berunjuk rasa di Wall Street melalui pengeras suara. Perbedaan antara banyaknya kebijakan demokrasi dan para bankir yang tidak diatur tidak diperhatikan. Namun para demonstran cerdik, melalui speaker, suara mereka terdengar di kerumunan sehingga saya bisa mendengarnya. Namun agar dialog tidak terganggu oleh suara tepuk tangan, mereka menggunakan sinyal tangan kuat untuk mengekspresikan persetujuan mereka.
Mereka benar bahwa ada sesuatu yang salah tentang "sistem" kita. Di seluruh dunia, sumber daya kita kurang dimanfaatkan, orang yang ingin bekerja, mesin menganggur, bangunan yang kosong. Banyak kebutuhan yang tak terpenuhi, seperti memerangi kemiskinan, mempromosikan pengembangan, dan memperkuat ekonomi untuk pemanasan global.
Di Amerika, setelah lebih dari tujuh juta rumah disita dalam beberapa tahun terakhir, rumah-rumah kosong dan banyak tunawisma. Para pengunjuk rasa telah dikritik karena tidak memiliki agenda.
Hal ini luput dari perhatian para demonstran. Mereka malah mengekspresikan rasa frustrasi pada proses pemilihan umum. Mereka adalah alarm.
Pada 1999, saat terjadi protes anti-globalisasi di Seattle, saat diresmikannya putaran baru perdagangan, yang membuat kegagalan global dan lembaga-lembaga internasional dan perjanjian yang mengatur itu, media melihat tuduhan para demonstran mengandung kebenaran. Negosiasi perdagangan dan Dana Moneter Internasional melakukan reformasi yang signifikan.
Begitu pula di Amerika, para pengunjuk rasa menuntut rasialisme dihapuskan pada 1960-an. Masalah warisan ini belum sepenuhnya diatasi, namun pemilihan Presiden Barack Obama menunjukkan seberapa jauh protes mereka menggerakkan Amerika.
Pada satu tingkat, pengunjuk rasa meminta sedikit kesempatan menggunakan keterampilan mereka, hak untuk bekerja dengan upah yang layak, adil dan ekonomi yang menggerakkan masyarakat. Harapan mereka adalah evolusioner, bukan revolusioner.
Namun pada tingkat lain, mereka meminta banyak: demokrasi ketika orang bukan uang, materi, maupun ekonomi pasar, yang memberikan apa yang seharusnya dilakukan. Keduanya berhubungan: seperti telah kita lihat, pasar bebas menyebabkan krisis ekonomi dan politik.
Pasar bekerja dengan beroperasi pada kerangka kerja peraturan pemerintah yang tepat dan kerangka kerja yang didirikan hanya dalam demokrasi yang mencerminkan kepentingan umum, bukan kepentingan segelintir orang saja. Pemerintahan yang baik, yang hanya bisa dibeli dengan uang, ternyata tak lagi cukup.
Penulis: Joseph E. Stiglitz
Stiglitz adalah profesor di Columbia University, seorang pemenang Nobel di bidang ekonomi, dan penulis Freefall: Pasar Bebas dan Tenggelamnya Ekonomi Global.
Copyright: Project Syndicate, 2011.
www.project-syndicate.org
Protes sosial telah menemukan lahan subur di mana-mana: rasa bahwa "sistem" telah gagal dan keyakinan bahwa proses pemilihan dalam demokrasi tidak benar--setidaknya perlu tekanan kuat dari jalan.
Mei lalu, saya pergi ke Tunisia saat protes melanda negara tersebut. Juli, saya juga berbicara di Spanyol, dari sana saya menemui kaum muda di Tahrir Square, Kairo. Beberapa minggu lalu, saya berbicara dengan pengunjuk rasa di Wall Street, New York.
Ada tema yang dinyatakan oleh Occupy Wall Street Movement dalam kalimat sederhana, yaitu "Kami adalah 99 persen".
Slogan ini menggemakan judul sebuah artikel yang baru saja saya terbitkan berjudul "dari 1 persen, untuk 1 persen, dan 1 persen" yang menggambarkan ketidaksetaraan di Amerika Serikat. Sebanyak 1 persen dari populasi mengontrol lebih dari 40 persen kekayaan dan menerima 20 persen lebih dari pendapatan.
Orang-orang dalam strata ini sering dihargai karena begitu kaya. Namun mereka tidak memberikan kontribusi lebih untuk masyarakat bahkan dikenal sebagai pemburu rente.
Saya tidak menyangkal bahwa dari beberapa orang terkaya memberi kontribusi besar. Memang manfaat sosial dari banyaknya inovasi biasanya melebihi dari apa yang diterima oleh para penemu. Namun di seluruh dunia, pengaruh politik dan praktek anti-persaingan telah menjadi pusat peningkatan ketidaksetaraan ekonomi.
Dalam sistem pajak, seorang miliarder seperti Warren Buffett atau para spekulan, membayar pajak lebih rendah dibandingkan sekretarisnya bila dihitung dari persentase pendapatannya. Padahal mereka ikut terlibat dalam ambrolnya ekonomi global.
Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bagaimana gagasan-gagasan penting dan keadilan. Demonstran Spanyol dan pengunjuk rasa negara lain berhak untuk marah. Para bankir mendapat dana talangan, sementara mereka harus mengurus diri sendiri. Lebih buruk lagi, para bankir sekarang kembali pada posisi mereka dan mendapat bonus jauh lebih besar dari yang diimpikan para pekerja sepanjang hidup mereka. Sementara anak-anak muda yang giat belajar tak melihat prospek pekerjaan yang cerah.
Ketidaksetaraan ini seperti lingkaran setan; para pemburu rente menggunakan kekayaan untuk membuat undang-undang yang melindungi dan meningkatkan harta serta pengaruh mereka. Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan memberi kebebasan bagi korporasi untuk menggunakan uang mereka untuk mempengaruhi arah politik.
Di saat yang sama, polisi menghalau para demonstran yang berunjuk rasa di Wall Street melalui pengeras suara. Perbedaan antara banyaknya kebijakan demokrasi dan para bankir yang tidak diatur tidak diperhatikan. Namun para demonstran cerdik, melalui speaker, suara mereka terdengar di kerumunan sehingga saya bisa mendengarnya. Namun agar dialog tidak terganggu oleh suara tepuk tangan, mereka menggunakan sinyal tangan kuat untuk mengekspresikan persetujuan mereka.
Mereka benar bahwa ada sesuatu yang salah tentang "sistem" kita. Di seluruh dunia, sumber daya kita kurang dimanfaatkan, orang yang ingin bekerja, mesin menganggur, bangunan yang kosong. Banyak kebutuhan yang tak terpenuhi, seperti memerangi kemiskinan, mempromosikan pengembangan, dan memperkuat ekonomi untuk pemanasan global.
Di Amerika, setelah lebih dari tujuh juta rumah disita dalam beberapa tahun terakhir, rumah-rumah kosong dan banyak tunawisma. Para pengunjuk rasa telah dikritik karena tidak memiliki agenda.
Hal ini luput dari perhatian para demonstran. Mereka malah mengekspresikan rasa frustrasi pada proses pemilihan umum. Mereka adalah alarm.
Pada 1999, saat terjadi protes anti-globalisasi di Seattle, saat diresmikannya putaran baru perdagangan, yang membuat kegagalan global dan lembaga-lembaga internasional dan perjanjian yang mengatur itu, media melihat tuduhan para demonstran mengandung kebenaran. Negosiasi perdagangan dan Dana Moneter Internasional melakukan reformasi yang signifikan.
Begitu pula di Amerika, para pengunjuk rasa menuntut rasialisme dihapuskan pada 1960-an. Masalah warisan ini belum sepenuhnya diatasi, namun pemilihan Presiden Barack Obama menunjukkan seberapa jauh protes mereka menggerakkan Amerika.
Pada satu tingkat, pengunjuk rasa meminta sedikit kesempatan menggunakan keterampilan mereka, hak untuk bekerja dengan upah yang layak, adil dan ekonomi yang menggerakkan masyarakat. Harapan mereka adalah evolusioner, bukan revolusioner.
Namun pada tingkat lain, mereka meminta banyak: demokrasi ketika orang bukan uang, materi, maupun ekonomi pasar, yang memberikan apa yang seharusnya dilakukan. Keduanya berhubungan: seperti telah kita lihat, pasar bebas menyebabkan krisis ekonomi dan politik.
Pasar bekerja dengan beroperasi pada kerangka kerja peraturan pemerintah yang tepat dan kerangka kerja yang didirikan hanya dalam demokrasi yang mencerminkan kepentingan umum, bukan kepentingan segelintir orang saja. Pemerintahan yang baik, yang hanya bisa dibeli dengan uang, ternyata tak lagi cukup.
Penulis: Joseph E. Stiglitz
Stiglitz adalah profesor di Columbia University, seorang pemenang Nobel di bidang ekonomi, dan penulis Freefall: Pasar Bebas dan Tenggelamnya Ekonomi Global.
Copyright: Project Syndicate, 2011.
www.project-syndicate.org
Ada 10 PNS umurnya 28 tahun sampai 38 tahun dengan kekayaan mencurigakan
Pegawai Negeri Sipil yang kaya raya bukan cuma monopoli Gayus Tambunan. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melansir temuan baru. Ada 10 PNS umurnya 28 tahun sampai 38 tahun dengan kekayaan mencurigakan. Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, meminta adanya pengawasan terkait maraknya tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang dilakukan PNS berusia muda.
"Kami sudah menyampaikan analisis itu kepada setiap inspektorat jenderal di kementerian, terutama jika ada indikasi ada yang mempunyai kekayaan yang tidak wajar dan bergaya hidup mewah," kata dia dalam Seminar Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di Lingkungan Birokrasi dalam Rangka Mewujudkan Aparatur Negara yang Berintegritas dan Profesional, Selasa, 6 Desember 2011.
Agus mencontohkan adanya indikasi gaya hidup mewah PNS muda, misalnya dengan gaji Rp 4 juta, mereka menyekolahkan anak dengan biaya per orang Rp 2 juta. "Padahal anaknya ada tiga orang," ujarnya.
Setelah melihat indikasi tersebut, para pejabat inspektorat, menurut Agus, harus memantau sistem kerja dan kewenangan tiap PNS. Beberapa contoh sektor yang rawan korupsi, yakni jabatan dengan kewenangan memungut retribusi atau pajak, memberi perizinan, atau pengadaan proyek.
Sayangnya, PNS muda yang mungkin melakukan tindakan korupsi adalah mereka yang berumur 28 tahun dengan golongan 3B yang sudah memiliki kewenangan. "Mereka ini sebenarnya punya potensi. Ini anak-anak pintar," kata dia.
Sejak 2002, PPATK sudah menemukan 1.818 transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana yang dilakukan pegawai negeri dan non-PNS. Agus sendiri sudah mendapati ada 10 nama PNS muda berumur 28 hingga 38 tahun dengan transaksi keuangan mencurigakan.
Bahkan, ada temuan dua PNS muda yang mengadakan proyek fiktif, mengambil belasan miliar rupiah, kemudian bagi dua. Parahnya, uang itu kemudian ditransfer kepada istrinya yang melakukan pencucian uang dengan cara memasukan dana ke dalam asuransi, membeli emas, serta valuta asing. "Nama itu sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Agus.
EKA UTAMI APRILIA
"Kami sudah menyampaikan analisis itu kepada setiap inspektorat jenderal di kementerian, terutama jika ada indikasi ada yang mempunyai kekayaan yang tidak wajar dan bergaya hidup mewah," kata dia dalam Seminar Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di Lingkungan Birokrasi dalam Rangka Mewujudkan Aparatur Negara yang Berintegritas dan Profesional, Selasa, 6 Desember 2011.
Agus mencontohkan adanya indikasi gaya hidup mewah PNS muda, misalnya dengan gaji Rp 4 juta, mereka menyekolahkan anak dengan biaya per orang Rp 2 juta. "Padahal anaknya ada tiga orang," ujarnya.
Setelah melihat indikasi tersebut, para pejabat inspektorat, menurut Agus, harus memantau sistem kerja dan kewenangan tiap PNS. Beberapa contoh sektor yang rawan korupsi, yakni jabatan dengan kewenangan memungut retribusi atau pajak, memberi perizinan, atau pengadaan proyek.
Sayangnya, PNS muda yang mungkin melakukan tindakan korupsi adalah mereka yang berumur 28 tahun dengan golongan 3B yang sudah memiliki kewenangan. "Mereka ini sebenarnya punya potensi. Ini anak-anak pintar," kata dia.
Sejak 2002, PPATK sudah menemukan 1.818 transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana yang dilakukan pegawai negeri dan non-PNS. Agus sendiri sudah mendapati ada 10 nama PNS muda berumur 28 hingga 38 tahun dengan transaksi keuangan mencurigakan.
Bahkan, ada temuan dua PNS muda yang mengadakan proyek fiktif, mengambil belasan miliar rupiah, kemudian bagi dua. Parahnya, uang itu kemudian ditransfer kepada istrinya yang melakukan pencucian uang dengan cara memasukan dana ke dalam asuransi, membeli emas, serta valuta asing. "Nama itu sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Agus.
EKA UTAMI APRILIA
Langganan:
Postingan (Atom)


